Selamat Datang di Notebook Sharie

Senin, 06 Juni 2016

[Resensi] ILY From 38.000 FT



Judul            : I Love You From 38.000 FT
Penulis         : Tisa TS dan Stanley Meulen
Penyunting   : Fitria dan Kafisilly
Penerbit       : Loveable
Terbit          : 2016
Tebal           : 192 Halaman, 18 cm
ISBN           : 978-602-6922-15-1


“Aku tau kenapa kamu marah, karena sekarang perasaan kamu udah berubah dan takut kehilangan aku”
 Aletta, liburan ke Bali untuk menghilangkan kepenatan pikirannya karena telah dijodohkan oleh orang tuanya. Pada ketinggian 38.000 kaki, di dalam pesawat, dia bertemu dengan Arga.


“Ketika langit menakdirkan aku dan kamu menjadi kita” (hal.25)

Mereka bertemu lagi saat Aletta melamar menjadi host  pengganti di salah satu program yang dikerjakan oleh Arga di Geography Channel.  Kebersamaan mereka menumbuhkan cinta diantara keduanya. Sebelum Aletta pulang kembali ke Jakarta, Arga berjanji akan segera menyusul dan bertemu dengan kedua orang tua Aletta.

“Al, aku akan datang temui orangtua kamu di Jakarta. Percaya sama aku! Kamu nggak akan menyesal memutuskan untuk pulang karena aku. Aku pasti kembali ke kamu.” (hal.135)

Selama satu tahun Aletta menunggu Arga, namun Arga tidak pernah datang. Akhirnya, Aletta terpaksa menerima pinangan dari Dhyto. Apakah Aletta akan menikah dengan Dhyto? Kenapa Arga tidak menepati janjinya kepada Aletta?

***

Ini pertama kali saya membaca karya Tisa TS. Siapa yang tidak mengenal Tisa TS? Penulis yang dua novel sebelumnya telah diangkat ke layar lebar,  Magic Hour (tahun 2015) dan London Love Story (2016) dan keduanya sukses. Rencananya juga novel ILY From 38.000 FT ini nanti akan difilmkan.
Saya sempat kaget saat membaca novel ini, karena gaya bahasa dalam novel ini terlalu remaja. Banyak bahasa “alay” anak remaja sekarang yang digunakan oleh tokoh-tokohnya. Penulis juga menceritakan dengan bahasa yang tidak baku, bahasa sehari-hari sehingga mudah dicerna, disesuaikan dengan target pembaca novel ini yang berusia remaja.
Ceritanya pun mudah ditebak. Kedua tokoh utama bertemu, lalu jatuh cinta. Sayangnya, cerita di novel ini tidak sampai selesai atau tamat. Karena pembaca diharuskan menonton filmnya untuk mengetahui bagaimana akhir cerita Aletta dan Arga. Sangat mengecewakan sekali. Padahal saya ingin mengetahui lebih dahulu bagaimana ceritanya sebelum menonton filmnya. Bahkan saya ikut PO-nya. Hiks… Mungkin novel ini dibuat, seperti “teaser” dalam bentuk buku, untuk mempromosikan film ini, agar pembaca semakin penasaran. Karena di novel ini, juga diselipkan gambar-gambar saat syuting berlangsung.
Kelebihan novel ini menurutku adalah, banyaknya quote-quote yang diselipkan di beberapa halaman. Dan aku acungi dua jempol untuk penulisnya yang memang pandai membuat quote.

“Jika dua hati tanpa cinta dipaksa untuk bersama, apakah bisa bahagia?” (hal.11)

“Saat aku merasa hampa dan tak punya pilihan, saat itu kamu pun datang.” (hal.38)

“Kamu cowok paling dingin yang pernah aku temui.Tapi, ada di sisi kamu selalu membuat hatiku sehangat matahari pagi.” (hal.67)

“Karena terkadang orang yang suka berlebihan nunjukin perasaan bahagianya justru orang yang berusaha menyembunyikan kesedihannya.” (hal.88)

“Ada beberapa hal dalam hidup ini yang terlalu indah buat kita abadikan dengan kamera… Ada yang cukup indah buat kita abadikan dengan hati aja.” (hal.117)

“Hal paling menyedihkan dalam hidup ini, saat aku nggak menemukan apa yang mampu membuat aku bahagia lagi.” (hal.137)

Overall novel ini sangat direkomendasikan unuk pembaca yang masih remaja, terutama Sahabat Tisa (sebutan untuk penggemar Tisa TS) dan Micheller (sebutan untuk penggemar Michelle Zudith, pemeran Aletta)




1 komentar:

Sinopsis Indonesia mengatakan...

Keren nih novel udah baca tapi blom tamat hehe

Wrap Up: IRRC 2017

Halo, Aku mau wrap up nih bacaanku di IRRC 2017 sampai hari ini. Belum semua review yang aku buat di blog, banyakan yang sempat aku re...