Selamat Datang di Notebook Sharie

Jumat, 19 Januari 2018

[Blogtour & Review] Illuminae - Amie Kaufman dan Jay Kristoff

Judul: Illuminae
Penulis: Amie Kaufman & Jay Kristoff
Penerbit: Spring
Penerjemah: Brigida Ruri
Penyunting: Mery Riansyah
Cetakan pertama: November 2017
Tebal: 576 hlm; 21 cm
ISBN: 978-602-6682-09-3


BLURB


Pagi ini, Kady kira putus dengan Ezra adalah keputusan terberat yang pernah gadis itu buat. Siang harinya, planetnya diserang.

Sekarang tahun 2575. Ketika musuh menembaki mereka dari udara, Kady dan Ezra--yang sudah tidak bicara satu sama lain lagi--terpaksa harus memperjuangkan jalan mereka menuju pesawat evakuasi.

Namun, pesawat tempur musuh yang memburu bukanlah masalah terbesar. Penyakit mematikan menyebar. Belum lagi AI pesawat evakuasi yang seharusnya melindungi mereka bisa saja menjadi musuh. Tidak ada seorang pun dari pihak berwenang yang mau memberi tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Saat Kady mulai mencari tahu dengan meretas timbunan data, gadis itu sadar, satu-satunya orang yang mungkin bisa membantunya adalah Ezra. Padahal Kady sudah bersumpah tidak akan berhubungan lagi dengan Ezra, mantan pacarnya itu.

Catatan singkat:
Buku ini diceritakan dalam bentuk hasil sadap dokumen, termasuk E-mail, skema, dokumen militer, pesan pribadi, laporan medis, wawancara dan lain-lain.

REVIEW


Kisah dalam Illuminae ini dilatari oleh penyerangan BeiTech pada koloni Kerenza. Invasi itu terjadi tidak lama setelah Kady Grant memutuskan pacarnya, Ezra Mason. Awalnya, keduanya berencana untuk menyelamatkan diri menuju Bandariksa, namun setelah mengetahui tempat tersebut telah hancur, mereka menuju tujuan yang berbeda. Kady mencari Ibu di Lab sedangkan Ezra berusaha menemukan Ayahnya di area kilang minyak. Sayangnya, kilang tersebut diserang dengan senjata biologis yang menewaskan banyak kru.

"Kau memilih hari yang luar biasa untuk mencampakkanku, Kades." (hlm. 11)

Kady yang mengetahui hal tersebut, segera menuju ke sana untuk menyelamatkan Ezra. Dengan truk curian, Kady menemukan dan membawa Ezra menjauh menuju shuttle untuk evakuasi warga sipil. Keduanya kembali berpisah, karena Ezra mengalami luka. Kady berada dalam pesawat Hypatia, sedangkan Ezra dibawa ke dalam Alexander.

Alexander merupakan pesawat induk yang mempunyai jaringan komunikasi kecerdasan buatan yang disebut Artificial Intelligence Defence Analytics Network (AIDAN). Selain berfungsi sebagai pertahanan, AIDAN juga menjadi perangkat kontrol utama dan kalkulasi gerbang portal.

Sedangkan Hypatia, adalah pesawat sains yang dialih fungsikan sebagai pengangkut warga sipil dari Kerenza. Selain Hypatia, ada juga Copernicus, pesawat kargo yang terbang di sisi lain dari Alexander. Ketiga pesawat ini merupakan pesawat penyelamat yang dikirim oleh United Terran Authority (UTA) menuju titik transit Heimdall.

Walaupun terpisah di pesawat yang berbeda dan sudah menjadi mantan, Ezra masih berusaha menghubungi Kady melalui e-mail.  Rasa bersalahnya membuat dirinya melakukan hal itu. Sayangnya, Kady tak pernah sekalipun mencoba membalasnya. Aku agak kasihan dengan Ezra, sepertinya dia belum bisa move on deh.

"Hanya kau yang kupikirkan. Setiap kali menutup mata, aku melihatmu. Setiap kali bermimpi, kau ada di sana. Aku memikirkan tentang kita dan bagaimana aku mengacaukan semuanya." (hlm. 168)

Namun, usaha Ezra mendapatkan hasil. Kady akhirnya membalas e-mailnya. Bahkan Kady meretas jaringan komunikasi Hypatia untuk bisa chatting bersama Ezra melalui Instant Messanging (IM) yang hanya bisa berlangsung selama 7 menit saja. Percakapan singkat mereka ini bikin aku senyum-senyum, yang awalnya canggung sebagai mantan. Apalagi saat sisi romantis Ezra muncul, seperti merangkai kata "I'm Sorry" menjadi bentuk setangkai bunga mawar. So sweet banget. Duh, lama-lama mereka bisa CLBK nih. *uhuk*

Sayangnya, di saat mereka semua sedang melarikan diri dari kejaran Lincoln--pesawat tempur BeiTech-- AIDAN mengalami kerusakan. Hal ini diperparah dengan perintah tiba-tiba yang dilakukan AIDAN untuk menghancurkan Copenicus, pesawat kargo yang seharusnya dilindungi juga oleh Alexander.

"Pertimbangkan probabilitas bahwa aku, di semua kemungkinan, memang gila." (hlm. 314)

AIDAN mulai gila. Namun, hanya AIDAN satu-satunya peluang Alexander untuk menghadapi serangan Lincoln dan melindungi Hypatia yang membawa ribuan orang. Aku sebel banget deh, AIDAN ini seperti buah simalakama. Diperbaiki tapi bisa membahayakan orang-orang yang seharusnya dilindunginya, tapi bila dimatikan total, Alexander tidak bisa melawan serangan bila Lincoln berhasil mengejar mereka. Dilema kan?

Begitu banyak konflik yang muncul sejak kerusakan AIDAN ini. Tentang misi penyelamatan yang dibayar sangat mahal oleh kehilangan orang-orang terdekat. Bagaimana logika dan akal sehat bertentangan dengan perasaan saling mencintai.

"Jika kau punya pilihan... Apa kau memilih untuk tidak peduli? Untuk tidak merasakan apa pun sama sekali?" 
(hlm. 462)

Baru kali ini aku membaca novel bergenre Scifi yang konsep penulisannya berbeda dari novel-novel sejenis lainnya. Tidak pernah terpikir sama sekali bahwa cerita dalam sebuah novel bisa disajikan dengan menggunakan narasi dalam bentuk laporan, wawancara, e-mail, chatting dan gambar-gambar.

Keunikan tersebut menurutku malah menjadi "point plus" dari novel Illuminae ini. Aku merasa seakan benar-benar berada di sana. Seperti masuk ke mesin virtual reality. Seru... Aku memang termasuk pembaca yang awam terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan istilah-istilah dalam pemprograman, namun itu semua tidak menghalangiku untuk menikmati kisah ini hingga akhir. Overall, aku sangat merekomendasikan novel kece ini. Aku sudah tidak sabar untuk membaca buku keduanya, "Gemina".




Giveaway Time

Sebelumnya aku berterima kasih kepada Penerbit Spring yang telah memberi kepercayaan padaku untuk menjadi salah satu host Blogtour Illuminae. Aku senang sekali saat mendapatkan kesempatan ini.

Nah, sekarang waktunya giveaway. Yeeaaaayyy...! Ada satu eksemplar buku Illuminae persembahan Penerbit Spring untuk satu orang pemenang pada Final Blogtour nanti yang akan diselenggarakan di akun instagram Penerbit Spring.

Berikut ketentuan giveawaynya:
  • Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia
  • Share info Blogtour & Giveaway Illuminae ini di akun sosmed kamu, dengan tagar #Illuminae
  • Tulis di kolom komentar di bawah pada postingan ini, nama dan akun IG kamu (untuk memudahkan pendataan)
  • Ikuti final giveaway-nya di akun Instagram (IG) Penerbit Spring pada tanggal 25-28 Januari 2018, dengan menemukan 5 (lima) kata yang bisa kamu kumpulkan dengan menjawab pertanyaan dari lima host blogtour berikut:
  1. Sharie, 19 Januari 2018 (kamu sedang berada di sini)
  2. Wiwi Widiani, 20 Januari 2018
  3. Dion Yulianto, 21 Januari 2018
  4. Ipeh Alena, 22 Januari 2018
  5. Abduraafi Andrian, 23 Januari 2018
  • Pertanyaan pertama (di blogku) untuk finding word Blogtour Illuminae ini adalah:


"Apa nama jaringan komunikasi kecerdasan buatan yang menjadi unit pertahanan pada pesawat induk Alexander?"


Gampang kan? Simpan dulu ya jawabannya, biar nggak ketahuan peserta yang lain. Good luck!








Jumat, 03 November 2017

[Pengumuman] Pemenang Blogtour #PinocchioHusband



Selamat pagi,

Alhamdulillah, blogtour Pinocchio Husband di blogku sudah berjalan lancar. Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi dan mampir untuk melihat wawancara dan review yang berkaitan dengan blogtour ini.

Terima kasih untuk pihak Twigora dan Pia Devina yang sudah berkenan memilihku untuk menjadi salah satu host blogtour Pinocchio Husband. Jujur, baru sekarang merasakan konsep blogtour yang berbeda. Terutama challenge untuk para hostnya, benar-benar ngerjain. Hehe.. Tapi jadi seru. Mohon maaf bila ada banyak kekurangan selama blogtour ini berlangsung. Semoga di lain waktu bisa bekerja sama lagi 😊

Oh ya, setelah kubaca semua komentarnya, ada beberapa yang bertanya, kenapa konfliknya kurang greget tapi tetap aku kasih 4 bintang?

Jadi begini, memang kuakui konflik yang dibuat penulis untuk kedua tokoh utamanya--Gwen dan Tristan-- agak kurang dieksplor lagi. Seperti kita tahu di blurbnya bahwa pernikahan mereka itu adalah kawin kontrak, alias terpaksa. Banyak alasan yang bisa dijadikan sumber masalah di pernikahan itu yaitu orang ketiga (dalam hal ini mantan'nya Tristan), Kakak-kakaknya Tristan terutama kakak keduanya (karna hanya dia yang mencurigai bahwa pernikahan Tristan bohongan), bisa juga wartawan atau lawan politik bapaknya Gwen. Namun, yang ada malah konfliknya hanya bersumber pada rasa gengsi dan keegoisan Gwen dan Tristan. Jadi, aku merasa pernikahan mereka akan baik-baik saja bila keduanya bisa saling jujur pada perasaannya satu sama lain. Padahal, chemistry mereka berdua terasa sekali. Menurutku, hanya itu saja kekurangan dari novel ini. Selain itu, aku sangat menikmati keseluruhan cerita, makanya aku memberi 4 bintang. Semoga penjelasanku bisa diterima ya.

Terima kasih untuk saran, kritik dan pujiannya. Semoga pujiannya itu ikhlas ya, dan sebenar-benarnya bukan karena giveaway. Hehe... Dan setelah kutimbang-timbang, aku memilih....

*drumroll*






Alasannya adalah karena selain dia mengkritikku, dia juga memberi solusi terhada kritikannya itu. Oh ya, kuakui memang wawancara yang kutulis memang sama persis (sengaja tidak kuedit) dari transkrip wawancaranya. Hehe...
Selamat ya, semoga segera bisa merasakan sendiri seperti apa suamiable-nya Tristan. Dan salam untuk temannya yang diajak diskusi 😊

Jangan lupa mengirimkan biodatanya ke emailku nasharie88(at)gmail(dot)com dengan subjek "Pemenang Blogtour Pinocchio Husband". Aku tunggu paling lambat 2 x 24 jam setelah pengumuman ini. Bila tidak, akan kupilih lagi pemenang yang lain.

Buat yang belum beruntung, mohon maaf ya. Semoga bisa ikutan di giveaway selanjutnya. Terima kasih.





Rabu, 25 Oktober 2017

[Blogtour & Giveaway] Pinocchio Husband - Pia Devina



Giveaway time!

Yuhuyyy... pasti ini yang ditunggu-tunggu oleh kalian. Iya kan? Tenang, ada satu eksemplar novel "Pinocchio Husband" karya Pia Devina persembahan dari Twigora untuk satu pemenang yang beruntung di blog ini. Mau?



 Syaratnya:
  • Memiliki alamat pengiriman di Indonesia
  • Follow blog ini via GFC, email atau klik "join this site" (pilih salah satu saja ya)
  • Follow akun media berikut:
  1. Twitter:  TwigoraPia DevinaSharie, dan/atau
  2. Instagram: TwigoraPia DevinaSharie
  • Share info giveaway ini di akun media sosial milikmu dengan hastag #PinocchioHusband dan mensyen ketiga akun di atas.
  • Beri komentar di postingan blog wawancara dan review, yang relevan ya. Lalu tulis di kolom komentar di bawah, nama kamu dan akun media sosial yang digunakan untuk share info giveaway ini (gak perlu pakai linknya)
  • Pemenang dipilih olehku berdasarkan komentar yang aku suka (mau yang bermanis-manis atau yang mengkritik, kalau aku suka akan aku pilih)
  • Giveaway ini berlangsung selama seminggu, tanggal 25 - 31 Oktober pukul. 23.58 WIB.
  • Pengumuman pemenang akan aku umumkan secepatnya di blog dan media sosial milikku.

Goodluck


Jangan lupa mampir juga di blog host "Pinocchio Husband" lainnya ya, biar kesempatan menangmu lebih besar. Karena di tiap masing-masing blog, akan dibagikan 1 eksemplar novel "Pinocchio Husband".
  • 14 – 16 Oktober:  Nathalia Diana Pitaloka
  • 17 – 19 Oktober:  Afifah Mazaya
  • 20 – 22 Oktober: Wardahtuljannah
  • 23 – 25 Oktober:  Sharie (Kamu sedang berada di sini)
  • 26 – 28 Oktober: Farida Endah











Selasa, 24 Oktober 2017

[Blogtour & Review] Pinocchio Husband - Pia Devina

Judul Novel: Pinocchio Husband
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (Imprint Twigora)   
Jumlah Halaman: 264 hlm
Bookpaper 55 gr
ISBN: 978-602-60748-5-0
Harga: Rp. 70.000,-


Tagline:

Jangan berbohong pada orang yang mencintaimu. 
Jangan mencintai orang yang berbohong padamu.

BLURB


THE NOT-SO-HAPPY WIFE
“Aku akan menikah, Ma, Pa.”

THE PINOCCHIO HUSBAND
“Kita hanya perlu bersandiwara seperti ini.” 
WEDDING OF LIES
Simbiosis mutualisme, begitu mereka menyebut pernikahan itu.
Gwen bisa kembali dipertemukan dengan adiknya yang telah lama hilang, sedangkan Tristan bisa
menggunakan pernikahannya untuk menyukseskan ambisinya sebagai penerus bisnis keluarga.

Dan setelah keduanya mendapatkan yang mereka mau, bercerai adalah langkah selanjutnya.

HAPPILY NEVER AFTER?
Kehidupan pernikahan mereka yang menyerupai roller coaster—termasuk borok memalukan yang setengah mati disembunyikan oleh keluarga besar Gwen—mendekatkan jarak di antara mereka. Menumbuhkan perasaan yang diikuti dengan pertanyaan besar: apakah keduanya sudi berkompromi demi harapan bahwa pernikahan ini akan berjalan lebih dari sekadar lima bulan?

REVIEW


Pertama kali membaca judul novel ini, kupikir aku akan disungguhi kisah seseorang yang memiliki suami yang sering sekali berbohong seperti pinokio. Hal ini diperkuat oleh taglinenya yang penuh kebohongan, duh jadi bertanya-tanya "kira-kira sebrengsek apa ya suaminya?" 😅

Namun, dugaanku itu salah. "Pinocchio Husband" di sini ternyata dimaksudkan sebagai "suami bohongan". Pernikahan yang direkayasa untuk kepentingan pribadi kedua pihak, yang sekarang hitsnya dikenal dengan "kawin kontrak". 

"Simbiosis mutualisme: semestinya saling menguntungkan, bukan?"

Adanya simbiosis mutualisme itu ternyata tidak membuat pernikahan antara Gwen dan Tristan menjadi lebih mudah. Mereka mulai merasakan kelelahan untuk selalu berpura-pura di hadapan semua orang. Tak hanya itu, kepura-puraan itu juga akhirnya membuat keduanya saling membohongi perasaan masing-masing. 

Sayangnya, konflik yang terjadi di pernikahan Gwen dan Tristan menurutku agak kurang greget. Kenapa? Alasannya di sini ya. Entah kenapa konflik mereka hanya bersumber pada diri mereka masing-masing yang saling gengsi. Bahkan, aku malah merasa fokus permasalahan di novel ini lebih kepada hubungan antara Gwen dan Guruh.

"Hidup itu lucu. Terlalu banyak rahasia yang sanggup bikin seseorang bertindak gila hanya untuk memecahkan misteri di dalamnya." (hlm. 54)

Walaupun begitu, aku tak memungkiri bahwa chemistry antara Gwen dan Tristan dibangun dengan baik. Pasangan ini terlihat sweet banget... jadi bikin iri kaum jomblo nih. Apalagi, sosok Tristan ini digambarkan suamiable, hmm.. jadi pengen punya suami seperti Tristan. Xixixi... Tak heran, bila novel ini terpilih menjadi juara ketiga kategori "sweet romance" dalam lomba "Sweet and Spicy Romance" yang diadakan oleh Twigora beberapa waktu lalu.

Selain Tristan, tokoh lain yang aku suka adalah Guruh. Aku salut dengan kedewasaannya. Jarang sekali ada orang yang memiliki kepribadian seperti Guruh. Bila aku berada di posisinya, aku akan sulit melakukan semua hal yang dilakukan olehnya. Namun, sekuat apapun seseorang menjadi tegar, ada kalanya dirinya bisa rapuh juga. Dan ini yang tak dilupakan oleh penulis. Good job kak Pia.

"Sesulit-sulitnya memaafkan adalah memaafkan diri sendiri."

Overall, aku sangat menikmati kisah di "Pinocchio Husband". Ceritanya sangat mengalir dan ringan, tidak butuh waktu lama bagiku untuk menyelesaikan novel ini. Selain itu, aku juga merasakan perbedaan gaya penulisan kak Pia bila dibandingkan dengan karya sebelumnya yang sudah aku baca (aku baru membaca novel "ROMA"). Menurutku, gaya penulisan di novel ini lebih berkembang dan hidup.

Untuk kamu yang menyukai genre romance, khususnya yang bertema wedding, aku sangat merekomendasikan novel ini. Kamu pasti akan menemukan "sesuatu" yang tidak ada di novel lainnya yang sejenis.

"Lembar terakhirnya seperti apa, kau yang memilih."

Photo Challenge




Nah, ini yang selalu menjadi special part dalam rangkaian blogtour Twigora. Apalagi kalau bukan photo challenge yang harus dilakukan oleh para host. Kali ini, para host blogtour "Pinocchio Husband" ditantang untuk melakukan "pose kaku" seperti boneka kayu. Dan dengan kekuatan bulan  "muka tembok" dan ngegantung di gorden, beginilah hasilnya...



Bagaimana? Sudah berhasilkah diriku? Hayo... jangan terlalu fokus, nanti malah terpesona. Hehe...



Jangan lupa mampir juga ya di blog teman-teman host lain untuk melihat review novel "Pinocchio Husband" karya Pia Devina ini.

1. 14 – 16 Oktober :  Nathalia Diana Pitaloka

2. 17 – 19 Oktober:  Afifah Mazaya

3. 20 – 22 Oktober:  Wardahtuljannah

4. 23 – 25 Oktober:  Sharie (kamu sedang mampir di sini)

5. 26 – 28 Oktober: Farida Endah













Senin, 23 Oktober 2017

[Kenalan Yuk!] Wawancara dengan Pia Devina



Halo,

Rubrik "Kenalan Yuk!" datang lagi nih. Sosok yang akan aku tanya-tanya adalah Pia Devina, penulis novel Pinocchio Husband. Mungkin kalian semua sudah mengenal karya-karyanya sebelumnya. Aku sendiri baru mengenal tulisan kak Pia di novelnya yang berjudul "ROMA" (karena aku seorang romanisti. Forza Roma!). Kalau kalian di novel yang mana?

Sebelumnya, aku berterima kasih sekali pada pihak Twigora dan Pia Devina yang sudah memberi kepercayaan padaku untuk menjadi salah satu host dalam blogtour Pinocchio Husband. Sehingga aku dapat menanyakan lima buah pertanyaan pada kak Pia. Semoga pertanyaan yang aku berikan mewakili pertanyaan dari teman-teman yang lain, pecinta karya Pia Devina 😊


Hallo kak Pia, sebelumnya selamat ya menjadi juara ketiga lomba "Sweet & Spicy Romance" kategori "Sweet Romance" 😊 Dan akhirnya aku bisa mencicipinya 😊 Ceritakan sedikit dong kak, ide awal menulis kisah "Pinnochio Husband" ini.

"Waktu ada pengumuman yang diadakan lomba oleh Twigora, saya langsung kepengen nulis tentang love-hate relationship. Mungkin memang tema besar yang mainstream, makanya dari situ saya ingin mengambil konflik yang bikin ceritanya nggak se-mainstream yang dibayangkan orang. Saya juga ingin punya tokoh yang sama-sama keras kepala dan punya ego tinggi, jadilah Gwen dan Tristan yang dari awal sudah nggak akur. Dua orang dengan karakter yang seperti itu akhirnya harus menikah, tinggal seatap, dan dilihat semua orang sebagai pasangan yang serasi, padahal aslinya jauh dari kata 'serasi', apalagi romantis."

Tema yang diangkat dari novel Pinocchio Husband ini adalah tentang wedding (kawin kontrak). Apa sih yang membedakan Pinochio Husband dengan novel dengan tema sama lainnya?

"Konflik keluarga yang punya peran besar dalam menggerakkan plot :) Lalu, bagaimana Gwen dan Tristan mesti berhadapan dengan konflik itu dan mendapatkan jalan keluarnya."

Apa yang menjadi tantangan dalam menuliskan "Pinocchio Husband" ini kak?

"So far saya enjoy nulis kisah Gwen dan Tristan ini. Jadi tantangannya rasanya nggak terlalu berat--mungkin karena faktor enjoy itu, ya. Hehehe. Mungkin yang agak lumayan menyita pikiran adalah riset tentang dunia jurnalis yang jadi background-nya Gwen. Berhubung saya nggak punya latar belakang di bidang tersebut."

Di novel-novel kak Pia (termasuk di Pinocchio Husband ini), kakak selalu "membumbuinya" dengan konflik dalam keluarga. Adakah alasan khusus untuk memasukkan hal tersebut?

"Karena konflik keluarga dekat dengan keseharian semua orang. Dengan bermacam-macam konflik yang tidak selalu sama, tentunya. Tapi yaaa, konflik itu selalu ada. Dan saya harap konflik-konflik yang dibangun itu bisa mendekatkan pembaca pada kisah yang saya tulis :)"

Terakhir, setiap membaca novel karya kak Pia aku selalu dapat "feel"nya, bagaimana sih kak membangun "chemistry" antar tokohnya?

"Saya suka membayangkan tokoh-tokoh saya hidup beneran di kepala saya. Gimana mereka bersikap, berbicara, sampai berekspresi, saya "tonton" di kepala saya. Lalu, saya nyoba ngebangun hubungan antar tokoh-tokoh itu, hehehe."



Sumber: Akun IG milik Pia Devina
(@piadevina)

Profil Penulis

Farmasis yang tidak lupa bersenang-senang dengan membaca dan menulis fiksi. Di sela quality time bersama keluarga, hobinya adalah menonton drama Korea atau film romance. Suka mendengarkan musik dan menjadikan '90s songs sebagai salah satu teman untuk menemaninya menulis.

Pinocchio Husband adalah novel solo ketiga belas yang diterbitkan oleh penerbit mayor.

Penulis bisa dihubungi di email piadevina@yahoo.com atau di sosial medianya, Facebook (Pia Devina), Twitter (Pia Devina) , juga blog (devinacandybox.blogspot.com).

Bagaimana? Sekarang sudah kenal kan ya dengan "Bunda Ratunya" Tristan. Tristan? Siapa itu? Ada yang tahu? 

Yup, Tristan adalah tokoh cowok dalam novel Pinocchio Husband. Penasaran? Tunggu besok ya... Aku akan mengulas novel kece ini. 

Kamu juga bisa loh mampir ke blog host Pinocchio Husband lainnya. Berikut daftarnya:

  • 14 – 16 Oktober:  Nathalia Diana Pitaloka
  • 17 – 19 Oktober:  Afifah Mazaya
  • 20 – 22 Oktober:  Wardahtuljannah
  • 23 – 25 Oktober:  Sharie (Kamu sedang berada di sini)
  • 26 – 28 Oktober: Farida Endah














[Blogtour & Review] Illuminae - Amie Kaufman dan Jay Kristoff

Judul: Illuminae Penulis: Amie Kaufman & Jay Kristoff Penerbit: Spring Penerjemah: Brigida Ruri Penyunting: Mery Riansyah Cetaka...