Selamat Datang di Notebook Sharie

Kamis, 02 Februari 2017

[Review] Everything Everything - Nicola Yoon

Judul Buku: Everything Everything
Penulis: Nicola Yoon
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Brigida Ruri
Design Cover: Irene Ritonga
Penerbit: Spring
Terbit: Oktober 2016
Tebal: 336 hlm; 20 cm
ISBN: 978-602-74322-5-3

BLURB

Penyakitku langka, dan terkenal. Pada dsarnya, aku alergi terhadap seluruh dunia. Aku tidak meninggalkan rumahku, dan belum pernah keluar dari rumah selama tujuh belas tahun. Orang yang aku temui hanyalah ibuku dan Carla, perawatku.
Tapi suatu hari, sebuah truk pindahan tiba di rumah sebelah. Aku melongok keluar dari jendela dan aku melihat cowok itu. Dia tinggi, kurus, dan mengenakan baju serba hitam. Dia memergokiku sedang menatapnya dan dia balik memelototiku. Namanya Olly.
Mungkin kita tidak bisa memperkirakan masa depan, tapi kita bisa memperkirakan satu atau dua hal. Seperti misalnya, aku yakin aku akan jatuh cinta pada Olly. Tapi, hal itu hanya akan menjadi bencana.

REVIEW

"Risiko terbesar adalah tidak mengambil risiko."


Pernahkah kalian mendengar penyakit yang bernama SCID? Atau yang biasa dikenal dengan sebutan penyakit bocah gelembung? Jujur, aku baru mengetahui jenis penyakit tersebut setelah membaca novel Everything Everything.
SCID = Kelainan genetik yang menyebabkan bagian utama dari sistem kekebalan tiruan (Sel B dan Sel T) lumpuh, penderitanya akan sangat rentan terhadap penyakit infeksi.
Menurutku ide tentang penderita SCID ini sangat menarik dan berbeda dengan novel-novel bertema illness lainnya. Novel ini menceritakan tentang seorang penderitanya yang bernama Madeline Whittier. Selama tujuh belas tahun hidupnya, Maddeline selalu berada di dalam gelembung yang melindungi dirinya dari segala sesuatu yang dapat memicu tubuhnya menjadi sakit. Semuanya harus melewati proses desinfeksi untuk bisa melewati gelembung dan berinteraksi secara langsung dengan Madeline.

Aku bisa membayangkan bagaimana depresi-nya seseorang yang seumur hidupnya terkurung seperti itu. Bahkan hanya Mamanya dan Carla, perawatnya yang bisa bersentuhan dengan dirinya. Orang lain yang dikenalnya, hanya para tutor yang itupun berinteraksi via Skype.

Dan ini menurutku sangat menarik. Walaupun Madeline tidak pernah merasakan seperti apa udara yang ada di luar gelembungnya, namun dirinya tak sepenuhnya terisolasi dari dunia luar. Karena Madeline tidak gaptek. Hal ini dimanfaatkan oleh Madeline untuk berinteraksi dengan Olly, tetangga barunya via email dan YM. 

"Hidup ini berat, sayang. Tapi semua orang bisa menemukan jalannya."
- Carla (hal. 41)


Diceritakan dari sudut pandang orang pertama, tokoh utamannya yaitu Madeline. Penulis benar-benar membuatku memahami semua perasaan Madeline. Bagaimana kehidupannya yang monoton berubah menjadi jungkir balik sejak kehadiran Olly. Bagaimana pertentangan yang terjadi di dalam hati Madeline, antara harapan dan kenyataan. 

"Lebih baik seperti ini. Aku tidak mau kau patah hati."
- Mom (hal.161)


Selain interaksi yang terjalin antara Madeline dan Olly, novel ini juga menceritakan tentang hubungan yang renggang antara seorang putri dengan ibunya, yang sering terjadi bila sang putri sedang jatuh cinta. Masa di mana Madeline mempunyai dunianya sendiri, dan sang mama yang merasa kehilangan waktu dengan anaknya. 

"Luangkan sedikit waktu bersama ibumu. Pacar datang dan pergi, tapi ibu adalah milikmu untuk selamanya."- Carla (hal. 122)


Walaupun mengangkat tema yang cukup berat, namun penulis menceritakannya dengan ringan dan ceria, khas anak muda. Tak hanya jalan ceritanya saja novel ini pun terlihat sangat menghibur karna dilengkapi oleh banyak ilutrasi yang unik dan lucu, yang memperjelas bayangan pembacanya.

Selain itu, penulis juga memberikan kejutan yang tak aku sangka-sangka. Ending-nya surprise banget. Sebagai novel perdana karya Nicola Yoon, novel Everything Everything sangat brilliant. Novel yang wajib kamu baca.


"Ini bukan salahmu. Hidup adalah anugerah. Jangan lupa untuk menjalani hidup."
- Carla (hal. 152)




Submitted For

Kategori: Buku Cetak




Tidak ada komentar:

Wrap Up: IRRC 2017

Halo, Aku mau wrap up nih bacaanku di IRRC 2017 sampai hari ini. Belum semua review yang aku buat di blog, banyakan yang sempat aku re...