Selamat Datang di Notebook Sharie

Jumat, 24 Februari 2017

#BBI Share The Love 2017: Akhir Curhatan Raafi



Halo...

Akhirnya, sampai juga nih kita di post penutup #BBIShareTheLove. Terima kasih banget buat Kak Raafi yang sudah mau atau mungkin terpaksa  menjadi special guest selama satu minggu ini di blogku. Maaf ya Kak, sudah ngerusuhin tiap hari. Dan jangan kangen ya dirusuhin lagi sama aku. Plak. Haha.. Terima kasih juga untuk kakak-kakak Divisi Event BBI yang sudah membuat event yang seru ini, dan telah mempasangkanku dengan Kak Raafi. Jujur senang banget kenal lebih dekat dengan Kak Raafi dan "Ough, My Books!"-nya. 

Seperti sudah kita ketahui di postingan pertama "Rahasia Kecintaan Raafi terhadap Membaca",kak Raafi ternyata suka sekali buku-buku karya Rick Riordan. Karna aku penasaran dan tentunya kepo, maka aku mengajukan "sedikit" pertanyaan tentang penulis kesayangannya itu. Dan berhubung aku baik hati dan tidak sombong, aku akan men-share untuk kalian.   
Kenapa sih kak Raafi suka Rick Riordan?
Karena melalui buku-bukunya, aku jadi suka dengan genre fantasi. Pertama kali baca Rick Riordan itu "The Lost Hero" yaitu buku pertama dalam seri Heroes of Olympus yang merupakan lanjutan dari seri Percy Jackson and The Olympians.
Sudah berapa karya Rick Riordan yang kak Raafi punya? Buku mana yg paling disuka?
Wah, kalau dihitung ada hampir 20 buku sama yang belum dibaca. Cuma 2 buku kok yang belum dibaca. Hehe. Yang paling disuka itu buku pamungkas seri Heroes of Olympus yang berjudul "The Blood of Olympus". Kalau ditanya alasannya, pada buku itu semua karakter utama yang muncul dalam seri tersebut bersatu mengalahkan dewa-dewi yang akan menghancurkan bumi.
Wah.. banyak ya Kak. Bisa pinjem donk bukunya. Haha... Btw siapa sih tokoh favorit kak Raafi yg muncul di bukunya Rick Riordan? Knp?
Tokoh favorit adalah Nico di Angelo. Bahkan karenanyalah aku juga menyukai "The Blood of Olympus". Dia terlihat sebagai karakter pendukung dalam seri Heroes of Olympus namun sebenarnya perannya cukup besar. Masa lalunya yang kelam juga memberikan pelajaran mereka yang membaca seri ini, khususnya para remaja. Yang paling penting: pada akhirnya dia bisa menjadi dirinya sendiri. Itulah kenapa aku menyukai Nico!
Jadi, buku Rick Riordan mana yg paling berkesan? Beri alasannya ya Kak.
Yang paling berkesan mungkin sama dengan yang paling disuka ya. Jadi, sudah disebutkan di atas. Hehe.

Hebat ya kak Raafi sudah punya 20 buku karya Rick Riordan. Jujur, aku sampai sekarang belum pernah baca satu pun karyanya. Hanya kenal bahwa Rick Riordan adalah penulis seri "Percy Jackson". Sebatas itu. Namun, sejak kenal kak Raafi, aku jadi penasaran dengan buku-bukunya Rick Riordan. Semoga nanti aku bisa "menyicipi" karyanya. Oh ya, kak Raafi juga membocorkan lima buku yang ingin segera dibacanya. Yuk, intip buku apa saja yang masuk daftarnya. Siapa tahu sama dengan kalian.


1. "A Man Called Ove" karya Fredrik Backman

Buku ini sempat kubaca beberapa halaman sebelumnya namun belum benar-benar niat dibaca. Saat tahu buku ini diadaptasi ke film dan menjadi nominasi Piala Oscars 2017 sebagai Best Foreign Language Film, aku semakin penasaran dan berharap bisa segera membacanya. Bukunya sudah kupunya sejak Desember lalu.

2. "The Rest of Us Just Live Here" karya Patrick Ness

Aku menyukai Patrick Ness sejak membaca "A Monster Calls". Eksekusi yang ciamik tentang kisah monster yang dibawakan dengan berbeda dari begitu filosofis membuatku ingin membaca karyanya yang lain. Beruntung penerbit menerbitkan terjemahan "The Rest of Us Just Live Here". Kabarnya buku ini juga bergenre fantasi dan aku penasaran di mana letak fantasinya itu. Sudah kupunya sejak Januari lalu dan dibeli dari teman yang sudah membacanya tapi tidak terlalu menyukainya.

3. "The Hammer of Thor (Magnus Chase and the Gods of Asgard #2)" karya Rick Riordan

Aku ingin melanjutkan petualangan Magnus Chase segera! Oh ya, perbedaan seri ini dari begitu banyak seri lainnya adalah mengusung tema. dewa-dewi Nordik. Riordan menceritakan mitos dan legenda mereka melalui caranya.

4. "The Hidden Oracle (The Trials of Apollo #1)" karya Rick Riordan

Rick Riordan lagi? Kenapa tidak? I'm his big fan! Ingin baca ini juga karena bukunya baru saja diterjemahkan.

5. "Guantánamo Diary" karya Mohamedou Ould Slahi

Oke. Ini mungkin satu-satunya buku nonfiksi yang ingin segera kubaca. Sudah beberapa halaman terbaca sih, tapi tidak terlalu fokus karena godaan bacaan lainnya begitu menyiksa. Buku ini menceritakan seorang tahanan Amerika Serikat yang dituduh menjadi salah satu dalang terorisme di sana. kisah di dalamnya adalah murni tulisannya sendiri dengan banyak coretan dari pihak negara. Yah, itu saja cukup membuatku penasaran dengan kisah yang dialaminya.

Ternyata dua buku teratas dari list yang diberikan oleh kak Raafi sudah pernah aku baca. Yeaayy! Walaupun kedua buku itu nggak aku baca sampai selesai. Karna buku-buku tersebut bukan seleraku. Sorry. Semoga kak Raafi segera membaca kelima buku tersebut, biar aku bisa membaca review-reviewnya, terutama buku "The Hidden Oracle of Apollo #1" karya Rick Riordan. Yup, itu adalah buku yang kuberikan ke kak Raafi di #BBIShareTheLove2017. Dan seperti yang sudah ku posting di akun twitter & instagramku kemarin, buku yang kudapat dari kak Raafi adalah "In A Dark, Dark Wood" karya Ruth Ware.


Nah, sudah tahu kan jawaban dari giveaway yang diadakan olehku dan kak Raafi? Mungkin kalian juga sudah membaca pengumumannya yang tadi pagi sudah diposting oleh kak Raafi di blognya. Bila belum, berikut pemenangnya. Selamat ya.

Rimadian Ulfa Yusfia (@AdinRim)

dan

Alfath Famela R. (@alfari_12)









Rabu, 22 Februari 2017

Wishful Wednesday [6]



Selamat malam,

Tidak terasa ya, ketemu lagi dengan hari Rabu, yang berarti aku akan membagikan wishful wednesday-ku. WW kali ini cukup spesial, karena kak Astrid, si empunya meme wishfull wednesday, sedang mengadakan giveaway. Ternyata #WW ini sudah berlangsung sejak lima tahun lalu loh, dan hari ini kak Astrid sudah memposting WW yang ke-220. WOW! Malu ih, karna aku baru memposting 6 WW. Hiks.. Maafkan, karna aku memang baru mengetahui WW awal tahun ini.. Happy 5th Aniversarry btw kak. Semoga berkenan blog walking ke blog newbie-ku.  *kiskis

Oke, berhubung minggu kemarin aku dipasangkan oleh kak Raafi di #BBIShareTheLove, aku jadi merasa di"racunin" sama buku-buku bergenre fantasi yang merupakan genre favoritnya. Jadi inget kalau aku punya wishlist bergenre fantasi-horor yang sampai hari ini belum tercoret. 

Jujur, aku penasaran banget sama buku ini, aku bahkan awalnya mengganggap buku ini bertemakan full horror (liat saja kavernya yang rada horor). Semoga kak Astrid bisa menjadi peri yang mengabulkan wishfull wednesday-ku minggu ini. Amin.

Miss Peregrine's Home For Peculiar Children by Ransom Riggs

Bisa dibeli di bukabuku.com


Sebuah pulau misterius. Panti asuhan yang terbengkalai. Dan koleksi foto yang aneh bukan main. Semuanya menunggu ditemukan dalam kisah Miss Peregrine's Home for Peculiar Children, novel unik yang menggabungkan fiksi dan fotografi menjadi pengalaman membaca yang mendebarkan.
Jacob Portman yang berumur 16 tahun baru saja kehilangan kakek kesayangannya. Dulu kakeknya suka bercerita sambil menunjukan koleksi foto anak-anak, dan Jacob mengira kakeknya hanya membual. Setelah kakeknya meninggal tidak wajar. Jacob mengikuti pesan terakhirnya dan pergi ke pulau terpencil di luar pantai Wales, untuk mencari rumah Miss Peregrine dan anak-anak aneh itu. Yang ditemukannya hanya reruntuhan, tetapi ketika Jacob menjelajahi sisa kamar-kamar dan lorong-lorongnya, semakin jelas bahwa anak-anak ini sungguh-sungguh ada dan. Ajaibnya. Mereka masih hidup sampai sekarang. Walaupun tampaknya mustahil. Dan ada sebabnya mereka mengasingkan diri di pulau terpencil itu.






Senin, 20 Februari 2017

[Review] Love In City Of Angels - Irene Dyah

Judul Buku: Love In City of Angels
Penulis: Irene Dyah
Editor: Donna Widjajanto
Desain Sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-03-3491-2

BLURB

Ajeng  Gadis kota besar yang bisa sangat bitchy dalam banyak hal, terutama pernikahan. Baginya, cinta cuma mitos.
Yazan Khan  Malaikat, Master Yoda, si Poker Face. Ketenangannya menemani Ajeng membeli test pack, setenang saat ia menyelipkan bunga di tangan gadis itu. Pendek kata, mengerikan.
Earth  Pria yang berisiko membuatmu lupa segala, termasuk namamu sendiri.
Cheetah  Mamalia yang sebaiknya tidak disebut-sebut Ajeng.
Ibu  Dicurigai sudah kehilangan akal sehatnya karena mau menerima kembali pecundang itu.
Masjid Jawa di Bangkok  Tempat kisah-kisah bermula.
Krung Thep alias City of Angels alias Bangkok  Di kota ini, terlalu tipis batas antara iman dan godaan. Ajeng lebih suka menyebutnya The Sin City.

REVIEW

Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Ayuthaya Mahadilok Phop Nopharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasthan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit.

Huft.
Akhirnya berhasil juga aku menuliskan nama-yang-aneh-dan-susah-untuk-ditulis-bahkan-dibaca-untuk-lidah-orang-Indonesia-termasuk-diriku. Percayakah kamu bila nama sepanjang rangkaian kereta api itu adalah nama asli dari Bangkok? Aku percaya dan terkejut, sekaligus kagum dengan Kak Irene Dyah yang dengan kejeliannya menemukan nama kota di Thailand tersebut yang oleh orang lokalnya biasa menyingkatnya menjadi "Krung Thep" saja. 

Love in City of Angels adalah novel karya Kak Irene Dyah yang masuk ke dalam seri "Around The World with Love"-nya Gramedia batch 3. Berbeda dengan dua novel sebelumnya di seri yang sama, Love in marrakech dan Love in Blue City, di novel ini kak Irene menggambarkan tokoh utama perempuannya, Ajeng, yang bitchy dan bebas khas cewek-cewek metropolitan. 

Sebenarnya, aku baru pertama kali mengenal sosok Ajeng di novel ini, karna aku memang belum pernah membaca dua novel kak Irene sebelumnya yang memunculkan tokoh Ajeng, yaitu Tiga Cara Mencinta dan Dua Cinta Negeri Sakura. Sehingga aku cukup shock dengan karakter Ajeng yang agak liar. 

"Kenapa? Karena kamu mencium aroma dosa? C'mon, don't be too stiff. This is Bangkok. The sin city." - Ajeng (hal. 78)

Ajeng, yang merupakan perempuan dewasa dan mandiri ini, sangat anti dengan yang namanya pernikahan. Bahkan Ajeng mengganggap pernikahan adalah sebuah jebakan betmen yang harus dihindari oleh dirinya. Ketidakpercayaan dirinya akan sebuah ikatan pernikahan ini yang membuat dirinya tidak menganggap serius cowok-cowok yang dekat dengannya. Keluyuran, hang out ke Bar, minum alkohol dan have fun dengan cowok-cowok tampan menjadi kegiatannya di kota Bangkok. Semua hal itu disebabkan oleh masa lalu keluarganya yang tidak utuh.

Berbeda dengan Ajeng, yang "devil", kak Irene menggambarkan Yazan sebagai "angel"-nya. Cowok India yang dijuluki sebagai Master Yoda, merupakan cowok kalem yang taat beribadah. Kesabarannya dalam menghadapi semua sifat dan masalah yang dialami oleh Ajeng, membuat semua perspektif jelek yang ada di pikiran Ajeng perlahan berubah. 

"Tapi, terlalu banyak kebetulan yang terjadi di antara kita, Aju. Kalau kamu memang bukan jodohku, kenapa Tuhan menjadikan semuanya mudah bagiku?"
- Yazan (hal. 108)

Menurutku chemistry yang terjalin di antara Ajeng dan Yazan sangat terasa. Kadang aku sebel sendiri dengan sikap dingin yang ditunjukan oleh Ajeng. Kurang romantis apa coba bila ada cowok yang selalu membukakan pintu mobil dan mengirimi coklat setiap hari untuk meminta maaf? Yazan, sini sama aku aja. Haha...

Scene yang paling aku suka adalah saat Yazan menyebutkan lima alasan tentang semua kebetulan yang terjadi diantara dirinya dengan Ajeng. Di setiap alasan tersebut, Yazan mendahuluinya dengan menjatuhkan satu kuntum bunga oranye yang ke atas telapak tangan Ajeng. Sweet banget deh.

"Kadang merasa peduli dan merasa sayang saja tidak cukup. Kita harus menunjukkannya, dengan kata-kata, dengan perbuatan. Tidak semua orang bisa membaca apa yang kamu pikirkan di sini, yang kamu rasakan di sini..."
- Yazan (hal. 146)

Selain bercerita tentang kisah antara Ajeng dan Yazan, di novel ini kak Irene mengajak pembacanya bertravelling-ria ke sudut-sudut kota Bangkok, yang digambarkan secara detail. Aku seperti merasakan secara langsung bagaimana kota Bangkok disebut sebagai The City of Angels ataupun The City of Sin. Bagaimana kota ini mewakili dua sisi dalam manusia, yaitu sisi baik dan sisi buruk, tegantung dari mana kita memandangnya.

"Sudah, sama dia saja. Jangan gonta-ganti terus. Pacar kok kayak baju. Tiap hari ganti."
- Ibu (hal.171)

Aku sangat suka gaya penulisan kak Irene di novel ini. Banyak kejutannya sampai di akhir halaman. Bahkan aku sudah tertipu di dua halaman pada bab 1. Aku mengira ceritanya akan berakhir seperti kisah-kisah penyesalan "after wedding". Banyak hikmah yang bisa diambil dalam novel ini, tentang kepercayaan, memaafkan diri sendiri dan orang terdekat, dan tentang pencarian jalan Tuhan.

"Itu bukan hak kita untuk menghakimi. Bila Allah saja bisa menerima tobat dari dosa-dosa besar, apakah manusia ciptaan-Nya punya pilihan untuk angkuh?"
- Yazan (hal. 148)




Submitted For:

Lomba Review Buku
"Love In City Of Angels"

IRRC 2017
Kategori Ebook




[Pengumuman Pemenang] Blogtour & Giveaway #DarkRomance



Selamat malam,

Aku mau mengumumkan pemenang blogtour & giveaway #DarkRomance karya Zephyr persembahan Penerbit Diva Press. Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Diva Press yang berkenan mengajakku menjadi host blogtour ini. Semoga buku ini menjadi best seller. Terima kasih juga untuk Kak Dion yang sudah memberi kesempatan untukku bergabung dalam blogtour novel keren ini, walaupun aku masih newbie di BBI.

Untuk kalian semua yang sudah ikut serta di blogtour #DarkRomance, thank you so much. Aku tidak menyangka jawaban kalian bagus-bagus semua. Jadi bingung pilih makhluk fantasinya. Ada yang umum seperti vampire atau werewolf, namun ada juga yang milih Troll versi cakepnya. Bahkan ada yang milih Goblin versi Korea yang kemarin-kemarin booming di linimasa twitter.

Sayangnya, aku hanya bisa memilih satu pemenang saja. Mohon maaf bila nantinya ada yang kubuat kecewa. Jangan sampai mengutukku ya... Oke, langsung saja ya aku umumkan siapa pemenangnya. And the winner is...




Jika aku tokoh utama dalam buku fantasi, aku pengin yang menjadi pasanganku Damen, dalam buku serial The immortal series karya Alyson Noel. Dia berpasangan dengan Ever Bloom, tokoh utama wanita. Saya suka Damen, dia makhluk abadi , tetapi bukan vampire, dia tidak makan darah manusia. Tetapi mempunyai ramuan khusus, sehingga bisa hidup abadi, tidak pernah sakit dan selalu muda. Saya suka karena dia terkadang menyebalkan, tetapi tiba-tiba bisa romantis, dapat mewujudkan hal-hal yang tidak terduga dalam waktu sekejap. Misalnya dia dapat menghadirkan taman bunga yang indah dalam hitungan detik. Dan selalu setia, meski ketika wanita itu meninggalkannya...
Tipe idaman deh 

Selamat untuk pemenang, kamu mendapatkan satu eksemplar novel #DarkRomance. Segera kirim data diri yang lengkap via DM twitter @nAshari3 atau email ke nasharie88@gmail.com , aku tunggu hingga 2 x 24 jam sejak pengumuman ini aku posting. Bila tidak ada konfirmasi sampai waktu tersebut, aku akan memilih pemenang yang lain.

Sekali lagi terima kasih. Sampai bertemu di blogtour dan giveaway lainnya.




Rabu, 15 Februari 2017

Wishful Wednesday [5]



Hay, bagaimana hasil quick count pasangan calon yang kalian pilih? Unggul kah? Aku sih nggak nyoblos karna daerah tempat tinggalku tidak melakukan pemilihan pemimpin hari ini. Kebetulan sekali buku yang kuinginkan di wishful wednesday minggu ini berhubungan juga dengan "pemilihan". 

Yupz, aku senang sekali saat Penerbit Bentang Belia menerjemahkan buku "The One" ke dalam Bahasa. Aku memang belum pernah membaca buku dalam seri ini, namun aku sudah "mengincarnya" sejak lama. Dan sekarang setelah buku ketiganya terbit, aku pengen ketiga-tiganya. Whoaaaa...
Apalagi cover-nya disamakan dengan cover aslinya, cantik seperti diriku. 

The Selection Series By Kiera Cass

The Selection Series #3

Tinggal empat gadis yang tersisa menuju akhir kompetisi. Suasana di istana semakin tegang. Saat gadis elite lainnya semakin gencar mendekati Pangeran Maxon, aku justru kian ragu menyatakan perasaanku. Aku takut Maxon tidak menginginkan aku. Sikapnya kepada gadis-gadis lain terlihat sama manis dengan perlakuannya kepadaku. Argh, sebenarnya siapa yang akan Maxon pilih?
Sementara itu, Raja Clarkson semakin terang-terangan tidak menyukaiku. Baginya, aku tak pantas karena terkesan selalu berani menentang aturan. Satu-satunya cara untuk tetap bertahan adalah dengan menjadi favorit warga Illéa, dukungan mereka pasti berpengaruh. Namun, mampukah aku? Bermanis-manis kepada Maxon saja aku kurang ahli, apalagi menaklukkan hati seluruh penduduk di penjuru Illéa.



The Selection Series #1

The Selection Series #2







Selasa, 14 Februari 2017

#BBI Share The Love 2017: Rahasia Kecintaan Raafi terhadap Membaca



Happy Valentine's Day and International Book Giving Day,


Hari ini spesial banget loh, selain ada dua peringatan di hari yang sama, hari ini blogku kedatangan special guest, seorang blogger kece yang sudah tak asing lagi di dunia persilatan pebukuan. Hayo... tebak siapa dia?*siul-siul*

Yupz, dia adalah Abduraafi Andrian, atau biasa kupanggil kak Raafi. Semakin terasa spesial karna kali ini kak Raafi tak keberatan "membocorkan" sejarah kecintaannya akan membaca. Mungkin sebelumnya, hanya orang-orang terdekatnya dan pasangannya saja yang mengetahui, namun hari ini kalian semua akan mengetahuinya termasuk diriku. 

Kesempatan langka ini kudapat karna mengikuti event BBI yang diberi nama BBI Share Love 2017. Ini adalah event perdana yang aku ikuti sejak aku bergabung dengan BBI awal tahun ini, yupz aku memang masih newbie.  Selain untuk memperingati Valentine's Day and International Book Giving Day, #BBIShareLove2017 ini bertujuan untuk saling mengenal antar anggota BBI. Seperti pepatah, "tak kenal maka tak sayang". #lho

Yuk, intip curcol'an Kak Raafi akan kecintaannya terhadap membaca. 

Aku pernah diceritakan oleh ibuku bahwa aku amat gemar membaca saat masih kecil. Beliau bilang kalau aku lebih cepat beberapa waktu dalam mengerti sebuah bacaan. Pada umur tiga tahun, ketika kakekku mengajak ke pasar, aku selalu memintanya berhenti sejenak karena aku sedang berlatih membaca kata-kata yang tertera pada spanduk, baliho, bahkan stiker yang tersebar tak keruan di sana. Saat memasuki TK, aku sempat menuliskan surat kepada kakekku menggunakan huruf sambung dan beliau menyimpannya sampai aku beranjak remaja. Saat memberitahukan surat tersebut kepadaku, beliau bilang kalau hasil tulisan sambungku bagus. Aku kagum.

Bicara tentang cinta baca, aku harus bilang kalau masa kecilku tidak terlalu berdekatan dengan buku. Ya, aku sudah bisa baca kala anak-anak lain seumuranku belum bisa. Tapi, aku hidup di lingkungan yang tidak memberikan akses membaca lebih banyak. Boro-boro baca, memegang buku saja seperti memegang senapan. Berat. Mengerikan. Sekali-kali saja. Bahan bacaan yang ada di rumah kala itu mungkin hanya buku pelajaran dan koran-koran yang dibawa ayah ketika pulang ke rumah. Aku dan teman-teman di TK diberikan buku "Totto-Chan: Si Gadis Cilik di Tepi Jendela" karya Tetsuko Kuroyanagi. Saat itu aku belum tahu kalau buku itu seharusnya untuk ayah dan ibuku. Tapi karena tidak ada bahan bacaan lain, aku membacanya bahkan berkali-kali walaupun tidak mengerti isinya sama sekali.

Saat SMA, aku sempat patungan untuk membeli sebuah buku bersama seorang teman sekelas. Kami berlagak membeli buku via online untuk pertama kalinya. Kami ke warnet untuk melakukan transaksi. Kami pergi ke bank untuk transfer uang yang sudah kami kumpulkan. Kami menunggu beberapa waktu sampai akhirnya buku tersebut tiba. Kami membacanya bergantian. Buku itu berjudul "Nibiru dan Kesatria Atlantis" karya Tasaro GK. Kami senang dengan pencapaian tersebut. Kuharap temanku masih menyimpan dan menjaga bukunya baik-baik.

Beranjak dewasa, tepatnya ketika kuliah dan diharuskan tinggal di kota besar, aku seperti kegirangan dengan keleluasaan akses mendapatkan buku. Aku bisa pergi ke toko buku kapan saja. Aku bahkan mencari tempat penyewaan buku yang waktu itu masih menjadi primadona para mahasiswa. Buku pertama yang kubeli saat kuliah adalah "The Lost Hero" karya Rick Riordan. Itulah yang menjadi perkenalan pertamaku dengan sang penulis dan sampai sekarang aku berusaha untuk membaca semua buku-bukunya.

Hal yang kusebutkan di atas membuatku bersyukur kini aku bisa mendapatkan akses kepada bahan bacaan semudah membuka gawai. Semakin banyak buku yang kumiliki, semakin aku merasa cinta terhadap mereka. Walaupun hampir sebagian besar simpanan yang ada belum kubaca sama sekali, aku tetap bangga. Bahkan saat seorang rekan kerja menanyakan sebagian besar pendapatanku kuhabiskan untuk apa, aku dengan bangganya menjawab buku.

Menurutku, seseorang yang mencintai pasangannya akan melakukan segala cara agar mendapatkannya dengan segera. Setelah itu, ia akan menjaganya sebaik-baiknya. Ia akan mengorbankan apa saja untuk tetap bersama dengan pasangannya karena, yah, ialah belahan jiwanya. Begitupun aku dengan buku. Aku yang hidup nomaden ini selalu membawa timbunanku ikut serta. Bahkan bisa dibilang memindahkan buku-bukuku lebih merepotkan ketimbang barang-barang lainnnya seperti pakaian.

Pada akhirnya kecintaan terhadap objek hobi merupakan bagian dari kecintaan pada hobi itu sendiri. Bila kamu hobi melukis, kamu akan membeli banyak kuas dan juga *easel* tapi tak luput untuk merawatnya. Bila kamu suka main *skateboard*, kamu akan memiliki koleksi skateboard dalam berbagai warna dan bentuk. Bila kamu suka olahraga lari, kamu sudah pasti memiliki banyak sepatu lari yang bermacam-macam merek dan fungsi. Begitupun dengan membaca, kamu akan memiliki banyak koleksi buku. Dan kamu tidak akan pernah puas dengan koleksimu itu sehingga kamu akan terus menginginkannya. Kalau kamu, seberapa besar cintamu pada membaca?

Dan jawabanku adalah sebesar timbunan buku yang ada di toko buku. Hahaha... Kalau jawabanmu apa?

Memang benar sih yang dikatakan kak Raafi, bila sudah cinta dengan sesuatu maka kita akan rela melakukan apa saja demi kecintaan kita itu. Seperti kak Raafi yang rela menyisihkan uang jajannya dan berpatungan dengan seorang teman untuk bisa membeli sebuah buku. Salut deh. Aku pun mengalami bagaimana akses untuk membeli buku tak segampang sekarang. Semoga semakin mudahnya akses mendapat bahan bacaan, semakin besar juga kecintaan kita akan membaca. 











GIVEAWAY TIME!

Aku dan Kak Raafi sepakat untuk memeriahkan event BBI Share the Love 2017 dengan mengadakan giveaway. Kami memberikan voucher buku senilai total 150 K untuk dua orang yang beruntung menjawab dengan pertanyaan yang akan kami berikan. Berikut rules-nya:
  • Follow akun Twitter @raafian dan @nAshari3 dan @BBI_2011
  • Bagikan tautan giveaway ini dengan mention akun Twitter di atas dan gunakan hashtag #BBISharetheLove.
  •  Berikan komentar atau respons tentang pos artikel ini pada kolom komentar di bawah.
  • Tebak novel yang kudapatkan dari Kak Raafi dengan petunjuk ini: 
  1. Bergenre Thiller-Mystery
  2. Penulisnya seorang wanita
  3. Salah satu Wishful Wednesday-ku
  • Cari tahu juga petunjuk novel yang kuberikan kepada Kak Raafi melalui tautan ini.
  • Lengkapi isian pada Google Form BBISharetheLove-Raafi-Sharie
  • Giveaway ini berlangsung sampai 20 Februari 2017 hingga pukul 24.00 WIB.
  • Giveaway ini terbuka untuk umum dan memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

GOODLUCK


Senin, 13 Februari 2017

[Blogtour & Giveaway] Dark Romance - Zephyr

Nama Buku: Dark Romance
Penulis: Zephyr
Penerbit: Senja
Terbit: Cetakan Pertama 2017
Tebal: 204 hlm; 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-391-326-8

BLURB

Seharusnya, cahaya dan kegelapan yang berpendar dari tubuh keduanya yang berasal dari bangsa berbeda akan saling menyakiti. Namun, yang terjadi pada pertemuan keduanya sungguh tak terduga.
Faye memejam, bersiap merasakan sakit ketika kegelapan pekat Eugene menyentuh pipinya. Namun beberapa detik telah berlalu dan tidak ada rasa sakit sama sekali. Gadis itu termangu. Ia sama sekali tak merasakan sakit ketika devoile itu menyentuh kulitnya.
Eugene terperanjat melihat fyriel di depannya tak memberikan reaksi apa pun. Mata yang bersudut tajam itu melebar, menatap mata Faye yang berkilau bagai kristal berwarna ungu. Kulit yang disentuhnya pun terasa begitu lembut bagai sutra. Eugene membeku melihat bibir tipis Faye yang merekah berwarna jingga. Sesaat, kecantikan fyriel itu membiusnya.

REVIEW

"They know it's false, but they can't stop falling into it..."

Alkisah, ada sebuah kerajaan bernama Asyre yang dihuni oleh tiga bangsa, yaitu bangsa Fyriel dengan cahayanya, bangsa Devoile dengan kegelapannya, dan bangsa Manusia. Kehidupan yang semula berdampingan, mendadak berubah saat seorang manusia merusak kedamaian tersebut. Kerajaan Asyre terpecah menjadi dua wilayah, timur dihuni oleh bangsa Fyriel yang dipimpin oleh Raja Atlura, sedangkan wilayah barat dihuni oleh bangsa Devoile dengan Raja Zodic.

Hingga suatu hari dua sosok dari kedua bangsa tersebut bertemu dan jatuh cinta. Faye, gadis cantik dari bangsa Fyriel yang memiliki pendar cahaya yang lemah merupakan putri dari seorang penjaga tambang Escudo, yang menjadi kelemahan dari kekuatan bangsa Devoile. Dan Eugene, sang putra mahkota bangsa Devoile yang memiliki kekuatan kegelapan yang sangat pekat. Mereka bertemu dan jatuh cinta pada pandangan pertama di Deep Forest, hutan indah di perbatasan kedua wilayah.

"Rasanya begitu ringan dan menyenangkan, membuatku lupa segalanya hingga melakukan hal yang mungkin akan kuanggap bodoh jika aku berada di posisi orang lain. Apa seperti ini rasanya jatuh cinta?" 
- Faye (hal. 56)

Keduanya menyadari bila cinta mereka tak akan bersatu. Namun, mereka pun tak bisa saling berjauhan. Semuanya semakin rumit saat kisah cinta keduanya diketahui oleh masing-masing pimpinan. Bahkan, Raja Zodic dengan liciknya memanfaatkan keadaan untuk menyerang bangsa Fyriel. Berhasilkah rencananya itu? Lalu bagaimana nasib kisah cinta Faye dan Eugene?

"Mungkin bagi yang lain dia adalah kegelapan, tapi dia adalah cahaya kehidupan bagiku."
- Faye (hal, 149)

Walaupun novel ini bergenre romance, namun penulis dengan sangat jeli memadukannya dengan genre fantasy. Alhasil, novel Dark Romance ini sangat unik dan menarik untuk dibaca. Tokoh-tokohnya yang memiliki sayap, membuatku membayangkan bangsa peri. Mungkin perpaduan antara manusia dan peri.


Tak hanya menceritakan kisah cinta terlarang dan cinta segitiga, novel ini pun menceritakan tentang cinta seorang ayah kepada anak perempuannya. Bagaimana Vortes akhirnya bisa menerima bahwa Faye sangat mencintai Eugene. Aku pun menemukan tema persahabatan di novel ini. Persahabatan yang terjalin kuat diantara Faye-Kyrion dan Eugene-Saber. Ada di salah satu part yang membuatku terharu saat Saber menolong Eugene dari cengkraman Raja Zodic yang sedang murka.

"Aku sudah berjanji pada Tuan Vortes untuk melindungimu dengan cara yang terbaik."
- Kyrion (hal. 44)

"Tapi naluriku mengatakan bahwa kau adalah sahabatku. Karena itu... seaneh apa pun jalan yang kau pilih, aku akan membantumu berjalan di sana."
- Saber (hal. 135) 

Scene yang paling romantis dan cukup membuatku baper adalah saat Eugene menggendong Faye untuk naik ke sebuah pohon paling tinggi di Deep Forest saat keduanya diam-diam bertemu. Eugene terpaksa melakukan hal itu karna pendar cahaya yang dimiliki oleh Faye tak cukup kuat untuk menumbuhkan sayap. Bagian ini membuatku membayangkan adegan romantis antara Edward dan Bella di serial Twilight. 


Menurutku novel Dark Romance ini terasa sangat "pas", semua kisah mendapat porsinya masing-masing. Aku merasa penulis menceritakannya dengan "to the point", sehingga tidak ada cerita yang "bertele-tele" yang dibuat sengaja untuk memperbanyak halaman. Yang paling "wow" dari semuanya adalah kejutan yang diberikan oleh penulis, dan dengan smart-nya penulis menyisipkannya di ending cerita.

Penasaran? Kamu harus membaca novel ini. Aku menjamin kamu akan jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Cahaya dan kegelapan. Bisakah kami menjadi satu?" 
- Faye (hal.73)



GIVEAWAY TIME!



Finally, sampai juga di pekan keempat dari rangkaian blogtour & giveaway Dark Romance karya Zephyr. Ini kesempatan terakhirmu mendapatkan satu eksemplar buku genre fantasi ini persembahan Penerbit Diva. Berikut rulesnya:
  • Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia
  • Follow twitter @divapress01 dan @nAshari3
  • Like FansPage (FP) Penerbit Diva Press 
  • Follow blog ini via GFC, Google+ atau email (pilih salah satu saja ya)
  • Share info giveaway ini dengan hastag #DarkRomance , jangan lupa mention twitter kami, @divapress01 dan @nAshari3 
  • Jawab pertanyaan di bawah ini pada kolom komentar beserta nama, akun twitter, dan link share.
Bila kamu menjadi tokoh utama dalam sebuah buku fantasi, makhluk fantasi seperti apa yang kamu inginkan menjadi pasanganmu? Beri alasannya juga ya.
  • Giveaway ini akan ditutup pada tanggal 19 Februari 2017 hingga pukul. 24.00 WIB
  • Pengumuman pemenang akan kuumumkan secepatnya di blog ini dan di akun twitterku.

GOODLUCK

Submitted For

Kategori: Buku Cetak

IRRC 2017

Jumat, 10 Februari 2017

[Review] Remember the Flavor - Fei

Judul Buku: Remember the Flavor
Penulis: Fei
Penyunting: Prisca Primasari
Cover Designer: Alvinxki
Penerbit: Haru Media
Terbit: November 2016
Tebal: 244 hlm; 19 cm
ISBN: 978-602-6383-06-08

BLURB

Dimas dan Melodi adalah dua sahabat yang saling mencintai, walau kata cinta tidak pernah terucap dari bibir masing-masing. Dimas selalu ada untuk Melodi dan menjadi suporter utamanya. Namun ketika Melodi memilih pergi meninggalkan Dimas untuk mengejar impian, akankah Dimas masih tetap ada untuknya ketika ia kembali?
Karena rasa itu tidak pernah mati, ia selalu ada di hati.... 

REVIEW

"You can't be sad when you're eating ice cream"

Cinta yang tumbuh dalam persahabatan sepertinya memang selalu menjadi tema yang menarik untuk diangkat dalam sebuah novel. Begitu pula dengan novel Remember The Flavor karya Fei ini, persahabatan antara Dimas dan Melodi ini tak disangka-sangka menumbuhkan cinta di antara keduanya. Sayangnya, cinta Dimas bertepuk sebelah tangan. Walaupun, Melodi tak secara terang-terangan menolak Dimas, namun fokus utama gadis berambut ikal itu adalah mengejar mimpinya menjadi seorang penyanyi.

Novel yang dibuat berdasarkan script film berjudul sama ini, menceritakan bagaimana hangatnya cinta diantara dua sahabat dan cinta pada keluarga. Filmnya memang baru akan ditayangkan tanggal 15 Februari nanti, sehingga aku belum bisa membandingkan novel ini dengan filmnya. Namun, novel ini cukup menjadi appetizer yang cukup menggugah selera pembacanya untuk menikmati filmnya nanti. 

"Life is like ice cream, enjoy it before it melts"

Yang menarik dari kisah ini adalah kedai es krim yang menjadi usaha turun temurun dari keluarga Dimas. Walaupun awalnya kedai tersebut masih mempertahankan desain interior  yang sama dari zaman dahulu, namun berdasarkan saran Dimas kedai itu akhirnya direnovasi. Jadi penasaran seperti apa visual dari kedai es krim ini di film. Oh ya, ada ciri khas dari kedai es krim ini yang berbeda dengan kedai lainnya yaitu adanya quote-quote yang bertemakan ice cream yang dituliskan oleh Tanu di kaca kedai. Quote-quote itu selalu digantinya sesuai mood dari Dimas. 

Aku sangat menyayangkan ending yang menggantung di novel ini. Yup, kamu tidak akan menemukan seperti apa ending dari kisah Dimas dan Melodi saat kamu membacanya novel ini hingga halaman terakhir. Bahkan kamu diberi banyak pertanyaan tentang kisah cinta Dimas-Melodi. Kamu harus menonton filmnya untuk mengetahui hal tersebut. Dan ini agak mengecewakanku. Jujur, aku nggak begitu suka dengan konsep seperti ini. Rasanya percuma membeli novel bila harus menonton filmnya juga.

Walaupun begitu, novel ini cukup ringan dan sangat cocok dibaca sambil menikmati se-cup ice cream. Setidaknya nikmati dahulu novel Remember The Flavor ini sebelum menikmati filmnya. 

"There's not enough ice cream in this world can fix a broken heart"






Submitted For:

Indonesian Romance Reading Challenge
2017

Kategori: Buku Cetak











Kamis, 09 Februari 2017

[Review] Garis Waktu - Fiersa Besari

Judul Buku: Garis Waktu
Penulis: Fiersa Besari
Penyunting: Juliagar R.N.
Desainer Cover: Budi Setiawan
Penerbit: Media Kita
Tahun Terbit: 2016
Cetakan: Keempat 2016
Tebal Buku: iv + 212 hlm; 13 x 19 cm
ISBN: 978-979-794-525-1

BLURB

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju,
akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju,
akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju,
akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.
Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.
Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.

REVIEW

"Jangan memikat jika kau tak berniat mengikat." (hal. 19)

Buku Garis Waktu menceritakan tentang perjalanan cinta sang penulis, Fiersa Besari. Dimulai dari pertemuannya dengan seseorang yang membuatnya jatuh hati, keakraban yang terjalin, menjadi "tong curhatan", pedekate , jadian, patah hati hingga mengikhlaskan. Diceritakan secara beruntun, kisah ini dimulai dari bulan April, bulan yang begitu spesial bagi Bung (sapaan akrab Fiersa Besari).

"Sekuat-kuatnya seseorang memendam, akan kalah oleh yang menyatakan.
Sehenat-hebatnya seseorang menunggu, akan kalah oleh yang menunjukkan." (hal. 33)

Jujur, aku sangat menjauhi buku-buku dengan tema seperti ini. Entahlah, persepsiku dengan buku bertema sejenis ini sangat jelek. Aku memang termasuk ke dalam orang-orang yang "menyeragamkan" dunia buku. Aku sudah membayangkan isinya adalah curhatan "alay-alay" yang bukan aku banget. Lalu kenapa aku membeli dan membaca buku ini? Alasannya bisa dibaca di sini.

"Menaruh hati di atas ketidakpastian sikap, sama saja dengan menaruh tangan di tangan seseorang yang sama sekali tidak ingin menggenggam." (hal. 49)

Ternyata aku salah, buku ini memang berisi curhatan Bung, tetapi ditulis dengan sangat bagus. Kata-katanya seperti menyihir diriku. Simple tapi "ngena" banget. Mungkin karna aku pernah berada di posisi yang sama dengan penulis, jadi tidak susah untuk memahami perasaan yang ditulis oleh Bung.

"Karena... aku menyayangimu tanpa 'karena'." (hal. 85)

Semua yang tertulis di buku ini sangat manusiawi, cowok juga ternyata bisa patah hati hahah... aku yakin banyak orang di dunia ini pasti pernah mengalaminya. Dan yang paling aku suka, tulisan-tulisan Bung ini tak hanya menyeluruh soal keterpurukan saja, namun memberi cara bagaimana seorang Bung berusaha melewati keterpurukan itu. 

"Aku tidak tahu cara membencimu dengan baik dan benar, seperti kau tidak tahu cara menyayangiku dengan baik dan benar." (hal. 145)

"Beberapa orang berhenti menyapa bukan karena perasaannya berhenti; melainkan karena telah mencapai titik kesadaran untuk berhenti disakiti." (hal. 155)

"Jika tidak bisa menghapus seseorang dari ingatanmu, mungkin memang ia digariskan untuk ada di sana. Sudahlah... manusia akan melupa pada saatnya." (hal. 179)

Penulis juga tak lupa menyisipkan bagaimana peran serta keluarga dan sahabat-sahabatnya yang membantu dirinya menghapus luka. Terlebih saat part tentang Bapak. Duh, aku jadi sangat terharu. Kebetulan aku pun baru kehilangan Papi. I miss you so bad, Dad. 

"Semua akan berujung pada: meninggalkan atau ditinggalkan, menangisi atau ditangisi. Semoga kita bisa lebih menghargai waktu." (hal.187)

Cover buku ini juga keren. Sangat universal. Pembaca yang laki-laki pun bisa dengan pede-nya menenteng dan membaca di ruang publik. Buku Garis Waktu ini juga quoteableBanyak quote-quote yang bisa membuatku baper. Bacaan ringan buat kamu yang siap untuk jatuh cinta, patah hati dan mengikhlaskan.

"Pada akhirnya, jemari akan menemukan genggaman yang tepat, 
kepala akan menemukan bahu yang tepat,
hati akan menemukan rumah yang tepat." (hal. 199)




Submitted For:

Indonesian Romance Reading Challenge
2017

Kategori: Buku Cetak








Rabu, 08 Februari 2017

Wishful Wednesday [4]




Hello (again)...

Nggak terasa ya sudah hari rabu lagi. Walau masih di bulan Februari yang penuh dengan cinta, tetapi untuk minggu ini buku yang masuk ke wishful wednesday bukan bertema love. Ceritanya aku anti mainstream. hahhaa...

Silent Wife By Harrison


Jodi Brett seorang psikoterapis yang cantik dan cerdas. Todd Gilbert seorang pengusaha yang sedang menuju puncak kesuksesan. Pasangan sempurna di mata semua orang. Siapa yang menyangka bahwa apa yang tampak indah di luar, bukanlah kenyataan yang sesungguhnya?
Satu telepon di suatu siang dan hidup Jodi tidak lagi sama. Jodi menyaksikan dunianya yang sempurna runtuh dalam sekejap. Dia terancam kehilangan segalanya. Harta benda, apartemen, dan Todd.
Selama ini Jodi selalu diam, menutup mata atas semua kesalahan Todd. Haruskah dia terus diam dan merelakan? Ataukah dia harus membalas dendam?
Apa pun pilihannya, semua orang tahu bahwa wanita yang terluka bisa menjadi sangat berbahaya.
Arrgghh... aku nggak pernah tahan oleh godaan novel-novel bergenre thriller. Membaca sinopsis dari buku terbaru terbitan Noura ini membuatku memasukannya ke #WW minggu ini. Numpuk lagi deh wishlistku.

Semua Ikan Di Langit By Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie 


"Pekerjaan saya memang kedengaran membosankan— mengelilingi tempat yang itu-itu saja, diisi kaki-kaki berkeringat dan orang-orang berisik, diusik cicak-cicak kurang ajar, mendengar lagu aneh tentang tahu berbentuk bulat dan digoreng tanpa persiapan sebelumnya—tapi saya menggemarinya. Saya senang mengetahui cerita manusia dan kecoa dan tikus dan serangga yang mampir. Saya senang melihat-lihat isi tas yang terbuka, membaca buku yang dibalik-balik di kursi belakang, turut mendengarkan musik yang dinyanyikan di kepala seorang penumpang… bahkan kadang-kadang, menyaksikan aksi pencurian. 

Trayek saya memang hanya melewati Dipatiukur-Leuwipanjang, sebelum akhirnya bertemu Beliau, dan memulai trayek baru: mengelilingi angkasa, melintasi dimensi ruang dan waktu."

Sebenarnya sih aku belum pernah baca karya Ziggy. Namun, aku penasaran sekali dengan buku-bukunya yang menurut banyak orang bagus dan sangat unik. Mungkin buku terbarunya ini menjadi buku pertama karya Ziggy yang nanti akan membuatku jatuh cinta dengan tulisannya.




Selasa, 07 Februari 2017

[Meet & Greet] Melintasi Garis Waktu with Fiersa Besari



Sabtu lalu (4 Februari 2017), Gramedia World Karawang dihebohkan dengan kedatangan Fiersa Besari. Musisi indie dan penulis yang biasa dipanggil "Bung" itu, memilih Karawang sebagai rangkaian tur Garis Waktu sebelum berlanjut ke proyek selanjutnya.

Oke, aku ingin membuat pengakuan. Sebenarnya sebelum acara tersebut aku tidak tahu siapa Bung itu. *langsung ditimpuk* Aku memang pernah tahu ada buku Garis Waktu yang cukup bikin baper beberapa teman yang aku follow di twitter. Hanya sebatas itu karna jujur aku sangat menjauhi buku-buku dengan tema yang bikin baper. Namun, saat ada promo diskon 70% di salah satu toko buku online pada bulan November lalu, dan buku Garis Waktu termasuk ke dalam salah satu buku yang di promo, aku langsung membelinya. Lumayanlah, buat nambah-nambah timbunan. Hehe...

Setelah sampai di tanganku pun buku itu langsung terpajang canti di rak buku (maafkan ya Bung. xixixi...) hingga beberapa minggu sebelum acara, aku melihat info meet & greet-nya dari IG Gramedia Karawang. Aku langsung membulatkan tanggal, dan mencari "tebengan" kesana. Lokasi Gramedia Karawang agak menyulitkan buatku yang tidak bisa mengendarai motor, karena susah diakses dengan kendaraan umum seperti angkot. Hal ini yang membuatku lebih sering memilih Gramedia di Bekasi atau Jakarta untuk aku datangi, walaupun daerah tersebut lebih jauh dari daerah tempat tinggalku yang di Cikampek.


Setelah melobi ade dan nyokap, akhirnya aku mendapat tumpangan kesana dengan syarat aku akan di"drop" di Gramedia sedangkan mereka akan menonton di Blitz. Buatku itu tidak masalah, karna sedang tidak ada film yang bagus yang sedang tayang. Hohoho... Sesampainya disana sudah cukup banyak yang datang, walaupun acara belum dimulai. Tak lama, acara dimulai dan semakin riuh saat Bung datang ke stage. 

Aku hanya terbengong-bengong melihat antusias penggemar Bung yang mayoritas adalah ABG. Tak hanya kaum hawa, banyak pula kaum adam yang hadir. Mungkin karna Bung dikenal lebih dahulu sebagai musisi kali ya, jadi mereka yang menikmati musik Bung hadir juga. 

Walaupun agak sedikit garing di awal acara karna MC-nya kurang berpengalaman, tetapi untunglah penontonnya bisa menghidupkan suasana. Terlebih saat bagian challenge yang mengharuskan beberapa penonton membacakan part dalam buku yang menjadi favorit mereka. Aku pun ikut-ikutan baper. Serius. Ternyata quote-quote di buku itu bener-bener jleb banget. Aku nyesel baru buka segel buku itu saat berangkat ke Gramedia, kenapa nggak dari dulu-dulu. hiks..


Acara diakhiri dengan foto bareng Bung dan tanda-tangan. Untuk sesi ini, aku meminta tolong ke Kak Putri, yang kebetulan kita janjian disana, untuk mengantri. Ada insiden "tak diduga" yang dialami olehku, yang mengharuskan aku tak ikut mngantri, bahkan hampir tidak berfoto dengan Bung. 

Hasil titipan antri dari kak Putri. Thank you so much :*

Allah ternyata masih sayang padaku, setelah mengurungkan niat berfoto, aku akhirnya mendapatkan kesempatan berfoto dengan Bung di sela-sela akhir acara. Bung sebenarnya sudah ditarik-tarik pergi dari stage.  Aku salut banget sama Bung yang ramah banget. Sukses ya Bung buku-buku selanjutnya.




Acaranya seru, bukunya kece plus baper, dan penulisnya friendly, sayangnya penyelengaranya kurang memuaskan. Kalau boleh memberi saran, sebaiknya di acara meet & greet atau launching selanjutnya, minimal disediakan kursi untuk penggemar yang hadir, jangan duduk di bawah. Gegara duduk di bawah ini, kakiku jadi di gips. hiks... Tapi, nggak bikin aku kapok kok hadir ke acara meet & greet berikutnya. 











[Pengumuman] Pemenang Blogtour #PinocchioHusband

Selamat pagi, Alhamdulillah, blogtour Pinocchio Husband di blogku sudah berjalan lancar. Terima kasih untuk semua yang sudah berpar...