Selamat Datang di Notebook Sharie

Sabtu, 16 September 2017

[Blogtour] Flesh Out - Bellazmr

Judul: Flesh Out
Penulis: Bellazmr
Penyunting: Tim editor fiksi
Penerbit: Grasindo
Terbit: Juli 2017
Tebal: 305 hlm.
ISBN: 978-602-375-977-4

BLURB

Ada beberapa takdir yang sekalipun berusaha ditolak, tapi nyatanya tak pernah bisa dihindari. Bagi Reina Pamela takdir orangtuanya yang bersahabat baik dengan orangtua Frans Guntoro adalah takdir yang paling ingin ditolak.
Frans dan Reina saling kenal sejak kecil. Keduanya selalu bersama dan terikat. Namun sayangnya Frans dan Reina tidak mewarisi hubungan kedua orangtua mereka yang akrab. Frans dan Reina adalah dua orang yang tidak bisa disatukan, selalu bertengkar, dan tak pernah akur.
Bagi Frans, Reina adalah perempuan yang tak mudah ia tebak. Bagi Reina, Frans adalah laki-laki yang harus ia hindari. Namun, bagaimana jika suatu hari Frans mampu menebak Reina dan Reina tak mampu untuk menghindari Frans?

REVIEW


"Main itu di Timezone, bukan di friendzone. Kalau friendzone mainnya bukan sama mesin bermain, tapi sama perasaan." (hlm. 68)

Pernahkah kamu menaiki suatu wahana permainan yang bernama Niagara di salah satu taman bermain yang ada di Jakarta? Wahana yang mengharuskan kamu menaiki sebuah perahu kecil yang berjalan perlahan-lahan yang kemudian mulai menaiki sebuah lintasan yang cukup tinggi. Bila sudah mencapai puncaknya, kereta tersebut akan meluncur bebas ke bawah. Selama beberapa detik kamu harus melawan gaya gravitasi dan tersadarkan saat wajahmu tersiram air. Lega.

Ya, seperti itulah yang aku rasakan saat membaca novel Flesh Out ini. Dari awal aku sudah dibuat menikmati kisah antara Reina dan Frans ini. Mengambil tema yang sederhana dan gaya penulisan yang asyik, penulis berhasil membuatku tersenyum-senyum dengan interaksi para tokohnya. Hingga menjelang akhir, tiba-tiba aku dikejutkan dengan plot twist yang bikin spechless. Aku sedih, kupikir bakalan sad ending (sampai gak sadar kalo air mata mengalir). Hiks... Seriously, ini benar-benar di luar ekspetasiku. Karna sejujurnya, aku memang belum pernah membaca Flesh Out sebelumnya saat masih di Wattpad.

Menceritakan tentang dua remaja yang mempunyai sifat dan dunia yang bertolak-belakang, keduanya terpaksa harus selalu bertemu karna bersekolah di SMA yang sama, dan diperparah dengan persahabatan yang terjalin di antara kedua orangtuanya. Reina--kapten cheer dan siswi berprestasi, sedangkan Frans-- kapten futsal dan biang kerok di sekolahnya. Keduanya bagai tom & jerry, selalu bertengkar bila bertemu.

"Who knows, jangan main-main sama suatu hubungan. Takutnya lo malah dipermainkan oleh perasaan." (hlm. 71)

Aku sangat suka dengan karakter kedua tokoh utamanya ini. Yang satu jutek, yang satunya lagi usil dan "gokil" banget. Pokoknya ada saja tingkah laku Frans yang membuat Reina sebal. Frans selalu saja mencari-cari kesempatan untuk selalu berada di dekat Reina. Walaupun begitu, aku salut dan terharu dengan sikap Frans yang gentle. Dia tetap berjuang untuk mendapatkan cinta orang yang disayangnya, walaupun orang tersebut terlalu gengsi.

"Level tertinggi dari suatu hubungan adalah mempertahankan dia yang mulai beranjak meninggalkan kamu. Level tertinggi omong kosong adalah kalimat barusan." (hlm. 84)

"Cinta itu nggak bisa dipaksain, Kak. Cinta itu adalah dua orang yang yakin dengan perasaan masing-masing, lalu disatukan lewat takdir." (hlm. 145)

Selain kedua kedua tokoh utamanya itu, ada satu lagi tokoh yang membuat hidup kisah ini dengan kekocakannya yaitu Ateng, sahabatnya Frans. Omongannya "receh" banget.

Hanya satu hal yang membuatku agak terganggu (dan sejujurnya kaget sih) yaitu kalimat "Aing kudu piye, Rien." pada halaman 190. Rasanya aneh tiba-tiba ada kalimat itu, padahal setting tempat di novel ini adalah Palembang, dan beberapa kali juga ada kata-kata yang menggunakan bahasa daerah tersebut. Apakah Frans berasal dari daerah lain? Atau hanya "slang" saja?

"Aku sudah pada titik di mana aku harus belajar bahagia tanpa kamu." (hlm. 257)

Selain itu, ada beberapa typo yang masih aku temukan di novel ini, diantaranya:
  1. Kata "melepasakan" pada hlm. 29
  2. Kata "upacaran" pada hlm. 154
  3. Kata "nghibur" pada hlm. 220
Overall, novel Flesh Out ini aku rekomendasikan untuk kamu pecinta romance. Banyak quote yang akan membuat kamu baper. Novel "Wattpad Fiction" dari Grasindo yang wajib kamu punya.

"Waktu selalu mengajari kita bahwa dalam setiap perjalanan pasti akan selalu menemukan titik akhir. Entah itu akhir yang menyenangkan, atau justru menyedihkan." (hlm. 274)




GIVEAWAY TIME!





Di blogtour "Flesh Out" ini, Grasindo punya satu novel random yang bisa kamu miliki. Caranya mudah:

1. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia

2. Follow akun twitter Grasindo & @nAshari3 dan IG Grasindo, bellazmr , Fiksi Grasindo dan @nashari3

3. Share/repost info giveaway ini (bisa lewat twitter atau instagram). Jangan lupa mention keempat akun di atas dengan hastag #BlogtourFleshOut

4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar, beserta nama, domisili, akun twitter/IG dan link share.

"Bila Frans mempunyai panggilan kesayangan untuk Reina, yaitu Mei-Mei karena dia suka sekali dengan serial kartun Upin-Ipin. Apakah panggilan kesayanganmu yang diberikan oleh orang tersayangmu (bisa keluarga, sahabat, pacar atau suami/istri)? Beri alasannya juga ya."

5. Giveaway ini akan berlangsung hingga tanggal 22 September 2017 pkl. 23.55 wib. Dan pemenangnya akan kuumumkan secepatnya di blog dan media sosial lainnya.

6. Pastikan akunmu tidak di private ya.

*GOODLUCK*




Senin, 15 Mei 2017

Wrap Up: IRRC 2017



Halo,

Aku mau wrap up nih bacaanku di IRRC 2017 sampai hari ini. Belum semua review yang aku buat di blog, banyakan yang sempat aku review di Goodreads. Xixixi..
Berikut daftarnya:

  1. To Be With Mr. Popular by Gemscribble
  2. Tewasnya Gagak Hitam by Sidik Nugroho
  3. After Wedding by Pradnya Paramitha
  4. Neraka di Warung Kopi by Sidik Nugroho
  5. Ninja dan Utusan Setan by Sidik Nugroho
  6. Love Me Again by Indah Hanaco
  7. Remember The Flavor by Fei
  8. Dark Romance by Zephyr
  9. Garis Waktu by Fiersa Besari
  10. Loe in City of Angels by Irene Dyah
  11. Heartwarming Chocolate by Prisca Primasari
  12. Bad Boys by Nathalia Theodora
  13. Bad Boys #2: Troy's Spy by Nathalia Theodora
  14. Bad Boys #3: Lionel's Keeper by Nathalia Theodora
  15. Flip-Flop by Rido Arbain
  16. Mission D'Amour by Fransisca Todi
  17. Insecure by Seplia
  18. Replay by Seplia
  19. Mahardikans by Resti Dahlan
  20. Carisa dan Kiana by Nisa Rahmah
  21. Boy Toy by Alia Zalea
  22. Ther Melian #1: Revelation by Shienny M.S.
  23. Ther Melian #2: Chronicle by Shienny M.S.
  24. Ther Melian #3: Discord by Shienny M.S.
  25. Ther Melian #4: Genesis by Shienny M.S.
  26. Three Sisters by Seplia
  27. Fixing a Broken Heart by Indah Hanaco
  28. Honeymoon Express by Mia Arsjad

Baru segini buku romance yang aku baca dari target 50 buku. Semoga di akhir tahun nanti aku bisa mencapai target tersebut. Semangat!

Jumat, 14 April 2017

[Let's Talk] Incomplete Book Series


Hallo readers,

Tidak terasa ya rangkaian #BBIHUT6Marathon sudah akan berakhir. Buat yang belum membaca postinganku sebelumnya, bisa baca di sini. Mungkin ini adalah postingan terakhirku untuk merayakan #BBIHUT6 (karna aku masih galau nih mau bikin giveaway HOP apa enggak). 

Tema All About Books: Tentang Koleksi Pribadi

Kali ini aku mau membuat sebuah pengakuan dosa (bahasanya lebay banget ya. Hehe..). Aku mau membeberkan beberapa koleksi buku seriku yang tidak lengkap (incomplete book series). Aku memang termasuk orang yang tidak begitu suka book series. Kenapa? Karena menurutku buku-buku berseri itu rawan dari ketidakpastian (aku paling nggak suka di-php). Ketidakpastian cerita, mau dibawa kemana cerita kita (eh malah nyanyi), sampai ketidakpastian kapan buku selanjutnya terbit. Bahkan ada salah satu seri buku bergenre teenlit yang salah satu bukunya diterbitkan dalam jangka waktu bertahun-tahun, dan setelah terbit masih juga digantung alias belum kelar. Aku sih nggak bisa digituin. *baper*

Selain menguras hati dan emosi, book series juga bisa sangat menguras isi dompet. Terlebih apabila seri buku tersebut ditulis oleh penulis dari luar negeri atau terjemahan, yang harganya bisa mencekik. Apalagi bila seri bukunya melegenda, seperti Harry Potter (sekarang baru terbit edisi cover barunya). Bikin mupeng dan menambah wishlist. Selain itu, kadang ada juga buku berseri dari luar negeri yang berhenti diterbitkan di Indonesia di tengah-tengah buku seri tersebut alias tidak sampai tuntas. Ini yang bikin sebel banget. 

Dari semua alasan di atas, memang harus aku akui bahwa buku berseri itu ceritanya seru-seru. Jadi, tak heran banyak yang dengan senang hati menunggu buku-buku selanjutnya. Tak jarang pula dari buku berseri tersebut mempunyai komunitasnya masing-masing. Aku juga termasuk yang sering jadi fangirl dari tokoh di buku berseri, walaupun masih belum bisa konsisten untuk mengumpulkan semua buku serinya. Berikut buku seri milikku yang "bolong-bolong".

Cormoran Strike Series
Penggemar Harry Potter pasti mengenal penulis buku seri ini. Yup, Robert Galbraith adalah pseudonym dari J.K. Rowling. Buku seri ini baru diterbitkan tiga buku, dan di Indonesia terakhir dilaunching pada bulan April tahun lalu. Dari ketiganya, aku hanya memiliki dua buku yaitu buku #2 & #3, dan kedua-duanya kudapat secara gratis (satu-satunya book series yang tidak aku beli). Lho kok bisa? Bisalah, karena aku mendapatkan kedua buku ini saat menghadiri acara launchingnya di Jakarta (dengan mengantri tentunya. Haha..). Lalu kenapa aku tidak beli buku seri Comoran Strike #1? Harganya cukup mahal dan di Scoop ada, jadi aku malas untuk membelinya (aku kan senang gratisan). Kecuali nanti bila J.K. Rowling datang ke Indonesia. Baru deh aku melengkapi koleksinya. Haha.. Aku tidak tahu seri ini akan sampai buku keberapa. Tapi bila diintip di akun Goodreadsnya, Robert Galbraith sedang menulis untuk bukunya yang keempat, judulnya Lethal White. Tidak tahu kapan diterbitkan di Indonesia. Yang pasti aku akan senang hati bila ada gratisannya lagi. Ups! Hidup gratisan!


Seri Bumi
Koleksi book series milikku yang tidak lengkap selanjutnya adalah seri bumi-nya Tere Liye. Sejujurnya, aku baru mengetahui dan membeli seri buku ini saat akan menghadiri roadshow buku #3 bulan Juli tahun lalu. Kuakui aku memang baru dua tahun belakang ini membuka genre bacaanku, yang sebelumnya hanya terfokus oleh buku Agatha Christie saja. Jadi, tak heran bila aku banyak ketinggalan buku-buku bagus yang selama ini meramaikan dunia perbukuan. Oke, kembali ke seri bumi ini. Seri ini minus buku yang kedua yaitu Bulan. Sebenarnya saat mau menghadiri launching buku Matahari, aku memang ingin mempunyai ketiganya, namun saat itu di toko bukunya stok buku keduanya ini kosong (karna sedang peralihan dari cover lama ke cover baru mengikuti ilustrasi dari cover Matahari). Tenang, aku sudah membacanya kok (di aplikasi Ijak. Hehe..) Jadi, aku tidak bolong mengikuti kisah Raib, Seli dan Ali ini. Sekarang aku sedang menunggu-nunggu kapan buku Bintang (penutup seri Bumi ini) terbit. Dan aku memang berminat untuk melengkapi seri bergenre sci-fic ini.

Kinsey Millhone Series
Aku benar-benar ketinggalan seri abjadnya Sue Grafton. Dulu aku membelinya saat masih kuliah, namun beberapa kali ke toko buku untuk mencari buku lanjutannya selalu saja tidak ada. Terakhir, aku mengetahui bahwa memang penerbitnya berhenti menerbitkan seri detektif perempuan ini. Padahal seri ini sampai huruf X (#24)


Shopaholic Series



Buku seri karya Sophie Kinsella ini merupakan satu-satunya buku milkku yang genrenya keluar dari genre favoritku (bisa dilihat dari cover-nya yang jadul dan sudah lecek. Hehe...) Dari 8 buku dari seri Shopaholic ini aku hanya memiliki dua buku saja yaitu Shopaholic #2 dan Shopaholic #5


Gallagher Girls Series
Pernahkah kamu membeli buku karena melihat cover-nya yang menarik? Yup, itulah alasanku membeli buku seri ini. Aku membelinya saat penerbitnya menerbitkan kembali seri Gallagher Girls ini dengan cover barunya. Sampai bingung saat membelinya, pengen semua bukunya, covernya lucu banget. Tapi, akhirnya aku memutuskan hanya membeli yang #1 dan #4 saja. Biar tahu awal dan akhirnya saja (waktu itu baru terbit sampai buku #4 saja, sekarang keenam bukunya sudah terbit dengan kaver baru). 


Around the World with Love Series

Around the World with Love Series
 ini adalah seri dari penerbit GPU yang bergenre romance dan bersetting di kota-kota di berbagai negara. Penulis seri ini ada empat, dan sekarang sudah sampai ke batch ketiga (ada 12 judul buku). Semua buku dari seri ini tidak bersambung kecuali Love in Marrakech dan Love in Blue City karya Irene Dyah.

Yummylit Series
Seri dari Bentang Pustaka ini memang tidak bersambung (stand alone book) dan ditulis oleh beberapa penulis. Cerita yang ada di buku-buku yang masuk ke dalam Yummylit series ini adalah yang berhubungan dengan dunia kuliner. Aku hanya memiliki dua buku saja dari seri ini, dan salah satunya yaitu Heartwarming Chocolate karya Prisca Primasari aku peroleh dari kado ultahku. 





Cuma punya satu buku dari serinya, kenapa tidak?
Sebenarnya sih agak malu memamerkan buku-buku di atas, soalnya aku cuma memiliki satu buku saja (sampai hari ini) dari seri bukunya. xixi... Ada yang karena buku sebelumnya sudah pernah aku baca di aplikasi ebook, ada juga yang karena aku sudah menonton film-filmnya yang diadaptasi dari buku-buku seri tersebut, dan ada pula karna hanya judulnya saja (buku "Roma"). 

Nah, bagaimana denganmu? Apakah kamu penyuka book series atau stand alone book? Jika berseri, buku seri apa saja yang kamu miliki? Apakah lengkap atau seperti diriku yang "bolong-bolong"? Sharing yuk!








Kamis, 13 April 2017

Buon Compleanno BBI


Cie... hari ini ada yang ulang tahun. Selamat ulang tahun yang ke-6 BBI. Semoga semakin solid dan tetap semangat menularkan virus gemar membaca di Indonesia. Bagiku ultah BBI tahun ini terasa agak spesial, karena pada usianya yang ke-6 ini aku sudah menjadi bagian dari komunitas Blog Buku Indonesia

Aku ingin curcol sedikit nih. Boleh ya? Setelah memutuskan menjadi seorang blogger buku, rasanya kurang afdol bila aku tidak bergabung di komunitasnya. Kesempatanku untuk bergabung dengan BBI terbuka saat aku diberitahukan tentang info pendaftaran member baru dari salah satu blogger. Awalnya, aku minder untuk bergabung, karna aku masih terbilang newbie di dunia blog. Rasanya aku belum pantes untuk bergabung dengan blogger-blogger kece. Namun, setelah di semangat-semangatin oleh beberapa blogger yang aku kenal di dunmay (sayangnya nggak pake sekotak coklat), aku memberanikan diri mendaftar. 

Walaupun sudah semangat 45 (kesannya tua banget ya), ada sedikit hambatan saat mendaftar. Hal ini dikarenakan, pada saat waktu pembukaan pendaftaran yang terbilang singkat, aku sedang berada di kampung, yang sinyal untuk sms saja susahnya minta ampun apalagi untuk online. Aku sempat menyerah untuk mendaftar karna berkali-kali gagal membuka email (sengaja ke tengah-tengah sawah untuk nyari sinyal). Namun, mungkin karna berjodoh dengan Bebi kali ya (*kedipin*), secara kebetulan Mamaku mengajak jalan-jalan ke Solo. Alhasil, aku bisa keluar dari daerah susah sinyal itu. Yeay! Thanks Mom. Akahirnya aku mendaftar di kereta dalam perjalanan Kutoarjo-Solo. Beberapa hari kemudian, senang sekali saat mendapat email pemberitahuan bahwa aku diterima. Thank you so much Beb. *kiskis*

Di awal aku bergabung ini, aku sudah mendapat pengalaman dan kesempatan. Aku berkesempatan berkenalan dengan salah satu member BBI angkatan 14 (Kak Raafi) dan bertukar kado di #BBIShareTheLove2017. Aku juga diberi kesempatan menjadi host blogtour Dark Romance oleh Kak Dion. Dan karna #BBIHUT6Marathon ini juga aku bisa lebih mengenal lebih dekat tiga BBI-er newbie seperti diriku. Sayangnya, aku belum mengenal semua kakak-kakak BBI-er yang lainnya, baik di dunmay maupun dunia nyata. Hehe.. Semoga suatu hari nanti aku bisa mengenal semuanya (kapan ya aku bisa meet-up sama mereka semua?). Sukses selalu untuk BBI dan semua BBI-ers.

Bertemu Kak Siti dan Afifah di suatu acara launching buku di Jakarta
bulan Desember lalu


Senin, 10 April 2017

[Kenalan Yuk] Trio Bebi Angkatan 17



Dalam rangka memeriahkan HUT BBI yang ke-6, Divisi Event BBI mengadakan acara seru, salah satunya adalah #BBIHUT6Marathon. Jadi, nantinya mulai hari ini, selama seminggu, teman-teman BBI akan memposting beberapa tema yang pastinya seru-seru. Jadi jangan sungkan-sungkan stalking ya.


Tema: Berkenalan dengan BBI-ers Baru


Salah satu tema yang akan diangkat di #BBIHUT6Marathon adalah "Berkenalan dengan BBI-ers Baru" (angkatan 16/17). Sebenarnya sih mau interview diri sendiri (maklum aku juga kan newbie di BBI), tapi nanti malah disangka narsis. Hehe.. #Plak. Akhirnya setelah menimbang-nimbang, aku memutuskan untuk mewawancarai angkatan 17, bukan hanya satu orang tetapi tiga BBI-ers. Hahaha... 

Aku memang sudah mengenal ketiganya, namun belum secara personal. Maklumlah, aku baru mengenal mereka melalui akun sosmed saja. Dengan Kak Kitty, aku pernah berpartner saat "Baca Bareng" salah satu novel. Sedangkan dengan Hana, aku pernah bertemu dengannya di salah satu acara launching buku di Jakarta akhir tahun lalu, hanya saja saat itu aku tidak berani menyapanya, takut salah orang. xixixi... Padahal aku dan Hana berasal dari daerah yang sama. Mungkin lain kali kita bisa meet up ya Hana. Dan yang terakhir adalah Pida. Jujur, aku memang baru berinteraksi dengannya melalui sosmed karna event BBI ini. 

HANA BILQISTHI


BBI 1701353

Mojang Karawang yang sekarang bekerja di Kementerian BUMN ini, mungkin sudah tidak asing lagi sebagai blogger dan bookstagramer. Pemilik blog Hana Book Review ini bisa kamu sapa di Twitter atau Instagramnya @hanablqisthi.

KITTY


BBI 1701356
Mama muda dari dua kiddos ini berdomisili di Jakarta. Selain sebagai seorang blogger, Kitty berprofesi juga sebagai pengajar. Pelahap Kata adalah blog miliknya yang bisa kamu intip-intip. Kamu juga bisa menyapanya di @WoMomFey.








PIDA ALANDRIAN


BBI 1701350
Pemilik blog Collection of Book ini juga berprofesi sebagai pengajar di salah satu Akademi Swasta di Aceh Timur. Kamu bisa mencoleknya di @PidaAlandrian92 atau @pidaalandrian









Nah, belum lama ini aku berkesempatan mewawancarai ketiganya. Mau tahu bagaimana cuap-cuap antara aku dan mereka? Penasaran? Kenalan yuk!


"Kalau boleh tahu, apa sih genre favorit dan penulis favorit kalian?"

Hana: "Romance and Mystery! Kasie West & Sakisaka Io (Romance), Sir Athur Conan Doyle & Aoyama Gosho (Mystery)."

Kitty: "Pada dasarnya aku ini termasuk omni-reader, alias pembaca segala genre. Non fiksi dan fiksi aku baca. Dari buku anak-anak sampai dewasa. Ada beberapa genre yang aku sukai yaitu Fantasy, Mystery/Thriller, & Romance. Penulis favorit adalah Dr. Seuss, Sir Athur Conan Doyle, Akiyoshi Rikako, Marissa Meyer, Indah Hanaco dan Arleen A."

Pida: "Untuk saat ini masih Romance (fyi, belum pernah berubah selama punya hobi baca buku). Penulis favorit Indonesia adalah Indah Hanaco, Andrea Hinata dan Ika Natassa. Untuk penulis luar negeri J.K. Rowling."


"Hingga awal April ini, sudah berapa buku yang sudah kalian baca?"

Hana: "Sampai tanggal 4 April, alhamdulillah sudah baca 48 buku."

Kitty: "Sekitar 30 buku."

Pida: "Alhamdulillah sudah 62 buku (lumayan ada kemajuan dari tahun kemarin) untuk ngejar target challenge-nya juga sekalian. Hehe... Kamu bisa lirik ke Goodreadsku kok (silahkan) disini"


"Dari buku-buku tersebut, buku apa yang menjadi favorit? Kenapa?"

Hana: "Rule of Thirds by Suarcani dan Caraval by Stephanie Graber. Rule of Thirds, karena hanpir semua kesukaanku tentang contemporary romance ada di buku itu. Narasi yang membuatku betah membaca dan terus membalikan halaman, alur yang cepat, tema yang realistis dan terasa dekat, karakter yang kuat dan terasa nyata, kombinasi humor dan romance yang pas.  Ini review-ku tentang Rule of Thirds. Sedangkan Caraval, karna ada surat di bagian prolog yang membuatku merasa fantasi itu seru!"

Kitty: "Holy Mother!!! Kenapa? Wah! Kalian baca sendiri deh. Nanti pasti tahu kenapa aku bisa sangat menyukai buku tersebut."

Pida: "Insya Allah, Sah! karya Achi TM. Karena novelnya asli bikin tertohok banget pas baca. Kenapa aku bilang gitu? Karena novel ini seperti mencerahkan aku dan menuntun aku untuk bercermin kepada diriku sendiri melalui sosok Silviana. Novel ini tidak menggurui, namun secara tak langsung seperti mengarahkan dan membuat setiap pembaca di novel ini pasti akan menerawang ulang semua hal tentang apa yang sudah dilakukan sebagai umat terutama yang beragama Islam. Selama proses membacanya pun aku tak jarang selalu dibuat merenung dengan kalimat-kalimat dan dialog antar tokohnya (terutama Raka dan Kiara). Yang penasaran dengan reviewnya bisa langsung baca di sini."


"Kebiasaan unik/buruk apa yang selalu dilakukan kalian saat membaca buku?"

Hana: "Melipat buku saat menemukan quotes favorit."

Kitty: "Umm... Kayanya harus buat semacam pengakuan dosa nih ya! Aku tuh bisa baca kapan pun dan dimana pun aku mau. Baca di tempat tenang seperti kamar bisa, di dalam angkutan umum (commuter line, bus TJ, angkot) juga bisa, dan yang paling jangan ditiru adalah baca buku saat sedang dibonceng motor! (yah.. apa boleh buat, tiap pagi aku ngojek sih dan karna jaraknya cukup jauh aku sambil baca buku deh baik buku fisik maupun ebook)."

Pida: "Kalau unik kayanya aku tidak ada deh. Kalau kebiasaan buruk, baca sambil tidur (iya aku tahu ini sudah biasa juga bagi pembaca-pembaca lain), ini juga buruk bagi kesehatan fisik kita sebagai pembaca terutama pada mata. Yah walaupun sudah tahu, tak jarang aku sering mengabaikan. Karna posisi baca sambil tidur ini paling pas rasanya (dilarang keras untuk ditiru)."


"Apa sih alasan kalian menjadi seorang blogger?"

Hana: "Awalnya pengen niru kesuksesan Raditya Dika, terus buat curhat, buat share ilmu, buat promosi buku kesukaan, dan ketemu teman."

Kitty: "Hmm... untuk spesifik book blogger sih awalnya karena aku pengen bikin semacam jurnal untuk menyimpan reading recordku dari buku anak, teen-lit, YA, juga non fiksi. Gado-gado banget deh! Rasanya sayang juga kalau buku-buku yang sudah terbaca itu nggak direview. Dan kepengen juga agar para pembaca blogku kelak bisa menemukan rekomendasi untuk bacaan mereka."

Pida: "Nggak ada alasan sih sebenarnya. Lebih ke menambah aktivitas saja (selain membaca). Sekalian belajar untuk lebih konsisten menulis review di blog. Dan ingin punya teman blogger yang di luar Aceh."


"Pernah nggak sih kalian terjangkit rasa malas/jenuh ngeblog? Lalu, bagaimana cara kalian mengatasinya?"

Hana: "Pernah... Kalau blog buku update biasanya kalau dapat tawaran review buku dengan niat memenuhi janji/hutang. Hana nggak suka punya hutang."

Kitty: "Sebenarnya sih karna aku terbilang newbie book blogger, aku belum pernah ngerasa jenuh ngeblog. Justru yang aku rasakan adalah berkejaran dengan waktu. Maksudku gini, karna latar belakangku murni reader, aku tebiasa langsung nyambung baca buku baru segera setelah aku selesai membacanya. Nah, sedangkan untuk mereview dan ngeblog kan butuh waktu khusus. Kadang aku jadi kelimpungan sendiri: buku yang sudah kelar dibaca 10, eh postingan review di blog baru sempet bikin 1-2 saja. Huhuhu... PR banget deh buatku. Jalan keluarnya sih biasanya supaya nggak lupa-lupa amat, aku sempatkan buat mini review/ short review dari buku yang sudah kubaca di GR atau akun sosmedku yang lain."

Pida: "Pernah banget. Kadang pernah sebulan. Dan aku selalu maksain diri untuk tetap posting apa pun, setidaknya selain review, aku posting book quotes-nya saja. Cara aku mengatasinya, aku nggak mau merepotkan diri untuk susah-susah mikir harus post apa di blog (karna sudah ada draft yang siap di publish). Selain itu, bila jenuh bisa tidur-tiduran di rumah, baca buku yang sangat direkomendasikan sama teman, main-main dengan binatang peliharaan (binatang itu bisa bikin pikiran kita rileks loh... aku pelihara kucing dan kambing di rumah. hehe...) Aku punya tips untuk yang jenuh ngeblog. Untuk postingan di blog aku biasa buat target WAJIB (misal dalam satu bulan harus ada maksimal 5 postingan). Jadi, selagi aku rajin, tulisan yang sudah siap di publish tinggal tunggu giliran saja. Sewaktu aku terjangkit rasa jenuh ngeblog, aku tinggal ngepost yang sudah di draft saja."


"Dari semua review yang telah dibuat di blog, review buku apa yang paling berkesan? Beri alasannya ya."

Hana: "Yang Cress, karna suka sama Cress, sampai buat playlist dan minta izin ke seorang ilustrator untuk memuat karyanya di review buku tersebut."

Kitty: "Wah, sebenarnya aku suka kok dengan semua review yang aku buat, karna semua kubuat dengan penuh cinta. Hehe... Tapi, ada satu review yang cukup berkesan kerna saat menuliskannya aku benar-benar harus ekstra behati-hati agar tidak spoiler sehingga tidak mengganggu kesayikan membaca kalian nantinya. Yang aku maksud adalah review Holy Mother karya Akiyoshi Rikako. Ini uga merupakan salah satu buku favoritku yang plot dan twistnya kece badai. Kalian wajib baca juga ya."

Pida: "Review buku "Insya Allah, Sah!" karya Achi TM. Karena ini review yang terpanjang selama aku buat review dan aku gatal banget pengin rasanya spoiler sanking excited-nya dengan alur, pesan dan kesan di novel ini." 


"Ada tidak buku yang ditunggu-tunggu oleh kalian untuk diterbitkan di tahun 2017 ini?"

Hana: "Ada. Textovert karya Lindeys Summer dan Lucky In Love karya Kasie West."

Kitty: "Lagi kepengen banget sama Wires and Nerve karya Marissa Mayer. Sudah diterbitkan sih di luar sana, tapi kepengen banget ada penerbit lokal yang mau menerjemahkan graphic novel ini."

Pida: "Aku orangnya netral saja. Nggak terlalu menanti atau terlalu menggebu-gebu pada satu buku yang aku harapkan untuk terbit. Kalau salah satu penulis favoritku menerbitkan bukunya, dengan kesabaran penuh pasti aku akan selalu menanti dan menunggu. Begitu juga dengan penulis lain atau bahkan terhadap genre kesukaanku."


"Apa kutipan (quote) favorit kalian?"

Hana: "Ada, ada banyak. Bisa di cek di sini."

Kitty: "Aku suka banget baca buku-buku Dr. Seuss dan banyak sekali quote yang makjleb! Salah satunya adalah ini "The more that you read. The more things you will know. The more that you learn. The more places you'll go."

Pida: "Quote favorit banyak banget. Kalau nggak favorit, nggak bakal mungkin aku posting di blogku. Kalau disuruh pilih salah satu aku jadi galau nantinya, nggak tega untuk memilih diantara yang berkesan. Kalian mampir saja ke blogku ya."


"Siapa tokoh fiksi favorit kalian? Dan kenapa kalian menyukainya?"

Hana: "Ini juga ada banyak. Haha..."

Kitty: "Dari dulu aku suka Sailor Moon! Hehe.. Actually I love Tsukino Usagi who can tranform herself into Sailor Moon. Meskipun aslinya dia itu ceroboh banget, cengeng dan sangat tidak bisa diandalkan, toh akhirnya sejak ia bisa bertranformasi menjadi Sailor Moon, perlahan-lahan karakternya berubah menjadi sosok yang lebih kuat, tegar dan sangat bisa diandalkan. Lebih dari semua kelemahan yang ada padanya Usagi-chan teramat mengasihi teman-teman dan keluarganya dan hal inilah yang memberikan kekuatan terbesar baginya untuk terus berjuang mempertahankan kedamaian di bumi. Inti yang kutangkap dari si Usagi ini sebenarnya adalah seberapa banyaknya kelemahan kita, asal kita mau berusaha semaksimal mungkin demi orang-orang yang kita kasihi, maka kita pasti akan bisa mewujudkannya melalui kerja keras dan cinta serta dukungan dari mereka."

 Pida: "Hmm.. aku bingung (banyak banget). Tapi yang paling membekas sih siapapun yang menjadi peran di dalam tokoh fiksinya kak Indah Hanaco (terutama cogannya). Suka saja cara penulis satu ini menghanyutkan para pembaca (terutama aku) dengan interaksi antar tokoh utama dan juga pendukungnya (aku serasa jadi korban roman picisan novel deh)"


"Ada nggak sih buku yang membuat kalian termehek-mehek?"

Hana: "Rumah Tangga karya Fahd Pahdepie. Nangis saat baca Rizqa ditolak karena memiliki latar belakang keluarga broken home."

Kitty: "Ada sih beberapa buku yang pernah bikin aku temehek-mehek, tapi yang baru saja selesai kubaca adalah The Kite Runner versi graphic novel. Asli rasanya sedih banget menyaksikan hancurnya persahabatan Amir dan Hassan. Lebih sedih lagi saat disuguhkan adegan-adegan yang seharusnya membuat Amir makin sayang pada Hassan, eh tapi malah bikin Amir justru menghianati sahabat sejatinya itu. T_T"

Pida: "Ada, tapi yang paling membekas dan yang paling aku ingat adalah "Insya Allah, Sah!" karya Achi TM (aku baru ngeh kalau dari tadi bahasan bukuku selalu buku ini, harap maklum ya.)"


"Pertanyaan terakhir, gambarkan diri kalian dalam 6 kata."

Hana: "Saya adalah perempuan paling beruntung sedunia."

Kitty: "An Omni-reader, An Easy-going, An Avid-reader, A Strong-willed, A Forever-dreamer, A WoMomFey (btw I used this for my social media account and it's an abbreviation from: A Woman, Mommy, and wiFey)"

Pida: "Humanis, Self-confident, Efisien, Friendly, Optimis, and Attention to Look."

Bagaimana hasil interviewku? Mereka bertiga seru-seru kan? Semoga hasil cuap-cuap aku tadi bisa mewakili rasa penasaran kalian (terutama diriku), dan bisa mengenal lebih dekat mereka bertiga. Terima kasih kepada Hana, kak Kitty dan Pida yang sudah berkenan dikepoin olehku. Sukses untuk kalian semua.








Rabu, 29 Maret 2017

Wishful Wednesday [9]



Wah, nggak terasa ya sudah sampai di hari rabu terakhir bulan Maret. Yipiiee... sebentar lagi gajian. Upz! Aku lagi ngincer dan mupeng banget nih sama dua buku berikut:


CARAVAL (CARAVAL #1) By STEPHANIE GARBER





Selamat datang, selamat datang di Caraval!

Tella kabur dari rumah , muak dengan kekejaman sang ayah. Scarlett, sang kakak, berusaha mengejar dengan pertolongan dari seorang pemuda asing, Julian.

Di dalam, kalian akan temukan lebih banyak keajaiban daripada yang bisa disaksikan orang lain seumur hidup mereka.

Tella menghilang.

Dunia kami dibangun dari khayalan.Jadi, walaupun kami ingin kalian terhanyut, berhati-hatilah jangan sampai terseret arus terlalu jauh.

Scarlett kehabisan waktu dan dunia gelap Caraval memerangkapnya. Satu per satu orang di sekitarnya mati dan nyawa Scarlett ikut terancam.

Mimpi-mimpi yang menjadi nyata memang indah, tetapi itu juga bisa menjadi mimpi buruk jika kalian tidak terjaga.

Kini, Scarlett tidak yakin lagi mana yang nyata dan mana yang tidak. Caraval sama sekali tidak seperti yang pernah dia bayangkan.

Dan, ingatlah, ini semua hanya permainan.










Sebenarnya sih aku paling males banget sama buku yang berseri. Terlebih bila buku tersebut buku terjemahan. Kebanyakan buku yang berseri milikku suka bolong-bolong, pasti ada saja nomor serinya nggak kebeli. Maklum nggak kuat. xixixi... Semoga buku seri Caraval ini bisa kuikuti hingga buku yang terakhirnya nanti-yang pasti untuk sekarang aku harus baca dulu buku Caraval #1. Kalau baca blurbnya sepertinya seru petualangan di Caraval ini.

HANS By RISA SARASWATI


Masa hidup Hans Joseph Weel bisa dibilang tidak menyenangkan. Dia tidak pernah dekat dengan kedua orangtua atau saudara selayaknya anak-anak lain. Hanya Rosemary Boyld—seorang wanita tua yang menganggap Hans seperti cucu sendiri—berada di sisinya sampai ke teror mengerikan itu…."… aku hanyalah anak kecil yang sedang menunggu Mamauntuk menjemputku pulang. Jika boleh meminta, tolong jangan memanggilku dengan sebutan hantu. Panggil saja namaku... Hans."

Meski begitu, Hans mampu menutupi kesepiannya dengan sangat baik. Dia lebih suka menderita sendiri ketimbang membagi derita dengan sahabat-sahabatnya yang lain, termasuk aku. Sikapnya yang selalu ceria, membuat siapa pun tak menyangka bahwa dia punya masa lalu yang singkat, rumit, dan berakhir mengerikan.

Whoaaa... buku-buku Risa Saraswati yang sebelumnya saja belum pernah aku baca dan punya. Sekarang sudah ada lagi buku terbarunya. Genre bukunya sebenarnya yang paling aku jauhi. Maklumlah aku termasuk orang yang penakut dengan hal-hal horor, terlebih buku ini ditulis oleh penulis Indonesia. Kesan horornya terasa sekali. Tapi entah kenapa aku penasaran banget dengan buku-buku karya Risa Saraswati ini. Katanya sih horornya beda. Pengen ngebuktiin. Pre Order buku ini sebenarnya sudah dibuka dari seminggu yang lalu, dan di beberapa toko online stoknya sudah kosong, padahal baru ditutup awal April nanti. Sampai hari ini aku belum ikut PO-nya sih, masih nahan-nahan dulu, nunggu gajian. Haha...

Buat kamu yang mau ikutan Wishful Wednesday seperti diriku, bisa cek ke blognya Kak Astrid. Yukz kita seru-seruan di setiap hari Rabu. *kiss*





Rabu, 15 Maret 2017

Wishful Wednesday [8]



Happy Wednesday,

Setelah tahu Noura Book menerbitkan seri ketiga dari House of Secret karya Chris Columbus, yaitu Class of The World, aku jadi pengen juga baca buku tersebut. Dua buku sebelumnya pernah kubaca tahun kemarin via aplikasi Ijak (walau belum sempat kubuatkan reviewnya. xixi...). Jadi penasaran kelajutan kisah Kakak-Adik keluarga Walker. 


Keluarga Walker terpaksa pindah ke apartemen mungil, meninggalkan rumah indah ala Victoria mereka yang menghadap ke Jembatan Golden Gate, dan nyaris tak punya apa-apa lagi karena ayah mereka yang kecanduan judi.Namun, permasalahan mereka bukan hanya itu. Makhluk-makhluk mistis bermunculan di San Fransisco. Para monster dari buku Kristoff kini mewujud nyata! Untuk mencegah kiamat terjadi, Cordelia, Brendan, dan Eleanor harus kembali ke dalam dunia buku.Dalam perjalanan, mereka bertemu pembunuh bengis bertangan satu, diserbu dinosaurus terbang, berteman dengan alien, Brendan berubah menjadi zombi, Cordelia dirasuki Penyihir Angin, dan Eleanor tanpa disangka-sangka menjungkirbalikkan keseluruhan cerita.Berhasilkah mereka lolos hidup-hidup? Mampukah Walker Bersaudara menyelamatkan dunia? 


Rabu, 08 Maret 2017

Wishful Wednesday [7]



Hallo.... (again),

Ketemu lagi di Rabu kedua di bulan Maret, dan seharusnya juga menjadi #WW kedua di bulan ini. Namun, minggu lalu aku nggak buat postingan Wishful Wednesday, karna internet di rumah "ngambek", nggak mau konek. Hmph!

Oke, minggu ini aku lagi kepengen banget buku hardcover dari penulis favoritku, queen of crime, yang tak lain adalah Agatha Christie. Yeayy...! Kebetulan minggu ini penerbit GPU baru nerbitin buku "the best"-nya yang lain.

The Best Of Hercule Poirot by Agatha Christie


Penggemar Agatha Christie pasti mengenal Hercule Poirot. Kecerdasan dan kejelian analisis Poirot sebagai detektif swasta memikat para pembaca di seluruh dunia sejak kemunculannya pertama kali dalam The Mysterious Affair at Styles (Misteri di Styles). Semua itu ditambah penampilan Poirot yang selalu rapi dan sempurna dengan ciri khas kumis kaku, menjadikannya tokoh yang paling dicintai para penggemar kisah kriminal. 
Ketiga judul ini: - The ABC Murders (Pembunuhan ABC) - Five Little Pigs (Menguak Pembunuhan) - Curtain: Poirot's Last Case (Tirai) 
merupakan judul-judul kasus Hercule Poirot yang terpilih menjadi favorit pembaca Agatha Christie. Meski ketiga kasus tersebut tidak berkaitan, Agatha Christie dengan Hercule Poirot-nya berhasil menghadirkan ketegangan dan kejutan dalam penyelesaian setiap misteri.

Dari semua tokoh protagonis di buku-bukunya Agatha Christie memang lebih banyak membahas Poirot. Jujur, dari ketiga cerita di buku "the best" ini hanya Tirai yang pernah aku baca. Itu pun sudah lama banget, sampai aku lupa gimana jalan ceritanya. Maklumlah, aku pinjem buku itu dari sahabatku waktu kuliah. 

The World's Favourite by Agatha Christie


Untuk memperingati ulang tahun ke-25 Ratu Kriminal Agatha Christie, diadakan pengumpulan suara dari seluruh pembaca di seluruh dunia. Ketiga judul inilah yang menempati urutan teratas . Ketiganya mewakili puncak penulisan novel kriminal, padat dengan pembunuhan, ketegangan, dan akhir yang sangat tak bisa ditebak pembaca selama berpuluh-puluh tahun ini. Ketiganya tidak berkaitan, tetapi sama-sama menampilkan kecerdikan Agatha Christie.

Untuk buku hardcover pertama ini, keinginanku untuk membelinya memang tarik-ulur terus. Alasan utamaku menunda-nunda membeli buku ini adalah karna dua dari tiga cerita dalam buku ini sudah aku punya. Hanya yang berjudul "The Murder of Roger Ackroyd" saja yang belum aku punya dan baca. Rasanya kok sayang banget membeli buku yang harga selangit itu hanya membaca satu judul saja. Hehe.. 

Namun, keinginan membeli buku ini muncul lagi sekarang. Rasanya mantab banget kalo dua buku hardcover ini berjejer cantik di rak bukuku dan bergabung dengan 27 buku Agatha Christie yang sudah aku punya. Walaupun harganya sangat meremas dompet. Semoga aku segera memiliki kedua buku ini. Amin.  *tiba-tiba berharap ada bintang jatuh*



Selasa, 07 Maret 2017

[Unboxing] Hadiah Lomba Review Dark Memory



Helloo...

Sebenarnya sih paketannya sudah kubuka sejak kedatangannya pertama kali pada tanggal 21 Februari lalu. xixixi.. Hanya saja aku baru ingat dan sempat membuat postingannya. Maaf bila nantinya terkesan sombong atau apalah, tapi memang ini penting buat diriku yang baru terjun di dunia blog. 

Oke. Aku ingin cerita dulu ya. Sejak awal tahu info dari akun sosmed Penerbit BIP yang mengabarkan akan adanya launching buku Dark Memory, aku sudah sangat interest banget. Bahkan rela shubuh-shubuh berangkat dari Cikampek ke Central Park, Jakarta. Kamu bisa membaca postingannya di sini.

Dalam rangkaian launching tersebut, BIP mengadakan juga lomba review blog buku tersebut. Aku langsung ikut serta. Sanking niatnya, jujur aku salah melihat tanggal deadline-nya. Aku kira tanggal terakhirnya adalah tanggal 31 Desember 2016. Alhasil, keesokan harinya setelah ikut launching, aku buru-buru mereviewnya di blog. xixixi... Maklum, tanggal 30 Januarinya aku mudik ke Purworejo, dan aku yakin nggak bakalan bisa ngeblog kalau sudah sampai di sana, jangankan ngeblog, sinyal aja putus nyambung putus nyambung. Haha... Bahkan aku baru menyadari kekeliruanku itu pertengahan Januari. Parah banget ya aku.

So... antara menyesal dan nothing to lose, aku mengikuti lomba itu. Sampai di awal Februari di media sosmednya @Penerbit_BIP mengumumkan pemenangnya. Jujur, aku bahagia sekali saat tahu salah satu pemenangnya adalah diriku. Nggak percaya dan nggak nyangka banget. Baru pertama kali aku memenangkan lomba review blog. Maklum, aku baru membuat blog ini bulan April tahun lalu. Masih newbie.


Paket hadiah yang kudapat dari lomba ini adalah:

  • Voucher buku Gramedia senilai Rp. 200.000
  • Voucher scoop premium selama 1 bulan
  • Paket buku: Diary Koas Gigi Sinting dan Triangle
  • Kalender 2017
Paket Hadiah Pemenang Ke-3

Mungkin reviewku belum sebagus dua pemenang lainnya, atau teman-teman yang lain yang juga mengikuti lomba ini. Namun, semoga dengan memenangkan lomba ini aku bisa lebih semangat lagi membuat review buku di blogku ini, dan belajar membuat review yang lebih baik lagi. Amin. Semangat!


















Jumat, 24 Februari 2017

#BBI Share The Love 2017: Akhir Curhatan Raafi



Halo...

Akhirnya, sampai juga nih kita di post penutup #BBIShareTheLove. Terima kasih banget buat Kak Raafi yang sudah mau atau mungkin terpaksa  menjadi special guest selama satu minggu ini di blogku. Maaf ya Kak, sudah ngerusuhin tiap hari. Dan jangan kangen ya dirusuhin lagi sama aku. Plak. Haha.. Terima kasih juga untuk kakak-kakak Divisi Event BBI yang sudah membuat event yang seru ini, dan telah mempasangkanku dengan Kak Raafi. Jujur senang banget kenal lebih dekat dengan Kak Raafi dan "Ough, My Books!"-nya. 

Seperti sudah kita ketahui di postingan pertama "Rahasia Kecintaan Raafi terhadap Membaca",kak Raafi ternyata suka sekali buku-buku karya Rick Riordan. Karna aku penasaran dan tentunya kepo, maka aku mengajukan "sedikit" pertanyaan tentang penulis kesayangannya itu. Dan berhubung aku baik hati dan tidak sombong, aku akan men-share untuk kalian.   
Kenapa sih kak Raafi suka Rick Riordan?
Karena melalui buku-bukunya, aku jadi suka dengan genre fantasi. Pertama kali baca Rick Riordan itu "The Lost Hero" yaitu buku pertama dalam seri Heroes of Olympus yang merupakan lanjutan dari seri Percy Jackson and The Olympians.
Sudah berapa karya Rick Riordan yang kak Raafi punya? Buku mana yg paling disuka?
Wah, kalau dihitung ada hampir 20 buku sama yang belum dibaca. Cuma 2 buku kok yang belum dibaca. Hehe. Yang paling disuka itu buku pamungkas seri Heroes of Olympus yang berjudul "The Blood of Olympus". Kalau ditanya alasannya, pada buku itu semua karakter utama yang muncul dalam seri tersebut bersatu mengalahkan dewa-dewi yang akan menghancurkan bumi.
Wah.. banyak ya Kak. Bisa pinjem donk bukunya. Haha... Btw siapa sih tokoh favorit kak Raafi yg muncul di bukunya Rick Riordan? Knp?
Tokoh favorit adalah Nico di Angelo. Bahkan karenanyalah aku juga menyukai "The Blood of Olympus". Dia terlihat sebagai karakter pendukung dalam seri Heroes of Olympus namun sebenarnya perannya cukup besar. Masa lalunya yang kelam juga memberikan pelajaran mereka yang membaca seri ini, khususnya para remaja. Yang paling penting: pada akhirnya dia bisa menjadi dirinya sendiri. Itulah kenapa aku menyukai Nico!
Jadi, buku Rick Riordan mana yg paling berkesan? Beri alasannya ya Kak.
Yang paling berkesan mungkin sama dengan yang paling disuka ya. Jadi, sudah disebutkan di atas. Hehe.

Hebat ya kak Raafi sudah punya 20 buku karya Rick Riordan. Jujur, aku sampai sekarang belum pernah baca satu pun karyanya. Hanya kenal bahwa Rick Riordan adalah penulis seri "Percy Jackson". Sebatas itu. Namun, sejak kenal kak Raafi, aku jadi penasaran dengan buku-bukunya Rick Riordan. Semoga nanti aku bisa "menyicipi" karyanya. Oh ya, kak Raafi juga membocorkan lima buku yang ingin segera dibacanya. Yuk, intip buku apa saja yang masuk daftarnya. Siapa tahu sama dengan kalian.


1. "A Man Called Ove" karya Fredrik Backman

Buku ini sempat kubaca beberapa halaman sebelumnya namun belum benar-benar niat dibaca. Saat tahu buku ini diadaptasi ke film dan menjadi nominasi Piala Oscars 2017 sebagai Best Foreign Language Film, aku semakin penasaran dan berharap bisa segera membacanya. Bukunya sudah kupunya sejak Desember lalu.

2. "The Rest of Us Just Live Here" karya Patrick Ness

Aku menyukai Patrick Ness sejak membaca "A Monster Calls". Eksekusi yang ciamik tentang kisah monster yang dibawakan dengan berbeda dari begitu filosofis membuatku ingin membaca karyanya yang lain. Beruntung penerbit menerbitkan terjemahan "The Rest of Us Just Live Here". Kabarnya buku ini juga bergenre fantasi dan aku penasaran di mana letak fantasinya itu. Sudah kupunya sejak Januari lalu dan dibeli dari teman yang sudah membacanya tapi tidak terlalu menyukainya.

3. "The Hammer of Thor (Magnus Chase and the Gods of Asgard #2)" karya Rick Riordan

Aku ingin melanjutkan petualangan Magnus Chase segera! Oh ya, perbedaan seri ini dari begitu banyak seri lainnya adalah mengusung tema. dewa-dewi Nordik. Riordan menceritakan mitos dan legenda mereka melalui caranya.

4. "The Hidden Oracle (The Trials of Apollo #1)" karya Rick Riordan

Rick Riordan lagi? Kenapa tidak? I'm his big fan! Ingin baca ini juga karena bukunya baru saja diterjemahkan.

5. "Guantánamo Diary" karya Mohamedou Ould Slahi

Oke. Ini mungkin satu-satunya buku nonfiksi yang ingin segera kubaca. Sudah beberapa halaman terbaca sih, tapi tidak terlalu fokus karena godaan bacaan lainnya begitu menyiksa. Buku ini menceritakan seorang tahanan Amerika Serikat yang dituduh menjadi salah satu dalang terorisme di sana. kisah di dalamnya adalah murni tulisannya sendiri dengan banyak coretan dari pihak negara. Yah, itu saja cukup membuatku penasaran dengan kisah yang dialaminya.

Ternyata dua buku teratas dari list yang diberikan oleh kak Raafi sudah pernah aku baca. Yeaayy! Walaupun kedua buku itu nggak aku baca sampai selesai. Karna buku-buku tersebut bukan seleraku. Sorry. Semoga kak Raafi segera membaca kelima buku tersebut, biar aku bisa membaca review-reviewnya, terutama buku "The Hidden Oracle of Apollo #1" karya Rick Riordan. Yup, itu adalah buku yang kuberikan ke kak Raafi di #BBIShareTheLove2017. Dan seperti yang sudah ku posting di akun twitter & instagramku kemarin, buku yang kudapat dari kak Raafi adalah "In A Dark, Dark Wood" karya Ruth Ware.


Nah, sudah tahu kan jawaban dari giveaway yang diadakan olehku dan kak Raafi? Mungkin kalian juga sudah membaca pengumumannya yang tadi pagi sudah diposting oleh kak Raafi di blognya. Bila belum, berikut pemenangnya. Selamat ya.

Rimadian Ulfa Yusfia (@AdinRim)

dan

Alfath Famela R. (@alfari_12)









[Blogtour] Flesh Out - Bellazmr

Judul: Flesh Out Penulis: Bellazmr Penyunting: Tim editor fiksi Penerbit: Grasindo Terbit: Juli 2017 Tebal: 305 hlm. ISBN: 978-602-3...