Selamat Datang di Notebook Sharie

Jumat, 03 November 2017

[Pengumuman] Pemenang Blogtour #PinocchioHusband



Selamat pagi,

Alhamdulillah, blogtour Pinocchio Husband di blogku sudah berjalan lancar. Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi dan mampir untuk melihat wawancara dan review yang berkaitan dengan blogtour ini.

Terima kasih untuk pihak Twigora dan Pia Devina yang sudah berkenan memilihku untuk menjadi salah satu host blogtour Pinocchio Husband. Jujur, baru sekarang merasakan konsep blogtour yang berbeda. Terutama challenge untuk para hostnya, benar-benar ngerjain. Hehe.. Tapi jadi seru. Mohon maaf bila ada banyak kekurangan selama blogtour ini berlangsung. Semoga di lain waktu bisa bekerja sama lagi 😊

Oh ya, setelah kubaca semua komentarnya, ada beberapa yang bertanya, kenapa konfliknya kurang greget tapi tetap aku kasih 4 bintang?

Jadi begini, memang kuakui konflik yang dibuat penulis untuk kedua tokoh utamanya--Gwen dan Tristan-- agak kurang dieksplor lagi. Seperti kita tahu di blurbnya bahwa pernikahan mereka itu adalah kawin kontrak, alias terpaksa. Banyak alasan yang bisa dijadikan sumber masalah di pernikahan itu yaitu orang ketiga (dalam hal ini mantan'nya Tristan), Kakak-kakaknya Tristan terutama kakak keduanya (karna hanya dia yang mencurigai bahwa pernikahan Tristan bohongan), bisa juga wartawan atau lawan politik bapaknya Gwen. Namun, yang ada malah konfliknya hanya bersumber pada rasa gengsi dan keegoisan Gwen dan Tristan. Jadi, aku merasa pernikahan mereka akan baik-baik saja bila keduanya bisa saling jujur pada perasaannya satu sama lain. Padahal, chemistry mereka berdua terasa sekali. Menurutku, hanya itu saja kekurangan dari novel ini. Selain itu, aku sangat menikmati keseluruhan cerita, makanya aku memberi 4 bintang. Semoga penjelasanku bisa diterima ya.

Terima kasih untuk saran, kritik dan pujiannya. Semoga pujiannya itu ikhlas ya, dan sebenar-benarnya bukan karena giveaway. Hehe... Dan setelah kutimbang-timbang, aku memilih....

*drumroll*






Alasannya adalah karena selain dia mengkritikku, dia juga memberi solusi terhada kritikannya itu. Oh ya, kuakui memang wawancara yang kutulis memang sama persis (sengaja tidak kuedit) dari transkrip wawancaranya. Hehe...
Selamat ya, semoga segera bisa merasakan sendiri seperti apa suamiable-nya Tristan. Dan salam untuk temannya yang diajak diskusi 😊

Jangan lupa mengirimkan biodatanya ke emailku nasharie88(at)gmail(dot)com dengan subjek "Pemenang Blogtour Pinocchio Husband". Aku tunggu paling lambat 2 x 24 jam setelah pengumuman ini. Bila tidak, akan kupilih lagi pemenang yang lain.

Buat yang belum beruntung, mohon maaf ya. Semoga bisa ikutan di giveaway selanjutnya. Terima kasih.





Rabu, 25 Oktober 2017

[Blogtour & Giveaway] Pinocchio Husband - Pia Devina



Giveaway time!

Yuhuyyy... pasti ini yang ditunggu-tunggu oleh kalian. Iya kan? Tenang, ada satu eksemplar novel "Pinocchio Husband" karya Pia Devina persembahan dari Twigora untuk satu pemenang yang beruntung di blog ini. Mau?



 Syaratnya:
  • Memiliki alamat pengiriman di Indonesia
  • Follow blog ini via GFC, email atau klik "join this site" (pilih salah satu saja ya)
  • Follow akun media berikut:
  1. Twitter:  TwigoraPia DevinaSharie, dan/atau
  2. Instagram: TwigoraPia DevinaSharie
  • Share info giveaway ini di akun media sosial milikmu dengan hastag #PinocchioHusband dan mensyen ketiga akun di atas.
  • Beri komentar di postingan blog wawancara dan review, yang relevan ya. Lalu tulis di kolom komentar di bawah, nama kamu dan akun media sosial yang digunakan untuk share info giveaway ini (gak perlu pakai linknya)
  • Pemenang dipilih olehku berdasarkan komentar yang aku suka (mau yang bermanis-manis atau yang mengkritik, kalau aku suka akan aku pilih)
  • Giveaway ini berlangsung selama seminggu, tanggal 25 - 31 Oktober pukul. 23.58 WIB.
  • Pengumuman pemenang akan aku umumkan secepatnya di blog dan media sosial milikku.

Goodluck


Jangan lupa mampir juga di blog host "Pinocchio Husband" lainnya ya, biar kesempatan menangmu lebih besar. Karena di tiap masing-masing blog, akan dibagikan 1 eksemplar novel "Pinocchio Husband".
  • 14 – 16 Oktober:  Nathalia Diana Pitaloka
  • 17 – 19 Oktober:  Afifah Mazaya
  • 20 – 22 Oktober: Wardahtuljannah
  • 23 – 25 Oktober:  Sharie (Kamu sedang berada di sini)
  • 26 – 28 Oktober: Farida Endah











Selasa, 24 Oktober 2017

[Blogtour & Review] Pinocchio Husband - Pia Devina

Judul Novel: Pinocchio Husband
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (Imprint Twigora)   
Jumlah Halaman: 264 hlm
Bookpaper 55 gr
ISBN: 978-602-60748-5-0
Harga: Rp. 70.000,-


Tagline:

Jangan berbohong pada orang yang mencintaimu. 
Jangan mencintai orang yang berbohong padamu.

BLURB


THE NOT-SO-HAPPY WIFE
“Aku akan menikah, Ma, Pa.”

THE PINOCCHIO HUSBAND
“Kita hanya perlu bersandiwara seperti ini.” 
WEDDING OF LIES
Simbiosis mutualisme, begitu mereka menyebut pernikahan itu.
Gwen bisa kembali dipertemukan dengan adiknya yang telah lama hilang, sedangkan Tristan bisa
menggunakan pernikahannya untuk menyukseskan ambisinya sebagai penerus bisnis keluarga.

Dan setelah keduanya mendapatkan yang mereka mau, bercerai adalah langkah selanjutnya.

HAPPILY NEVER AFTER?
Kehidupan pernikahan mereka yang menyerupai roller coaster—termasuk borok memalukan yang setengah mati disembunyikan oleh keluarga besar Gwen—mendekatkan jarak di antara mereka. Menumbuhkan perasaan yang diikuti dengan pertanyaan besar: apakah keduanya sudi berkompromi demi harapan bahwa pernikahan ini akan berjalan lebih dari sekadar lima bulan?

REVIEW


Pertama kali membaca judul novel ini, kupikir aku akan disungguhi kisah seseorang yang memiliki suami yang sering sekali berbohong seperti pinokio. Hal ini diperkuat oleh taglinenya yang penuh kebohongan, duh jadi bertanya-tanya "kira-kira sebrengsek apa ya suaminya?" 😅

Namun, dugaanku itu salah. "Pinocchio Husband" di sini ternyata dimaksudkan sebagai "suami bohongan". Pernikahan yang direkayasa untuk kepentingan pribadi kedua pihak, yang sekarang hitsnya dikenal dengan "kawin kontrak". 

"Simbiosis mutualisme: semestinya saling menguntungkan, bukan?"

Adanya simbiosis mutualisme itu ternyata tidak membuat pernikahan antara Gwen dan Tristan menjadi lebih mudah. Mereka mulai merasakan kelelahan untuk selalu berpura-pura di hadapan semua orang. Tak hanya itu, kepura-puraan itu juga akhirnya membuat keduanya saling membohongi perasaan masing-masing. 

Sayangnya, konflik yang terjadi di pernikahan Gwen dan Tristan menurutku agak kurang greget. Kenapa? Alasannya di sini ya. Entah kenapa konflik mereka hanya bersumber pada diri mereka masing-masing yang saling gengsi. Bahkan, aku malah merasa fokus permasalahan di novel ini lebih kepada hubungan antara Gwen dan Guruh.

"Hidup itu lucu. Terlalu banyak rahasia yang sanggup bikin seseorang bertindak gila hanya untuk memecahkan misteri di dalamnya." (hlm. 54)

Walaupun begitu, aku tak memungkiri bahwa chemistry antara Gwen dan Tristan dibangun dengan baik. Pasangan ini terlihat sweet banget... jadi bikin iri kaum jomblo nih. Apalagi, sosok Tristan ini digambarkan suamiable, hmm.. jadi pengen punya suami seperti Tristan. Xixixi... Tak heran, bila novel ini terpilih menjadi juara ketiga kategori "sweet romance" dalam lomba "Sweet and Spicy Romance" yang diadakan oleh Twigora beberapa waktu lalu.

Selain Tristan, tokoh lain yang aku suka adalah Guruh. Aku salut dengan kedewasaannya. Jarang sekali ada orang yang memiliki kepribadian seperti Guruh. Bila aku berada di posisinya, aku akan sulit melakukan semua hal yang dilakukan olehnya. Namun, sekuat apapun seseorang menjadi tegar, ada kalanya dirinya bisa rapuh juga. Dan ini yang tak dilupakan oleh penulis. Good job kak Pia.

"Sesulit-sulitnya memaafkan adalah memaafkan diri sendiri."

Overall, aku sangat menikmati kisah di "Pinocchio Husband". Ceritanya sangat mengalir dan ringan, tidak butuh waktu lama bagiku untuk menyelesaikan novel ini. Selain itu, aku juga merasakan perbedaan gaya penulisan kak Pia bila dibandingkan dengan karya sebelumnya yang sudah aku baca (aku baru membaca novel "ROMA"). Menurutku, gaya penulisan di novel ini lebih berkembang dan hidup.

Untuk kamu yang menyukai genre romance, khususnya yang bertema wedding, aku sangat merekomendasikan novel ini. Kamu pasti akan menemukan "sesuatu" yang tidak ada di novel lainnya yang sejenis.

"Lembar terakhirnya seperti apa, kau yang memilih."

Photo Challenge




Nah, ini yang selalu menjadi special part dalam rangkaian blogtour Twigora. Apalagi kalau bukan photo challenge yang harus dilakukan oleh para host. Kali ini, para host blogtour "Pinocchio Husband" ditantang untuk melakukan "pose kaku" seperti boneka kayu. Dan dengan kekuatan bulan  "muka tembok" dan ngegantung di gorden, beginilah hasilnya...



Bagaimana? Sudah berhasilkah diriku? Hayo... jangan terlalu fokus, nanti malah terpesona. Hehe...



Jangan lupa mampir juga ya di blog teman-teman host lain untuk melihat review novel "Pinocchio Husband" karya Pia Devina ini.

1. 14 – 16 Oktober :  Nathalia Diana Pitaloka

2. 17 – 19 Oktober:  Afifah Mazaya

3. 20 – 22 Oktober:  Wardahtuljannah

4. 23 – 25 Oktober:  Sharie (kamu sedang mampir di sini)

5. 26 – 28 Oktober: Farida Endah













Senin, 23 Oktober 2017

[Kenalan Yuk!] Wawancara dengan Pia Devina



Halo,

Rubrik "Kenalan Yuk!" datang lagi nih. Sosok yang akan aku tanya-tanya adalah Pia Devina, penulis novel Pinocchio Husband. Mungkin kalian semua sudah mengenal karya-karyanya sebelumnya. Aku sendiri baru mengenal tulisan kak Pia di novelnya yang berjudul "ROMA" (karena aku seorang romanisti. Forza Roma!). Kalau kalian di novel yang mana?

Sebelumnya, aku berterima kasih sekali pada pihak Twigora dan Pia Devina yang sudah memberi kepercayaan padaku untuk menjadi salah satu host dalam blogtour Pinocchio Husband. Sehingga aku dapat menanyakan lima buah pertanyaan pada kak Pia. Semoga pertanyaan yang aku berikan mewakili pertanyaan dari teman-teman yang lain, pecinta karya Pia Devina 😊


Hallo kak Pia, sebelumnya selamat ya menjadi juara ketiga lomba "Sweet & Spicy Romance" kategori "Sweet Romance" 😊 Dan akhirnya aku bisa mencicipinya 😊 Ceritakan sedikit dong kak, ide awal menulis kisah "Pinnochio Husband" ini.

"Waktu ada pengumuman yang diadakan lomba oleh Twigora, saya langsung kepengen nulis tentang love-hate relationship. Mungkin memang tema besar yang mainstream, makanya dari situ saya ingin mengambil konflik yang bikin ceritanya nggak se-mainstream yang dibayangkan orang. Saya juga ingin punya tokoh yang sama-sama keras kepala dan punya ego tinggi, jadilah Gwen dan Tristan yang dari awal sudah nggak akur. Dua orang dengan karakter yang seperti itu akhirnya harus menikah, tinggal seatap, dan dilihat semua orang sebagai pasangan yang serasi, padahal aslinya jauh dari kata 'serasi', apalagi romantis."

Tema yang diangkat dari novel Pinocchio Husband ini adalah tentang wedding (kawin kontrak). Apa sih yang membedakan Pinochio Husband dengan novel dengan tema sama lainnya?

"Konflik keluarga yang punya peran besar dalam menggerakkan plot :) Lalu, bagaimana Gwen dan Tristan mesti berhadapan dengan konflik itu dan mendapatkan jalan keluarnya."

Apa yang menjadi tantangan dalam menuliskan "Pinocchio Husband" ini kak?

"So far saya enjoy nulis kisah Gwen dan Tristan ini. Jadi tantangannya rasanya nggak terlalu berat--mungkin karena faktor enjoy itu, ya. Hehehe. Mungkin yang agak lumayan menyita pikiran adalah riset tentang dunia jurnalis yang jadi background-nya Gwen. Berhubung saya nggak punya latar belakang di bidang tersebut."

Di novel-novel kak Pia (termasuk di Pinocchio Husband ini), kakak selalu "membumbuinya" dengan konflik dalam keluarga. Adakah alasan khusus untuk memasukkan hal tersebut?

"Karena konflik keluarga dekat dengan keseharian semua orang. Dengan bermacam-macam konflik yang tidak selalu sama, tentunya. Tapi yaaa, konflik itu selalu ada. Dan saya harap konflik-konflik yang dibangun itu bisa mendekatkan pembaca pada kisah yang saya tulis :)"

Terakhir, setiap membaca novel karya kak Pia aku selalu dapat "feel"nya, bagaimana sih kak membangun "chemistry" antar tokohnya?

"Saya suka membayangkan tokoh-tokoh saya hidup beneran di kepala saya. Gimana mereka bersikap, berbicara, sampai berekspresi, saya "tonton" di kepala saya. Lalu, saya nyoba ngebangun hubungan antar tokoh-tokoh itu, hehehe."



Sumber: Akun IG milik Pia Devina
(@piadevina)

Profil Penulis

Farmasis yang tidak lupa bersenang-senang dengan membaca dan menulis fiksi. Di sela quality time bersama keluarga, hobinya adalah menonton drama Korea atau film romance. Suka mendengarkan musik dan menjadikan '90s songs sebagai salah satu teman untuk menemaninya menulis.

Pinocchio Husband adalah novel solo ketiga belas yang diterbitkan oleh penerbit mayor.

Penulis bisa dihubungi di email piadevina@yahoo.com atau di sosial medianya, Facebook (Pia Devina), Twitter (Pia Devina) , juga blog (devinacandybox.blogspot.com).

Bagaimana? Sekarang sudah kenal kan ya dengan "Bunda Ratunya" Tristan. Tristan? Siapa itu? Ada yang tahu? 

Yup, Tristan adalah tokoh cowok dalam novel Pinocchio Husband. Penasaran? Tunggu besok ya... Aku akan mengulas novel kece ini. 

Kamu juga bisa loh mampir ke blog host Pinocchio Husband lainnya. Berikut daftarnya:

  • 14 – 16 Oktober:  Nathalia Diana Pitaloka
  • 17 – 19 Oktober:  Afifah Mazaya
  • 20 – 22 Oktober:  Wardahtuljannah
  • 23 – 25 Oktober:  Sharie (Kamu sedang berada di sini)
  • 26 – 28 Oktober: Farida Endah














Kamis, 28 September 2017

[Pengumuman Pemenang] Blogtour #FleshOut



Halo...
Ada yang nungguin pemenang Blogtour "Flesh Out"-nya Bellazmr persembahan Grasindo? Sebelumnya aku minta maaf baru sempat mengumumkannya (karna beberapa hari lalu setahunnya alm. Papi 😊)

Oke. Langsung saja pemenangna adalah... (drumroll)
*
*
*
*
*
*


Nama panggilan kesayangan buat aku dari sahabat2ku itu "Miss Acting". 
Karena waktu zaman SMA aku dikira selalu akting sakit.
Padahal aku sakit beneran :')
Mungkin karena dulu aku sering sakit, jadi mereka anggap aku cuma akting doang.
Sampai akhirnya mereka manggil aku gitu.

Kuliah lain lagi. Teman2 kuliahku selalu manggil aku "cemong". Karena... Dulu itu kan ada sinetron judulnya "Fatiyah". Yg ceritanya cewek tarzan ituu tuh. Nah si cewek tarzan itu kan dikatai cemong di dalam cerita. Terus ya namaku sama tuh cewek tarzan sama, ya udah dipanggillah cemong :')

Nah, kalau keluargaku sendiri mereka panggil aku "Battala'". Battala' sendiri artinya gendut, dalam bahasa Makassar(Sulsel). Karena emang sih, aku sadar berat badanku yg gak ideal dengan tinggi :')

Ha ha... kok aku ngakak sendiri nulis ini :'D


Selamat kepada pemenang, kamu berhak mendapatkan novel random dari Grasindo. Aku tunggu data dirinya ke email nasharie88@gmail.com dengan subjek: Pemenang #BlogtourFleshOut paling lambat 2 x 24 jam setelah pengumuman ini. Bila tidak, akan kupilih lagi.

Untuk yang belum beruntung, bisa coba di lain kesempatan. Terima kasih ya sudah berpartisipasi meramaikan blogtour ini. Aku juga mengucapkan terima kasih kepada Grasindo yang telah memberikan kesempatan kepadaku untuk menjadi host Blogtour Flesh Out. Mohon maaf bila banyak kekurangan. Semoga bisa bekerja sama lagi di even selanjutnya. Terima kasih juga kepada Bellazmr yang banyak membantu selama blogtour ini berlangsung. Jangan kapok ya kak. Aku tunggu karyanya selanjutnya. Sukses terus 😊




Sabtu, 16 September 2017

[Blogtour] Flesh Out - Bellazmr

Judul: Flesh Out
Penulis: Bellazmr
Penyunting: Tim editor fiksi
Penerbit: Grasindo
Terbit: Juli 2017
Tebal: 305 hlm.
ISBN: 978-602-375-977-4

BLURB

Ada beberapa takdir yang sekalipun berusaha ditolak, tapi nyatanya tak pernah bisa dihindari. Bagi Reina Pamela takdir orangtuanya yang bersahabat baik dengan orangtua Frans Guntoro adalah takdir yang paling ingin ditolak.
Frans dan Reina saling kenal sejak kecil. Keduanya selalu bersama dan terikat. Namun sayangnya Frans dan Reina tidak mewarisi hubungan kedua orangtua mereka yang akrab. Frans dan Reina adalah dua orang yang tidak bisa disatukan, selalu bertengkar, dan tak pernah akur.
Bagi Frans, Reina adalah perempuan yang tak mudah ia tebak. Bagi Reina, Frans adalah laki-laki yang harus ia hindari. Namun, bagaimana jika suatu hari Frans mampu menebak Reina dan Reina tak mampu untuk menghindari Frans?

REVIEW


"Main itu di Timezone, bukan di friendzone. Kalau friendzone mainnya bukan sama mesin bermain, tapi sama perasaan." (hlm. 68)

Pernahkah kamu menaiki suatu wahana permainan yang bernama Niagara di salah satu taman bermain yang ada di Jakarta? Wahana yang mengharuskan kamu menaiki sebuah perahu kecil yang berjalan perlahan-lahan yang kemudian mulai menaiki sebuah lintasan yang cukup tinggi. Bila sudah mencapai puncaknya, kereta tersebut akan meluncur bebas ke bawah. Selama beberapa detik kamu harus melawan gaya gravitasi dan tersadarkan saat wajahmu tersiram air. Lega.

Ya, seperti itulah yang aku rasakan saat membaca novel Flesh Out ini. Dari awal aku sudah dibuat menikmati kisah antara Reina dan Frans ini. Mengambil tema yang sederhana dan gaya penulisan yang asyik, penulis berhasil membuatku tersenyum-senyum dengan interaksi para tokohnya. Hingga menjelang akhir, tiba-tiba aku dikejutkan dengan plot twist yang bikin spechless. Aku sedih, kupikir bakalan sad ending (sampai gak sadar kalo air mata mengalir). Hiks... Seriously, ini benar-benar di luar ekspetasiku. Karna sejujurnya, aku memang belum pernah membaca Flesh Out sebelumnya saat masih di Wattpad.

Menceritakan tentang dua remaja yang mempunyai sifat dan dunia yang bertolak-belakang, keduanya terpaksa harus selalu bertemu karna bersekolah di SMA yang sama, dan diperparah dengan persahabatan yang terjalin di antara kedua orangtuanya. Reina--kapten cheer dan siswi berprestasi, sedangkan Frans-- kapten futsal dan biang kerok di sekolahnya. Keduanya bagai tom & jerry, selalu bertengkar bila bertemu.

"Who knows, jangan main-main sama suatu hubungan. Takutnya lo malah dipermainkan oleh perasaan." (hlm. 71)

Aku sangat suka dengan karakter kedua tokoh utamanya ini. Yang satu jutek, yang satunya lagi usil dan "gokil" banget. Pokoknya ada saja tingkah laku Frans yang membuat Reina sebal. Frans selalu saja mencari-cari kesempatan untuk selalu berada di dekat Reina. Walaupun begitu, aku salut dan terharu dengan sikap Frans yang gentle. Dia tetap berjuang untuk mendapatkan cinta orang yang disayangnya, walaupun orang tersebut terlalu gengsi.

"Level tertinggi dari suatu hubungan adalah mempertahankan dia yang mulai beranjak meninggalkan kamu. Level tertinggi omong kosong adalah kalimat barusan." (hlm. 84)

"Cinta itu nggak bisa dipaksain, Kak. Cinta itu adalah dua orang yang yakin dengan perasaan masing-masing, lalu disatukan lewat takdir." (hlm. 145)

Selain kedua kedua tokoh utamanya itu, ada satu lagi tokoh yang membuat hidup kisah ini dengan kekocakannya yaitu Ateng, sahabatnya Frans. Omongannya "receh" banget.

Hanya satu hal yang membuatku agak terganggu (dan sejujurnya kaget sih) yaitu kalimat "Aing kudu piye, Rien." pada halaman 190. Rasanya aneh tiba-tiba ada kalimat itu, padahal setting tempat di novel ini adalah Palembang, dan beberapa kali juga ada kata-kata yang menggunakan bahasa daerah tersebut. Apakah Frans berasal dari daerah lain? Atau hanya "slang" saja?

"Aku sudah pada titik di mana aku harus belajar bahagia tanpa kamu." (hlm. 257)

Selain itu, ada beberapa typo yang masih aku temukan di novel ini, diantaranya:
  1. Kata "melepasakan" pada hlm. 29
  2. Kata "upacaran" pada hlm. 154
  3. Kata "nghibur" pada hlm. 220
Overall, novel Flesh Out ini aku rekomendasikan untuk kamu pecinta romance. Banyak quote yang akan membuat kamu baper. Novel "Wattpad Fiction" dari Grasindo yang wajib kamu punya.

"Waktu selalu mengajari kita bahwa dalam setiap perjalanan pasti akan selalu menemukan titik akhir. Entah itu akhir yang menyenangkan, atau justru menyedihkan." (hlm. 274)




GIVEAWAY TIME!





Di blogtour "Flesh Out" ini, Grasindo punya satu novel random yang bisa kamu miliki. Caranya mudah:

1. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia

2. Follow akun twitter Grasindo & @nAshari3 dan IG Grasindo, bellazmr , Fiksi Grasindo dan @nashari3

3. Share/repost info giveaway ini (bisa lewat twitter atau instagram). Jangan lupa mention keempat akun di atas dengan hastag #BlogtourFleshOut

4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar, beserta nama, domisili, akun twitter/IG dan link share.

"Bila Frans mempunyai panggilan kesayangan untuk Reina, yaitu Mei-Mei karena dia suka sekali dengan serial kartun Upin-Ipin. Apakah panggilan kesayanganmu yang diberikan oleh orang tersayangmu (bisa keluarga, sahabat, pacar atau suami/istri)? Beri alasannya juga ya."

5. Giveaway ini akan berlangsung hingga tanggal 22 September 2017 pkl. 23.55 wib. Dan pemenangnya akan kuumumkan secepatnya di blog dan media sosial lainnya.

6. Pastikan akunmu tidak di private ya.

*GOODLUCK*




Senin, 15 Mei 2017

Wrap Up: IRRC 2017



Halo,

Aku mau wrap up nih bacaanku di IRRC 2017 sampai hari ini. Belum semua review yang aku buat di blog, banyakan yang sempat aku review di Goodreads. Xixixi..
Berikut daftarnya:

  1. To Be With Mr. Popular by Gemscribble
  2. Tewasnya Gagak Hitam by Sidik Nugroho
  3. After Wedding by Pradnya Paramitha
  4. Neraka di Warung Kopi by Sidik Nugroho
  5. Ninja dan Utusan Setan by Sidik Nugroho
  6. Love Me Again by Indah Hanaco
  7. Remember The Flavor by Fei
  8. Dark Romance by Zephyr
  9. Garis Waktu by Fiersa Besari
  10. Loe in City of Angels by Irene Dyah
  11. Heartwarming Chocolate by Prisca Primasari
  12. Bad Boys by Nathalia Theodora
  13. Bad Boys #2: Troy's Spy by Nathalia Theodora
  14. Bad Boys #3: Lionel's Keeper by Nathalia Theodora
  15. Flip-Flop by Rido Arbain
  16. Mission D'Amour by Fransisca Todi
  17. Insecure by Seplia
  18. Replay by Seplia
  19. Mahardikans by Resti Dahlan
  20. Carisa dan Kiana by Nisa Rahmah
  21. Boy Toy by Alia Zalea
  22. Ther Melian #1: Revelation by Shienny M.S.
  23. Ther Melian #2: Chronicle by Shienny M.S.
  24. Ther Melian #3: Discord by Shienny M.S.
  25. Ther Melian #4: Genesis by Shienny M.S.
  26. Three Sisters by Seplia
  27. Fixing a Broken Heart by Indah Hanaco
  28. Honeymoon Express by Mia Arsjad

Baru segini buku romance yang aku baca dari target 50 buku. Semoga di akhir tahun nanti aku bisa mencapai target tersebut. Semangat!

Jumat, 14 April 2017

[Let's Talk] Incomplete Book Series


Hallo readers,

Tidak terasa ya rangkaian #BBIHUT6Marathon sudah akan berakhir. Buat yang belum membaca postinganku sebelumnya, bisa baca di sini. Mungkin ini adalah postingan terakhirku untuk merayakan #BBIHUT6 (karna aku masih galau nih mau bikin giveaway HOP apa enggak). 

Tema All About Books: Tentang Koleksi Pribadi

Kali ini aku mau membuat sebuah pengakuan dosa (bahasanya lebay banget ya. Hehe..). Aku mau membeberkan beberapa koleksi buku seriku yang tidak lengkap (incomplete book series). Aku memang termasuk orang yang tidak begitu suka book series. Kenapa? Karena menurutku buku-buku berseri itu rawan dari ketidakpastian (aku paling nggak suka di-php). Ketidakpastian cerita, mau dibawa kemana cerita kita (eh malah nyanyi), sampai ketidakpastian kapan buku selanjutnya terbit. Bahkan ada salah satu seri buku bergenre teenlit yang salah satu bukunya diterbitkan dalam jangka waktu bertahun-tahun, dan setelah terbit masih juga digantung alias belum kelar. Aku sih nggak bisa digituin. *baper*

Selain menguras hati dan emosi, book series juga bisa sangat menguras isi dompet. Terlebih apabila seri buku tersebut ditulis oleh penulis dari luar negeri atau terjemahan, yang harganya bisa mencekik. Apalagi bila seri bukunya melegenda, seperti Harry Potter (sekarang baru terbit edisi cover barunya). Bikin mupeng dan menambah wishlist. Selain itu, kadang ada juga buku berseri dari luar negeri yang berhenti diterbitkan di Indonesia di tengah-tengah buku seri tersebut alias tidak sampai tuntas. Ini yang bikin sebel banget. 

Dari semua alasan di atas, memang harus aku akui bahwa buku berseri itu ceritanya seru-seru. Jadi, tak heran banyak yang dengan senang hati menunggu buku-buku selanjutnya. Tak jarang pula dari buku berseri tersebut mempunyai komunitasnya masing-masing. Aku juga termasuk yang sering jadi fangirl dari tokoh di buku berseri, walaupun masih belum bisa konsisten untuk mengumpulkan semua buku serinya. Berikut buku seri milikku yang "bolong-bolong".

Cormoran Strike Series
Penggemar Harry Potter pasti mengenal penulis buku seri ini. Yup, Robert Galbraith adalah pseudonym dari J.K. Rowling. Buku seri ini baru diterbitkan tiga buku, dan di Indonesia terakhir dilaunching pada bulan April tahun lalu. Dari ketiganya, aku hanya memiliki dua buku yaitu buku #2 & #3, dan kedua-duanya kudapat secara gratis (satu-satunya book series yang tidak aku beli). Lho kok bisa? Bisalah, karena aku mendapatkan kedua buku ini saat menghadiri acara launchingnya di Jakarta (dengan mengantri tentunya. Haha..). Lalu kenapa aku tidak beli buku seri Comoran Strike #1? Harganya cukup mahal dan di Scoop ada, jadi aku malas untuk membelinya (aku kan senang gratisan). Kecuali nanti bila J.K. Rowling datang ke Indonesia. Baru deh aku melengkapi koleksinya. Haha.. Aku tidak tahu seri ini akan sampai buku keberapa. Tapi bila diintip di akun Goodreadsnya, Robert Galbraith sedang menulis untuk bukunya yang keempat, judulnya Lethal White. Tidak tahu kapan diterbitkan di Indonesia. Yang pasti aku akan senang hati bila ada gratisannya lagi. Ups! Hidup gratisan!


Seri Bumi
Koleksi book series milikku yang tidak lengkap selanjutnya adalah seri bumi-nya Tere Liye. Sejujurnya, aku baru mengetahui dan membeli seri buku ini saat akan menghadiri roadshow buku #3 bulan Juli tahun lalu. Kuakui aku memang baru dua tahun belakang ini membuka genre bacaanku, yang sebelumnya hanya terfokus oleh buku Agatha Christie saja. Jadi, tak heran bila aku banyak ketinggalan buku-buku bagus yang selama ini meramaikan dunia perbukuan. Oke, kembali ke seri bumi ini. Seri ini minus buku yang kedua yaitu Bulan. Sebenarnya saat mau menghadiri launching buku Matahari, aku memang ingin mempunyai ketiganya, namun saat itu di toko bukunya stok buku keduanya ini kosong (karna sedang peralihan dari cover lama ke cover baru mengikuti ilustrasi dari cover Matahari). Tenang, aku sudah membacanya kok (di aplikasi Ijak. Hehe..) Jadi, aku tidak bolong mengikuti kisah Raib, Seli dan Ali ini. Sekarang aku sedang menunggu-nunggu kapan buku Bintang (penutup seri Bumi ini) terbit. Dan aku memang berminat untuk melengkapi seri bergenre sci-fic ini.

Kinsey Millhone Series
Aku benar-benar ketinggalan seri abjadnya Sue Grafton. Dulu aku membelinya saat masih kuliah, namun beberapa kali ke toko buku untuk mencari buku lanjutannya selalu saja tidak ada. Terakhir, aku mengetahui bahwa memang penerbitnya berhenti menerbitkan seri detektif perempuan ini. Padahal seri ini sampai huruf X (#24)


Shopaholic Series



Buku seri karya Sophie Kinsella ini merupakan satu-satunya buku milkku yang genrenya keluar dari genre favoritku (bisa dilihat dari cover-nya yang jadul dan sudah lecek. Hehe...) Dari 8 buku dari seri Shopaholic ini aku hanya memiliki dua buku saja yaitu Shopaholic #2 dan Shopaholic #5


Gallagher Girls Series
Pernahkah kamu membeli buku karena melihat cover-nya yang menarik? Yup, itulah alasanku membeli buku seri ini. Aku membelinya saat penerbitnya menerbitkan kembali seri Gallagher Girls ini dengan cover barunya. Sampai bingung saat membelinya, pengen semua bukunya, covernya lucu banget. Tapi, akhirnya aku memutuskan hanya membeli yang #1 dan #4 saja. Biar tahu awal dan akhirnya saja (waktu itu baru terbit sampai buku #4 saja, sekarang keenam bukunya sudah terbit dengan kaver baru). 


Around the World with Love Series

Around the World with Love Series
 ini adalah seri dari penerbit GPU yang bergenre romance dan bersetting di kota-kota di berbagai negara. Penulis seri ini ada empat, dan sekarang sudah sampai ke batch ketiga (ada 12 judul buku). Semua buku dari seri ini tidak bersambung kecuali Love in Marrakech dan Love in Blue City karya Irene Dyah.

Yummylit Series
Seri dari Bentang Pustaka ini memang tidak bersambung (stand alone book) dan ditulis oleh beberapa penulis. Cerita yang ada di buku-buku yang masuk ke dalam Yummylit series ini adalah yang berhubungan dengan dunia kuliner. Aku hanya memiliki dua buku saja dari seri ini, dan salah satunya yaitu Heartwarming Chocolate karya Prisca Primasari aku peroleh dari kado ultahku. 





Cuma punya satu buku dari serinya, kenapa tidak?
Sebenarnya sih agak malu memamerkan buku-buku di atas, soalnya aku cuma memiliki satu buku saja (sampai hari ini) dari seri bukunya. xixi... Ada yang karena buku sebelumnya sudah pernah aku baca di aplikasi ebook, ada juga yang karena aku sudah menonton film-filmnya yang diadaptasi dari buku-buku seri tersebut, dan ada pula karna hanya judulnya saja (buku "Roma"). 

Nah, bagaimana denganmu? Apakah kamu penyuka book series atau stand alone book? Jika berseri, buku seri apa saja yang kamu miliki? Apakah lengkap atau seperti diriku yang "bolong-bolong"? Sharing yuk!








Kamis, 13 April 2017

Buon Compleanno BBI


Cie... hari ini ada yang ulang tahun. Selamat ulang tahun yang ke-6 BBI. Semoga semakin solid dan tetap semangat menularkan virus gemar membaca di Indonesia. Bagiku ultah BBI tahun ini terasa agak spesial, karena pada usianya yang ke-6 ini aku sudah menjadi bagian dari komunitas Blog Buku Indonesia

Aku ingin curcol sedikit nih. Boleh ya? Setelah memutuskan menjadi seorang blogger buku, rasanya kurang afdol bila aku tidak bergabung di komunitasnya. Kesempatanku untuk bergabung dengan BBI terbuka saat aku diberitahukan tentang info pendaftaran member baru dari salah satu blogger. Awalnya, aku minder untuk bergabung, karna aku masih terbilang newbie di dunia blog. Rasanya aku belum pantes untuk bergabung dengan blogger-blogger kece. Namun, setelah di semangat-semangatin oleh beberapa blogger yang aku kenal di dunmay (sayangnya nggak pake sekotak coklat), aku memberanikan diri mendaftar. 

Walaupun sudah semangat 45 (kesannya tua banget ya), ada sedikit hambatan saat mendaftar. Hal ini dikarenakan, pada saat waktu pembukaan pendaftaran yang terbilang singkat, aku sedang berada di kampung, yang sinyal untuk sms saja susahnya minta ampun apalagi untuk online. Aku sempat menyerah untuk mendaftar karna berkali-kali gagal membuka email (sengaja ke tengah-tengah sawah untuk nyari sinyal). Namun, mungkin karna berjodoh dengan Bebi kali ya (*kedipin*), secara kebetulan Mamaku mengajak jalan-jalan ke Solo. Alhasil, aku bisa keluar dari daerah susah sinyal itu. Yeay! Thanks Mom. Akahirnya aku mendaftar di kereta dalam perjalanan Kutoarjo-Solo. Beberapa hari kemudian, senang sekali saat mendapat email pemberitahuan bahwa aku diterima. Thank you so much Beb. *kiskis*

Di awal aku bergabung ini, aku sudah mendapat pengalaman dan kesempatan. Aku berkesempatan berkenalan dengan salah satu member BBI angkatan 14 (Kak Raafi) dan bertukar kado di #BBIShareTheLove2017. Aku juga diberi kesempatan menjadi host blogtour Dark Romance oleh Kak Dion. Dan karna #BBIHUT6Marathon ini juga aku bisa lebih mengenal lebih dekat tiga BBI-er newbie seperti diriku. Sayangnya, aku belum mengenal semua kakak-kakak BBI-er yang lainnya, baik di dunmay maupun dunia nyata. Hehe.. Semoga suatu hari nanti aku bisa mengenal semuanya (kapan ya aku bisa meet-up sama mereka semua?). Sukses selalu untuk BBI dan semua BBI-ers.

Bertemu Kak Siti dan Afifah di suatu acara launching buku di Jakarta
bulan Desember lalu


Senin, 10 April 2017

[Kenalan Yuk] Trio Bebi Angkatan 17



Dalam rangka memeriahkan HUT BBI yang ke-6, Divisi Event BBI mengadakan acara seru, salah satunya adalah #BBIHUT6Marathon. Jadi, nantinya mulai hari ini, selama seminggu, teman-teman BBI akan memposting beberapa tema yang pastinya seru-seru. Jadi jangan sungkan-sungkan stalking ya.


Tema: Berkenalan dengan BBI-ers Baru


Salah satu tema yang akan diangkat di #BBIHUT6Marathon adalah "Berkenalan dengan BBI-ers Baru" (angkatan 16/17). Sebenarnya sih mau interview diri sendiri (maklum aku juga kan newbie di BBI), tapi nanti malah disangka narsis. Hehe.. #Plak. Akhirnya setelah menimbang-nimbang, aku memutuskan untuk mewawancarai angkatan 17, bukan hanya satu orang tetapi tiga BBI-ers. Hahaha... 

Aku memang sudah mengenal ketiganya, namun belum secara personal. Maklumlah, aku baru mengenal mereka melalui akun sosmed saja. Dengan Kak Kitty, aku pernah berpartner saat "Baca Bareng" salah satu novel. Sedangkan dengan Hana, aku pernah bertemu dengannya di salah satu acara launching buku di Jakarta akhir tahun lalu, hanya saja saat itu aku tidak berani menyapanya, takut salah orang. xixixi... Padahal aku dan Hana berasal dari daerah yang sama. Mungkin lain kali kita bisa meet up ya Hana. Dan yang terakhir adalah Pida. Jujur, aku memang baru berinteraksi dengannya melalui sosmed karna event BBI ini. 

HANA BILQISTHI


BBI 1701353

Mojang Karawang yang sekarang bekerja di Kementerian BUMN ini, mungkin sudah tidak asing lagi sebagai blogger dan bookstagramer. Pemilik blog Hana Book Review ini bisa kamu sapa di Twitter atau Instagramnya @hanablqisthi.

KITTY


BBI 1701356
Mama muda dari dua kiddos ini berdomisili di Jakarta. Selain sebagai seorang blogger, Kitty berprofesi juga sebagai pengajar. Pelahap Kata adalah blog miliknya yang bisa kamu intip-intip. Kamu juga bisa menyapanya di @WoMomFey.








PIDA ALANDRIAN


BBI 1701350
Pemilik blog Collection of Book ini juga berprofesi sebagai pengajar di salah satu Akademi Swasta di Aceh Timur. Kamu bisa mencoleknya di @PidaAlandrian92 atau @pidaalandrian









Nah, belum lama ini aku berkesempatan mewawancarai ketiganya. Mau tahu bagaimana cuap-cuap antara aku dan mereka? Penasaran? Kenalan yuk!


"Kalau boleh tahu, apa sih genre favorit dan penulis favorit kalian?"

Hana: "Romance and Mystery! Kasie West & Sakisaka Io (Romance), Sir Athur Conan Doyle & Aoyama Gosho (Mystery)."

Kitty: "Pada dasarnya aku ini termasuk omni-reader, alias pembaca segala genre. Non fiksi dan fiksi aku baca. Dari buku anak-anak sampai dewasa. Ada beberapa genre yang aku sukai yaitu Fantasy, Mystery/Thriller, & Romance. Penulis favorit adalah Dr. Seuss, Sir Athur Conan Doyle, Akiyoshi Rikako, Marissa Meyer, Indah Hanaco dan Arleen A."

Pida: "Untuk saat ini masih Romance (fyi, belum pernah berubah selama punya hobi baca buku). Penulis favorit Indonesia adalah Indah Hanaco, Andrea Hinata dan Ika Natassa. Untuk penulis luar negeri J.K. Rowling."


"Hingga awal April ini, sudah berapa buku yang sudah kalian baca?"

Hana: "Sampai tanggal 4 April, alhamdulillah sudah baca 48 buku."

Kitty: "Sekitar 30 buku."

Pida: "Alhamdulillah sudah 62 buku (lumayan ada kemajuan dari tahun kemarin) untuk ngejar target challenge-nya juga sekalian. Hehe... Kamu bisa lirik ke Goodreadsku kok (silahkan) disini"


"Dari buku-buku tersebut, buku apa yang menjadi favorit? Kenapa?"

Hana: "Rule of Thirds by Suarcani dan Caraval by Stephanie Graber. Rule of Thirds, karena hanpir semua kesukaanku tentang contemporary romance ada di buku itu. Narasi yang membuatku betah membaca dan terus membalikan halaman, alur yang cepat, tema yang realistis dan terasa dekat, karakter yang kuat dan terasa nyata, kombinasi humor dan romance yang pas.  Ini review-ku tentang Rule of Thirds. Sedangkan Caraval, karna ada surat di bagian prolog yang membuatku merasa fantasi itu seru!"

Kitty: "Holy Mother!!! Kenapa? Wah! Kalian baca sendiri deh. Nanti pasti tahu kenapa aku bisa sangat menyukai buku tersebut."

Pida: "Insya Allah, Sah! karya Achi TM. Karena novelnya asli bikin tertohok banget pas baca. Kenapa aku bilang gitu? Karena novel ini seperti mencerahkan aku dan menuntun aku untuk bercermin kepada diriku sendiri melalui sosok Silviana. Novel ini tidak menggurui, namun secara tak langsung seperti mengarahkan dan membuat setiap pembaca di novel ini pasti akan menerawang ulang semua hal tentang apa yang sudah dilakukan sebagai umat terutama yang beragama Islam. Selama proses membacanya pun aku tak jarang selalu dibuat merenung dengan kalimat-kalimat dan dialog antar tokohnya (terutama Raka dan Kiara). Yang penasaran dengan reviewnya bisa langsung baca di sini."


"Kebiasaan unik/buruk apa yang selalu dilakukan kalian saat membaca buku?"

Hana: "Melipat buku saat menemukan quotes favorit."

Kitty: "Umm... Kayanya harus buat semacam pengakuan dosa nih ya! Aku tuh bisa baca kapan pun dan dimana pun aku mau. Baca di tempat tenang seperti kamar bisa, di dalam angkutan umum (commuter line, bus TJ, angkot) juga bisa, dan yang paling jangan ditiru adalah baca buku saat sedang dibonceng motor! (yah.. apa boleh buat, tiap pagi aku ngojek sih dan karna jaraknya cukup jauh aku sambil baca buku deh baik buku fisik maupun ebook)."

Pida: "Kalau unik kayanya aku tidak ada deh. Kalau kebiasaan buruk, baca sambil tidur (iya aku tahu ini sudah biasa juga bagi pembaca-pembaca lain), ini juga buruk bagi kesehatan fisik kita sebagai pembaca terutama pada mata. Yah walaupun sudah tahu, tak jarang aku sering mengabaikan. Karna posisi baca sambil tidur ini paling pas rasanya (dilarang keras untuk ditiru)."


"Apa sih alasan kalian menjadi seorang blogger?"

Hana: "Awalnya pengen niru kesuksesan Raditya Dika, terus buat curhat, buat share ilmu, buat promosi buku kesukaan, dan ketemu teman."

Kitty: "Hmm... untuk spesifik book blogger sih awalnya karena aku pengen bikin semacam jurnal untuk menyimpan reading recordku dari buku anak, teen-lit, YA, juga non fiksi. Gado-gado banget deh! Rasanya sayang juga kalau buku-buku yang sudah terbaca itu nggak direview. Dan kepengen juga agar para pembaca blogku kelak bisa menemukan rekomendasi untuk bacaan mereka."

Pida: "Nggak ada alasan sih sebenarnya. Lebih ke menambah aktivitas saja (selain membaca). Sekalian belajar untuk lebih konsisten menulis review di blog. Dan ingin punya teman blogger yang di luar Aceh."


"Pernah nggak sih kalian terjangkit rasa malas/jenuh ngeblog? Lalu, bagaimana cara kalian mengatasinya?"

Hana: "Pernah... Kalau blog buku update biasanya kalau dapat tawaran review buku dengan niat memenuhi janji/hutang. Hana nggak suka punya hutang."

Kitty: "Sebenarnya sih karna aku terbilang newbie book blogger, aku belum pernah ngerasa jenuh ngeblog. Justru yang aku rasakan adalah berkejaran dengan waktu. Maksudku gini, karna latar belakangku murni reader, aku tebiasa langsung nyambung baca buku baru segera setelah aku selesai membacanya. Nah, sedangkan untuk mereview dan ngeblog kan butuh waktu khusus. Kadang aku jadi kelimpungan sendiri: buku yang sudah kelar dibaca 10, eh postingan review di blog baru sempet bikin 1-2 saja. Huhuhu... PR banget deh buatku. Jalan keluarnya sih biasanya supaya nggak lupa-lupa amat, aku sempatkan buat mini review/ short review dari buku yang sudah kubaca di GR atau akun sosmedku yang lain."

Pida: "Pernah banget. Kadang pernah sebulan. Dan aku selalu maksain diri untuk tetap posting apa pun, setidaknya selain review, aku posting book quotes-nya saja. Cara aku mengatasinya, aku nggak mau merepotkan diri untuk susah-susah mikir harus post apa di blog (karna sudah ada draft yang siap di publish). Selain itu, bila jenuh bisa tidur-tiduran di rumah, baca buku yang sangat direkomendasikan sama teman, main-main dengan binatang peliharaan (binatang itu bisa bikin pikiran kita rileks loh... aku pelihara kucing dan kambing di rumah. hehe...) Aku punya tips untuk yang jenuh ngeblog. Untuk postingan di blog aku biasa buat target WAJIB (misal dalam satu bulan harus ada maksimal 5 postingan). Jadi, selagi aku rajin, tulisan yang sudah siap di publish tinggal tunggu giliran saja. Sewaktu aku terjangkit rasa jenuh ngeblog, aku tinggal ngepost yang sudah di draft saja."


"Dari semua review yang telah dibuat di blog, review buku apa yang paling berkesan? Beri alasannya ya."

Hana: "Yang Cress, karna suka sama Cress, sampai buat playlist dan minta izin ke seorang ilustrator untuk memuat karyanya di review buku tersebut."

Kitty: "Wah, sebenarnya aku suka kok dengan semua review yang aku buat, karna semua kubuat dengan penuh cinta. Hehe... Tapi, ada satu review yang cukup berkesan kerna saat menuliskannya aku benar-benar harus ekstra behati-hati agar tidak spoiler sehingga tidak mengganggu kesayikan membaca kalian nantinya. Yang aku maksud adalah review Holy Mother karya Akiyoshi Rikako. Ini uga merupakan salah satu buku favoritku yang plot dan twistnya kece badai. Kalian wajib baca juga ya."

Pida: "Review buku "Insya Allah, Sah!" karya Achi TM. Karena ini review yang terpanjang selama aku buat review dan aku gatal banget pengin rasanya spoiler sanking excited-nya dengan alur, pesan dan kesan di novel ini." 


"Ada tidak buku yang ditunggu-tunggu oleh kalian untuk diterbitkan di tahun 2017 ini?"

Hana: "Ada. Textovert karya Lindeys Summer dan Lucky In Love karya Kasie West."

Kitty: "Lagi kepengen banget sama Wires and Nerve karya Marissa Mayer. Sudah diterbitkan sih di luar sana, tapi kepengen banget ada penerbit lokal yang mau menerjemahkan graphic novel ini."

Pida: "Aku orangnya netral saja. Nggak terlalu menanti atau terlalu menggebu-gebu pada satu buku yang aku harapkan untuk terbit. Kalau salah satu penulis favoritku menerbitkan bukunya, dengan kesabaran penuh pasti aku akan selalu menanti dan menunggu. Begitu juga dengan penulis lain atau bahkan terhadap genre kesukaanku."


"Apa kutipan (quote) favorit kalian?"

Hana: "Ada, ada banyak. Bisa di cek di sini."

Kitty: "Aku suka banget baca buku-buku Dr. Seuss dan banyak sekali quote yang makjleb! Salah satunya adalah ini "The more that you read. The more things you will know. The more that you learn. The more places you'll go."

Pida: "Quote favorit banyak banget. Kalau nggak favorit, nggak bakal mungkin aku posting di blogku. Kalau disuruh pilih salah satu aku jadi galau nantinya, nggak tega untuk memilih diantara yang berkesan. Kalian mampir saja ke blogku ya."


"Siapa tokoh fiksi favorit kalian? Dan kenapa kalian menyukainya?"

Hana: "Ini juga ada banyak. Haha..."

Kitty: "Dari dulu aku suka Sailor Moon! Hehe.. Actually I love Tsukino Usagi who can tranform herself into Sailor Moon. Meskipun aslinya dia itu ceroboh banget, cengeng dan sangat tidak bisa diandalkan, toh akhirnya sejak ia bisa bertranformasi menjadi Sailor Moon, perlahan-lahan karakternya berubah menjadi sosok yang lebih kuat, tegar dan sangat bisa diandalkan. Lebih dari semua kelemahan yang ada padanya Usagi-chan teramat mengasihi teman-teman dan keluarganya dan hal inilah yang memberikan kekuatan terbesar baginya untuk terus berjuang mempertahankan kedamaian di bumi. Inti yang kutangkap dari si Usagi ini sebenarnya adalah seberapa banyaknya kelemahan kita, asal kita mau berusaha semaksimal mungkin demi orang-orang yang kita kasihi, maka kita pasti akan bisa mewujudkannya melalui kerja keras dan cinta serta dukungan dari mereka."

 Pida: "Hmm.. aku bingung (banyak banget). Tapi yang paling membekas sih siapapun yang menjadi peran di dalam tokoh fiksinya kak Indah Hanaco (terutama cogannya). Suka saja cara penulis satu ini menghanyutkan para pembaca (terutama aku) dengan interaksi antar tokoh utama dan juga pendukungnya (aku serasa jadi korban roman picisan novel deh)"


"Ada nggak sih buku yang membuat kalian termehek-mehek?"

Hana: "Rumah Tangga karya Fahd Pahdepie. Nangis saat baca Rizqa ditolak karena memiliki latar belakang keluarga broken home."

Kitty: "Ada sih beberapa buku yang pernah bikin aku temehek-mehek, tapi yang baru saja selesai kubaca adalah The Kite Runner versi graphic novel. Asli rasanya sedih banget menyaksikan hancurnya persahabatan Amir dan Hassan. Lebih sedih lagi saat disuguhkan adegan-adegan yang seharusnya membuat Amir makin sayang pada Hassan, eh tapi malah bikin Amir justru menghianati sahabat sejatinya itu. T_T"

Pida: "Ada, tapi yang paling membekas dan yang paling aku ingat adalah "Insya Allah, Sah!" karya Achi TM (aku baru ngeh kalau dari tadi bahasan bukuku selalu buku ini, harap maklum ya.)"


"Pertanyaan terakhir, gambarkan diri kalian dalam 6 kata."

Hana: "Saya adalah perempuan paling beruntung sedunia."

Kitty: "An Omni-reader, An Easy-going, An Avid-reader, A Strong-willed, A Forever-dreamer, A WoMomFey (btw I used this for my social media account and it's an abbreviation from: A Woman, Mommy, and wiFey)"

Pida: "Humanis, Self-confident, Efisien, Friendly, Optimis, and Attention to Look."

Bagaimana hasil interviewku? Mereka bertiga seru-seru kan? Semoga hasil cuap-cuap aku tadi bisa mewakili rasa penasaran kalian (terutama diriku), dan bisa mengenal lebih dekat mereka bertiga. Terima kasih kepada Hana, kak Kitty dan Pida yang sudah berkenan dikepoin olehku. Sukses untuk kalian semua.








[Pengumuman] Pemenang Blogtour #PinocchioHusband

Selamat pagi, Alhamdulillah, blogtour Pinocchio Husband di blogku sudah berjalan lancar. Terima kasih untuk semua yang sudah berpar...