Selamat Datang di Notebook Sharie

Kamis, 29 Desember 2016

[Review] Dark Memory - Jack Lance

Judul Buku: Dark Memory
Penulis: Jack Lance
Pengalih Bahasa: Tika Sofyan
Penyunting: Deesis Edith Mesiani
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Terbit: 2016
Tebal: 340 hlm.
ISBN: 978-602-394-368-5

BLURB

Monster itu merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia menjadi mangsa makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi, semakin tinggi lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu akan membawanya keluar dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya, ke dalam sarangnya, di mana tulang-tulangnya akan membusuk di antara sisa-sisa mangsa lainnya.

Rachel Saunders menghadiri pemakaman Jenny Dougal, sahabat baiknya yang meninggal karena kecelakaan tragis. Namun tak lama setelah pemakaman, ia sendiri menghilang secara misterius. Karena khawatir, Jonathan Launder, kekasih Rachel, terbang ke Skotlandia untuk mencarinya.

Tiga hari kemudian,Rachel muncul kembali. Tetapi ia mengalami amnesia jangka pendek dan tak bisa mengingat apa pun selama tiga hari sebelumnya, hingga minggu-minggu terakhir sebelum dirinya menghilang. Namun satu hal yang ia yakini, Jenny belum meninggal. Sahabatnya itu masih hidup. Ia ada di suatu tempat, dan Rachel merasa harus segera menemukan dan menolongnya, sebelum terlambat!

Jonathan dan Rachel berusaha mencari tahu dan merekonstruksi hari-hari saat Rachel menghilang, demi mencari kebenaran mengenai Jenny, dan mencari penyebab Rachel kehilangan ingatannya.

Namun, apa yang Rachel temukan adalah teror yang sungguh menakutkan. Mimpi-mimpi buruk tentang monster berwajah serigala mengerikan menghantui malam-malamnya.

Satu-satunya jalan bagi Rachel untuk bertahan hidup, dan mungkin untuk menyelamatkan Jenny adalah dengan menyingkap tabir gelap masa lalunya...

REVIEW


Sekarang ia tak berdaya. Tidak ada yang bisa dilakukannya. Pastilah mata iblis di kepala serigala itu melihatnya. Kemudian langit berubah gelap dan pikirannya kosong. (hal.8)

Dark Memory adalah buku pertama karya Jack Lance yang aku baca. Ini adalah karyanya yang kedua setelah The Day You Died yang diterjemahkan di Indonesia. Sejak awal, penulis sudah mengajakku ke suasana yang mencekam. Pada bagian prolog ini, diceritakan tentang seorang perempuan yang sedang melarikan diri dari sesuatu yang mengerikan. Aku sampai menebak-nebak sosok seperti apa monster yang dideskripsikan bersayap tetapi berwajah serigala itu. Mungkinkah mirip-mirip mothman?

Sumber: http://hanzabachtiar.blogspot.co.id/

Sayangnya memasuki bagian I Amnesia, aku merasa alur ceritanya mulai melambat dan agak membosankan. Hal ini disebabkan oleh hilangnya ingatan jangka pendek tokoh utamanya, Rachel, yang lolos dari sekapan makhluk yang menyeramkan itu. Sehingga pada bagian ini, penulis menceritakan potongan-potongan ingatan Rahel dari sisi sang pacar, Jonathan. Hingga halaman ke-100 cerita hanya stuck di sana saja. Walaupun penulis beberapa kali mengakalinya dengan menampilkan sosok yang menyeramkan itu di dalam mimpi Rachel.

Untunglah saat memasuki bagian II Serigala, alur cerita mulai kembali menarik. Karna pada bagian ini, Rachel dibantu Jonathan, mulai menyelidiki kejadian saat dirinya menghilang. Mereka mulai mendatangi beberapa orang yang sebelumnya berinteraksi dengan Rachel atau pun Jenny. Kepingan teka-teki yang berantakan itu pun mulai kembali tersusun.

Pada bagian terakhir, Di Dalam Sarang, penulis mulai menaikan tempo ceritanya kembali menjadi mencekam. Karna Rachel kembali menghilang dan berhadapan dengan makhluk mengerikan, yang Rachel sebut Abaddon.

"Rahasianya ada hubungannya dengan Abaddon, nama yang dikenali keduanya, Rachel dan Jenny. Nama itu, nama demon, adalah kunci sesungguhnya dari misteri ini." - Jonathan (hal. 277)

Untuk keseluruhan cerita, novel Dark Memory ini memang mudah diikuti dan juga mudah ditebak siapa pelakunya. Efek thriller di novel ini menurutku agak kurang, yang lebih terasa adalah unsur horornya, terlebih penulis menggabungkan fantasinya dengan unsur supranatural.

Sebenarnya alur yang digunakan pada novel ini adalah alur maju, Penulis banyak menceritakan flashback dengan narasi dan dialog antar tokohnya. Namun, hanya pada saat menceritakan pertemuan awal Jonathan dengan Rachel, penulis menggunakan alur mundur. Selain itu, keseluruhan cerita menggunakan alur maju.

Latar dalam novel ini, di daerah pedesaan dan hutan di Skotlandia, seperti Aberdeen dan Fort William. Sejak menghilang dan ditemukan, Rachel memang selalu berada di Skotlandia. 

"Bukit-bukit dan padang-padang rumput rimbun yang membentang di kedua sisi masih ada di sana; kemarin dan kemarin dulu, sejak zaman Bangsa Kelt, dan jutaan tahun sebelum itu. Pedesaan Skotlandia memeng abadi."(hal. 85)

Aku suka cover novel Dark Memory yang diterjemahkan oleh Penerbit BIP Menurutku covernya lebih mengerikan dibandingkan dengan cover buku aslinya Hellevanger, dan semua edisinya yang lain. Dengan ilustrasi kepala hewan berbulu dengan mata merah menyala, kesan "dark"nya terasa sekali. Dan yang lebih aku suka adalah cover belakangnya. Misteriusnya dapet banget.

Cover Belakang

Penokohan dalam novel ini sangat kuat. Penulis menggambarkan setiap tokohnya dengan sangat detail. Terutama saat mendeskripsikan ketakutan dan kepanikan yang dialami oleh tokoh utamanya, Rachel. Aku merasakan bagaimana frustasinya Rachel yang berusaha mengingat kembali apa yang terjadi saat dirinya menghilang.

"Ini bukan kelelawar, Jon... ini sesuatu yang jahat. Ini nyata dan aku pernah melihatnya. Ada bersamaku!" - Rachel (hal. 141)

Rachel Saunders

Gadis cantik berkulit coklat ini merupakan tokoh utama dalam novel Dark Memory. Ia menghilang saat sedang menghadiri pemakaman sahabatnya, Jenny Dougal, di Skotlandia. Bagi Rachel, Jenny lebih dari sekedar sahabat, ia sudah menganggapnya sebagai saudara perempuan yang tak pernah ia miliki. Ketidakpercayaan atas kematian sahabatnya itu membuat dirinya berusaha menemukan Jenny sebelum terlambat.

"Aku tidak punya waktu, Jon. Aku harus menemukan Jenny. " - Rachel (hal. 70)

Kenangan masa lalunya yang mengerikan membuatnya pindah ke daerah lain dan memulai hidup yang baru. Sayangnya, masa lalunya itu selalu menghantuinya kemana pun Rachel pergi.


"Abaddon adalah alasan mengapa aku tidak bisa lagi jatuh cinta. Siapa pun yang terlaalu dekat denganku sama saja membawa masa laluku lebih dekat lagi padaku." - Rachel (hal. 261)

Jonathan Lauder

Laki-laki berusia tiga puluhan yang merupakan mantan tentara Inggris ini adalah pacar Rachel. Perkenalannya dengan Rachel terjadi saat mereka berdua bekerja di surat kabar London Post. Hubungannya dengan Rachel sebenarnya belum jelas. Rachel sendiri belum mau berkomitmen sejak putus dengan pacarnya terdahulu. Berbagai cara Jon lakukan untuk meluluhkan hati Rachel.

Jonathan menjadi tokoh favoritku di novel ini. Dia suamiable banget, selalu siaga dan melindungi orang yang disayanginya apa pun caranya. Dia selalu berada di sisi Rachel untuk membantunya melewati masa-masa yang menakutkan. Sikap Rachel yang menjaga jarak dengan Jonathan dan mengabaikannya membuat dirinya hampir frustasi. Puk-pukin Jonathan. Dan ini membuatku agak gemes dengan Rachel.

"Apa lagi yang bisa kuperbuat untuk meyakinkanmu bahwa kau segalanya bagiku, Rachel? Bahwa aku mencintaimu dan menginginkan yang terbaik untumu? Apa? Coba katakan padaku!" - Jonathan (hal.103)

Jenny Dougal

Jenny dan Rachel sudah berteman sejak kecil, saat keduanya tinggal di sebuah desa di Skotlandia. Persahabat keduanya tak lekang oleh waktu, hingga perempuan penyuka tantangan ini ditemukan tewas di daerah Fort William. Kematian Jenny yang misterius membuat Rachel percaya bahwa sahabatnya ini masih hidup. Sebelum tewas, Jenny diketahui sedang menyelidiki satu kasus yang sudah lama ditutup.

"Aku mencintaimu, Rachel. Aku mencintaimu melebihi apa pun di dunia ini." - Jenny (hal 129)

Stephen Mackenzie dan Ellen Mackenzie

Laki-laki berusia enam puluhan ini yang pertama kali menemukan Rachel di Whitemont dalam keadaan menyedihkan. Bersama istrinya, Ellen, ia menolong Rachel yang sedang kebingungan akibat menderita amnesia. Awalnya Stephen mencurigai Jonathan yang telah melakukan kekerasan kepada Rachel. Akan tetapi, hal itu disanggah oleh Rachel. Stephen juga yang membantu Jonathan mencari Rachel yang kembali menghilang untuk kedua kalinya.

"Mungkinkah dia yang menyerangmu?" - Stephen (hal. 49)

Elizabeth Craig

Perempuan paruh baya ini sudah dianggap Rachel sebagai bibinya. Sejak beberapa tahun lalu Elizabeth tinggal di Glenville seorang diri karena suaminya, Gordon, telah meninggal. Di pondok bibinya, Rachel seharusnya menginap setelah check out dari The Old Wheel. Namun, Rachel malah menghilang sebelum sempat ke sana.

"Caramu berbicara tentang Jenny begitu hidup dan betapa dia masih berarti untukmu. Membuatku berpikir tentang..." - Elizabeth (hal. 233)

Lester Cumming

Pemuda berperilaku kasar dan pemarah ini adalah mantannya Jenny. Walaupun keduanya sudah berpisah, tapi baik Lester dan Jenny masih suka mengobrol. Sayangnya, Lester menyalahkan Rachel atas kandasnya hubungannya dengan Jenny. Lester sangat membenci Rachel.

"Kita akan menemuinya, dan kemudian aku akan memastikan dia pergi. 
Itu kesepakatan kita." - Lester (hal. 331)

Graeme Horne

Seorang pasien Rumah Sakit Jiwa Aberdeen Crown yang pernah menjadi tersangka dalam kasus Paula Deckers. Namun, ia bebas dari tuduhan tersebut karna tidak ada cukup bukti untuk menyatakannya bersalah. Sikapnya tenang dan terkendali, namun tiba-tiba ia bisa saja menjadi agresif dan merusak.

"Aku tidak memercayainya. Mungkin bukan apa-apa, pengalaman bertahun-tahun mengajariku untuk percaya pada instingku. Dan pokoknya aku tidak percaya pada laki-laki itu." - Jonathan (hal. 278)

Ada kejutan dari penulis yang sempet membuatku, tertengun. Omaygod, aku tidak menyangka. Aku sempat menduga, "kejutan" ini yang menyebabkan Rachel tidak serius dengan Jonathan. Tapi aku salah. Syukurlah. 

Terjemahan novel ini cukup mudah dimengerti. Hanya saja, ada beberapa typo yang aku temukan pada penulisannya. Tidak begitu mengganggu, tapi sempet membuatku mengerutkan dahi. Berikut typo yang aku temukan:
  • Hal. 95, Temannya itu berada di tempat gelap yang tidak dikenalanya. Seharusnya > Temannya itu berada di tempat gelap yang tidak dikenalnya.
  • Hal. 135. "Bukan hanya tubuhmu yang kauinginkan," gurau Jon suatu ketika. "Aku juga menginginkan cintamu." Seharusnya > "Bukan hanya tubuhmu yang kuinginkan," gurau Jon suatu ketika. "Aku juga menginginkan cintamu."
Satu saranku untuk pihak penerbit, alangkah baiknya novel ini diberi kategori novel dewasa, karna ada beberapa adegan dewasanya. Tidak banyak sih, tapi cukup membuat "was-was". Mungkin di negara asalnya atau di negara lain tidak masalah karna sudah terbiasa. Tapi untuk di Indonesia masih agak kurang sesuai dengan norma. Atau apakah pikiranku yang masih "kolot"?

Overall, aku cukup menikmati novel Dark Memory dan menyukainya. Aku merekomendasikan #novelDarkMemory untuk kalian penyuka novel-novel bergenre thriller, horor dan supranatural. 

"Dia abadi. Dia akan kembali di setiap mimpi buruk. Dia tidak bisa mati, karena dia adalah Kematian itu sendiri." - Rachel (hal. 303)











Minggu, 25 Desember 2016

[Pengumuman Pemenang] Blogtour & Giveaway #AnEmberInTheAshes

Selamat siang...


Aku mau mengumumankan pemenang Blogtour & Giveaway An Ember In The Ashes. Sebelumnya aku sangat berterima kasih kepada Penerbit Spring yang sudah memberi kepercayaan dan kesempatan untuk menjadi salah satu host buku kece ini. Semoga suatu hari nanti kita bisa bekerja sama lagi. 

Thank you so much untuk semua peserta yang mengikuti blogtour & giveaway ini. Total ada 27 jawaban yang aku terima hingga tanggal 24 Desember 2016 pukul. 23.55 WIB. Dan ternyata banyak yang jadi #TeamLaila & #TeamElias ya. Wajar sih, mereka berdua adalah tokoh utamanya. Untuk #TeamHelene  toss, kita sama. Hehe...





Tisyvana Linh (@Srificha)

Aku mau jadi #TeamLaia, menurutku sosok Laia merepresentasikan sosok diri setiap wanita yang sebenarnya, penakut. Setiap wanita (dan juga pria) punya rasa takut dan ragu pada kemampuannya sendiri. Kadang masih belum bisa lepas dari orang-orang yang dicintainya, namun jauh didalam hati, di dalam diri yang tidak disadari saat seseorang itu takut tersimpan tekad untuk melindungi, menjaga dan takut kehilangan orang-orang yang dicintai. Seperti itulah aku mengagumi Laia dan ketakutan pada dirinya yang pada akhirnya membuat ia kuat.

Selamat! Kamu mendapatkan satu set bookmark An Ember In The Ashes dari Penerbit Spring. Silahkan kirim nama, alamat dan no tlp ke email nasharie88(at)gmail(dot)com atau DM ke @nAshari3 . Aku tunggu ya paling lambat 2 hari dari pengumuman ini. Bila tidak, akan kucari pemenang yang lain.

Untuk yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Kamu masih bisa ikutan GA finalnya di FP Penerbit Spring DL. 26 Desember 2016.



Rabu, 21 Desember 2016

[Blogtour & Giveaway] An Ember In The Ashes - Sabaa Tahir

Judul Buku: An Ember In The Ashes
Penulis: Sabaa Tahir
Penerjemah: Yudith Listriandri
Penyunting: Mery Riansyah
Desain Sampul: Aufa Aqil Ghani
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun Terbit: November 2016
Tebal: 520 hlm; 20 cm
ISBN: 978-602-74322-8-4

BLURB

Laia seorang budak, Elias seorang prajurit. 
Keduanya bukan orang merdeka

Saat kakak laki-laki Laia ditahan dengan tuduhan pemberontakan, Laia harus mengambil keputusan. Dia rela menjadi mata-mata Komandan Blackcliff, kepala sekolah militer terbaik di Imperium, demi mendapatkan bantuan untuk membebaskan kakaknya. Di sana, dia bertemu dengan prajurit elite bernama Elias.

Elias membenci militer dan ibunya, Sang Komandan yang brutal. Pemuda ini berencana untuk melarikan diri dari Blackcliff, menanggung risiko dicambuk, sampai mati jika ketahuan. Dia hanya ingin bebas.

Elias dan Laia. Keduanya akan segera menyadari bahwa nasib mereka akan saling silang, dan keputusan-keputusan mereka akan menentukan nasib Imperium, dan bangsa mereka.

REVIEW

"Satu hari lagi melakukan ini. Satu hari lagi untuk rasa takut, bersembunyi, dan berbohong. Satu hari lagi sebelum kelulusan. Kemudian aku bebas."
(Hal. 16)

Novel An Ember In The Ashes adalah novel pertama dari empat novel dalam seri An Ember In The Ashes yang direncanakan akan terbit. Novel bergenre dystopia ini menceritakan tentang kekuasaan di Imperium. Di mana ada dua kubu yang bersebrangan, bangsa Martial yang berkuasa dan bangsa Scholar yang ditindas.

Diantara kedua pihak tersebut, munculah sekelompok pejuang bernama Resistance, yang berani melawan bangsa Martial. Kelompok ini menjadi satu-satunya senjata yang dimiliki oleh bangsa Scholar untuk melawan. Mereka pun memegang teguh semboyan Izzat.


"Izzat memiliki banyak arti. Kekuatan, kehormatan, harga diri. Namun, seratus tahun belakangan ini, kata itu bermakna sesuatu yang lebih spesifik: kebebasan."
 (Hal. 50)

Resistancelah yang dimintai bantuan oleh Laia untuk membebaskan kakaknya, Darin. Namun, Resistance pula yang mengirim Laia ke Blackcliff  sebagai Gadis Budak sekaligus mata-mata Sang Komandan.

Di pihak lain, demi mempertahankan kekuasaannya, Kaisar Taius mendirikan Blackcliff, yang menjadi pusat pelatihan prajurit yang mematikan. Tempat yang tujuan awalnya adalah untuk mempersiapkan Kaisar masa depan. Ada empat ujian yang harus dilewati oleh calon Kaisar terpilih, yaitu Ujian Keberanian, Ujian Kecerdikan,  Ujian Kekuatan, dan Ujian Kesetiaan. Di Blackcliff  Elias dan Laia bertemu.

Seperti halnya novel berseri, novel pertama An Ember In The Ashes pun banyak mengenalkan setting, latar maupun tokoh-tokoh yang berperan penting. Namun, jangan berharap cerita di novel ini monoton. Karna sejak awal penulis membawa saya merasakan ketegangan dari kedua tokoh utamanya, Laia dan Elias.

Kisah di novel ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama menceritakan tentang penyerbuan. Bagian kedua menceritakan tentang ujian. Dan bagian ketiga adalah jiwa dan raga. Ketiga bagian ini menyatu dengan sangat alami. Saya seakan melewati babak demi babak dengan ketegangan yang semakin meningkat.

Plot yang digunakan dalam novel ini adalah maju. Kilas balik hanya diceritakan melalui narasi dan dialog antar tokohnya. Kisah ini semakin menarik dengan sudut pandang orang pertama dari dua tokoh utamanya, Laia dan Elias, yang dituturkan secara bergantian.

Saya acungi dua jempol, empat jempol kalau bisa untuk penokohannya. Penulis menggambarkan dengan sangat detail. Karakter tokoh-tokohnya pun sangat kuat. Sehingga tanpa sadar saya merasakan semua emosi yang dialami oleh para tokohnya. Hal ini membuat saya seperti sedang menaiki sebuah rollercoaster dengan railtrack yang sangat panjang. Hati saya diobrak-abrik.

Laia

Berambut gelap, mata berwarna keemasan, tulang pipi tinggi dan bibir penuh. Ia sangat mirip dengan Ayahnya. Seorang gadis yang penakut, namun mempunyai tekat yang kuat. Kebiasaannya adalah menyentuh gelang perak pemberian Ibunya saat Laia membutuhkan kekuatan.

"Jagalah baik-baik untukku, jangkrik kecilku. Seminggu saja. Hanya sampai aku kembali." (Hal.46)

Pertemuannya dengan Elias dan Keenan, membuat dirinya kuat saat menjalankan misi untuk membebaskan kakaknya. Kehadiran keduanya juga membuat hati Laia bergejolak.

"Keenan jauh, sangat jauh, didedikasikan sepenuhnya untuk Resistance. Elias di sini, di hadapanku, hangat, indah, dan hancur." 
(Hal.434)

Elias Veturius

Berasal dari Klan Veturia, dengan tinggi 195 cm, rambut hitam, kulit coklat keemasan, tulang pipi tinggi dan mata abu-abu pucat. Dia sangat berbeda dengan Ibunya yang kejam. Bersama Helene, sahabatnya, Elias terpilih mengikuti ujian yang diberikan oleh Augur. 

"Berfantasi tentang sahabatmu, Elias. Menyedihkan." 
(Hal.57)

Kehadiran Laia, membuat Elias berada dipersimpangan. Dia harus memilih diantara hatinya atau takdirnya.

"Laia adalah tarian liar di api unggun perkemahan Tribe, sementara Helene adalah nyala biru dingin di perapian seorang alkemis."
 (Hal.352)

Ada bagian saat Elias sedang bertengkar dengan Helene yang membuat saya gemas kepada Elias sampai saya ingin menjambaknya dan bilang, "Ah, bodoh sekali kau Elias."

"Mencintaimu adalah hal terburuk yang pernah terjadi padaku-lebih buruk daripada cambukan Komandan, lebih buruk dari Ujian. Ini siksaan, Elias."
 (Hal. 380)

Helene Aquilla

Martial sejati. Satu-satunya gadis yang berada di Blackcliff. Dengan mata biru pucat, rambut  pirang keperakan yang dikepang melingkari kepalanya bagai mahkota, dan tinggi hampir 180cm membuat sosoknya kuat. Helene memikat semua orang di Blackcliff dengan cara yang tidak masuk akal.

"Aku tidak lupa Helene seorang Gadis." 
(Hal.334)

Kepatuhannya membuat Helene tidak pernah melanggar aturan Blackcliff seumur hidupnya. Hal ini sangat disadari oleh dirinya dan Elias. Persahabatannya dengan Elias diuji oleh kehadiran Laia.

"Apa, Kau tidak percaya aku bisa melakukan sesuatu yang baik untuk manusia lain? Aku tidak jahat, Elias, tak peduli apa pun yang kau katakan." 
(Hal. 379)

Keenan

Pejuang Resistance berambut merah terang, berjenggot halus dan mempunyai bintik-bintik di hidung ini menjadi salah satu orang yang menolak misi mata-mata Laia di Blackcliff.

"Tahu tidak? Kukira kau akan mati dalam seminggu. Kau mengejutkanku."
 (Hal. 301)


Satu hal yang sangat disayangkan oleh saya saat membaca novel ini, yaitu ada beberapa adegan kekerasan bahkan terkesan sadis. Hal yang identik dengan masa perbudakan. Saya hanya bisa menghela nafas.

"Komandan menyumpal mulutku, dan belati itu kemudian membakar, merobek, menoreh selarik garis di kulitku." 
(Hal. 211)


Paket dari Penerbit Spring
Overall, saya sangat menikmati kisah di novel An Ember In The Ashes ini. Hal ini dibantu dengan terjemahan yang sangat baik oleh Penerbit Spring. Saya tidak sabar membaca novel keduanya A Torch Against the Night. Semoga novel tersebut segera di terbitkan di Indonesia. Lima bintang untuk novel  An Ember In The Ashes #1


"Kalau kau juga melindungiku. Kita bisa bertahan kalau tetap bersama." 
(Hal.500)










GIVEAWAY TIME!




Hari ketiga Blogtour & Giveaway #AnEmberInTheAshes mampir di blog aku. Sekarang waktuku untuk memberikan pertanyaan yang ketiga, yang harus kalian jawab nanti di FP Penerbit Spring (tgl 24 Desember 2016). Akan ada dua pemenang yang akan dipilih, satu pemenang akan mendapatkan satu eksemplar buku #AnEmberInTheAshes, dan satu pemenang yang lain akan mendapatkan merchandise #AnEmberInTheAshes.

Syaratnya mudah:
  1. Like fanpage Penerbit Spring
  2. Kunjungi keempat blog lainnya yang ada di banner (Gea, TyaGita, dan Nay) untuk melihat pertanyaan-pertanyaan lainnya yang akan kalian jawab nanti. 
  3. Jawab kelima pertanyaan di kolom komentar pada postingan #Giveaway #AnEmberInTheAshes di fanpage Penerbit Spring pada tanggal 24 Desember 2016
Pertanyaan hari ketiga: 

Sebutkan empat ujian yang harus dilewati oleh Elias untuk menjadi seorang Kaisar?


Sambil menunggu GA Final di FP Penerbit Spring, kalian boleh ikut juga GA mininya di blog ini. Akan ada satu pemenang yang mendapatkan satu set bookmark karakter An Ember In The Ashes. 
Caranya mudah:
  • Follow blog ini via email, GFC, atau Google+
  • Share info giveaway ini di twitter atau facebook dengan hestek #AnEmberInTheAshes dan mensyen @nAshari3 & @PenerbitSpring
  • Pertanyaannya adalah bila kamu harus memilih, kamu akan menjadi team siapa? #TeamLaila, #TeamElias, #TeamHelene atau #TeamKeenan? Beri alasannya ya. Tulis di kolom komentar beserta nama dan link share.
          Contoh:

          Nama: 
          Link Share:
          Jawaban: Aku mau jadi #TeamHelene karena Helene aku banget, mencintai dengan caranya.

  • Giveaway di blog ini akan berlangsung sampai tanggal 24 Desember 2016. Dan akan kuumumkan secepatnya di blog dan twitter.
GOOD LUCK











Sabtu, 10 Desember 2016

[Review & Blogtour] Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang - Gina Gabrielle

Judul Buku: Gadis Penenun Mimpi &
Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis: Gina Gabrielle
Penerbit: Inner Child Crowdfund Publisher
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-74865-0-8
Website: 
Email: admin@iccpublisher.com 

Jadi bermimpilah sebentar, 
walau harapan mulai pudar. 
Walau jiwamu itu telaga,
hitam bagai kelam jelaga. 

Satu, dua, tiga, empat. 
Tutup matamu erat-erat. 
Empat, tiga, dua, satu. 
Mari bermimpi bersamaku.

Jadi ikutlah aku, dan dengarkan baik-baik. Perjalanan ini akan sangat berbeda dari perjalananmu yang lain. Jangan bergantung pada matamu, dan jangan mengandalkan telingamu saja, hal-hal seperti itu tak terlalu berguna di negeri yang sebentar lagi akan kita kunjungi.

Persiapkan dirimu.

Konon, di suatu tempat bernama Lembah Es, seorang pemuda dengan ukulele yang selalu dibawanya ingin membekukan Hatinya. Hati yang sebelumnya merasa bebas itu, kini menjadi lusuh dan penuh dengan goresan. Sayatan yang semakin hari semakin menganga lebar. Hanya satu permintaannya, adakah yang dapat menyembuhkan Hatinya?

Di suatu tempat yang lain, di Ujung Pelangi, seorang gadis dengan cadar hitamnya sedang menenun Mimpi. Ada empat bahan untuk menenun mimpi, yaitu Benang Perasaan, Warna Keajaiban, Kegigihan dan Hati yang penuh cinta kasih. Keempatnya disatukan menjadi sebuah mimpi yang menyelimuti siapa saja yang datang kepadanya. 

Di langit, Raja Kasih mengutus seekor burung kecil bernama Kol. Ibri untuk memandu orang yang terpilih melakukan petualangan yang sangat istimewa. Seseorang yang akan menyelamatkan dunia mimpi yang nyaris hancur. 

Siapakah orang yang telah dipilih oleh Raja Kasih? Berhasilkah dia dan Kol Ibri menyelamatkan dunia mimpi?




Membaca buku ini membuatku terbuai oleh kata-kata indah yang diuntai oleh sang penulis. Kak Gina mendongengkan kisah Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang dengan sangat manis. Aku seakan merasa seperti kembali menjadi Alice, yang dibawa berpetualang ke Wonderland. 

Diacuhkan dan tak didengar, 
diremehkan dan tak dipandang. 
Biarlah bimbang melanda dalam ingar-bingar, 
untukmu aku akan membawa tenang. 

Ingatlah, kau tak pernah sendiri. 

Sungguh, kau tak pernah sendiri.
(hal. 152)

Tokoh-tokoh dalam buku ini pun diceritakan dengan sangat detail dan unik. Penamaannya pun disesuaikan dengan karakter si tokoh. Aku tidak terganggu dengan banyaknya tokoh yang ikut serta dalam petualangan ini. Karena semua tokoh-tokoh tersebut, menurutku berkaitan satu dengan yang lainnya. Bahkan mendukung si tokoh utama. Dari sekian banyak tokoh tersebut, yang paling aku suka adalah Kol. Ibri. Seekor burung kecil dengan tuksedo dan dasi kupu-kupu emas. Membayangkannya saja aku jadi gemes. Ehem.

Seperti dongeng pada umumnya, kisah ini juga terdapat banyak hikmah yang dapat dipetik dan diterapkan di kehidupan sehari-hari. Bagaimana seharusnya sikap orang tua menerima anaknya, walaupun tidak sesuai dengan keinginan sang orang tua. Romance dalam buku ini pun dibuat dengan penuh makna.

Overall, aku sangat merekomendasikan buku Gadis Penenun Mimpi ini. Jangan pernah ragu karna umur, untuk membaca dongeng ini. Tidak ada batasan umur untuk bermimpi. 

Marilah bermimpi bersamaku.


Yakinlah, Hati yang mulai goyah. 
Yakinlah, jiwa yang mulai putus asa. 
Sang kekasih akan datang. 
Cinta sejati layak ditunggu.
(hal. 117)





GIVEAWAY TIME! 






Dalam rangka menyambut rilisnya buku Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang di toko buku, ada satu eksemplar buku yang akan dibagikan di blog ini dan @JerukNipisAnget 
Syaratnya gampang:
  • Follow blog ini via email atau GFC (klik yg nertuliskan "Google Friend Connect" di sidebar kanan)
  • Follow twitter penulis dan penerbitnya @msginagabrielle dan @ICCPublisher
  • Share info giveaway ini di twitter dengan mention @nAshari3 dan @msginagabrielle dengan hashtag #GadisPenenunMimpi
  • Berhubung di novel ini banyak sajak indah, aku ingin menantang kalian membuat sebuah pantun yang ditujukan untuk Kak Gina, tapi harus menggunakan dua dari lima kata yang berhubungan dengan buku ini (Sudah aku tandai dengan warna yang berbeda di review). Tuliskan di kolom komentar, beserta nama dan akun twitter kamu.
          Contoh: 

          Gadis penenun itu ada di Ujung Pelangi
          Bertemu pemuda yang bermain ukulele
          Siapa yang tidak jatuh hati
          Melihat kecantikan Kak Gina Gabrielle
                      
  • Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 16 Desember 2016. Pengumuman pemenang akan aku umumkan di blog dan twitter secepatnya.
  • Jangan lupa ikut juga GA #GadisPenenunMimpi di blognya Aya
Selamat membuat pantun.




Rizkytria Octasiana (@Octannow_ )

Selamat ya!

Wrap Up: IRRC 2017

Halo, Aku mau wrap up nih bacaanku di IRRC 2017 sampai hari ini. Belum semua review yang aku buat di blog, banyakan yang sempat aku re...