Selamat Datang di Notebook Sharie

Senin, 24 Oktober 2016

[Review] LDR : L'eternita di Roma - Cassandra Massardi & Silvarani


Judul: LDR (L'eternita di Roma)
Penulis: Cassandra Massardi & Silvarani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul: Ben Mahendra
Photo by: Frans Hambali / Maxima Pictures
Cetakan: Pertama
Terbitan: 2015
Tebal: 256 Halaman ; 20 cm
ISBN: 978-602-03-1599-7

BLURB

Dengan backpack belel, kalung berbandul kompas, dsn tongsis, Carrie sangat berani dan percaya diri untuk bertualang seorang diri di kota penuh cinta, Roma. Mulai dari Colosseum, Spanish Steps, Ponte Sant'Angelo, dan tempat-tempat terkenal lainnya, semua ia kunjungi.

Semua tempat itu penuh cinta. Semua memancarkan energi cinta bahagia untuk turis yang datang.

Namun, siapa sangka, di sana Carrie malah bertemu dengan seseorang yang justru tengah menagih janji kota Roma. 

Janji apa?
Janji L'eternita di Roma...
Apakah janji itu benar-benar ada?
Atau hanya mitos yang melegenda?

Tentunya di bawah naungan langit Roma, Carrie akan menemukan jawabannya ...

REVIEW



"Cinta abadi, janji kota Roma"

 Awal tahun, Carrie memenangkan kuis berupa potongan 50% untuk tiket pulang-pergi dari Jakarta ke salah satu kota di Eropa. Carrie memilih untuk pergi ke Roma, kota impiannya sejak SMA. Mendekati deadline konfirmasi hadiah, Carrie sibuk mencari tiket murah ke Roma. Akhirnya, dia mendapatkan tiket kelas ekonomi, dengan perjalanan total 32 jam. Untunglah saat dirinya diharuskan transit selama 13 jam di Kuala Lumpur, Carrie menghabiskan waktunya dengan reunian bersama salah satu sahabat SMAnya.


"Petronas Twin Tower aja berdua, masa Carrie sendirian terus? Hahaha"
 ... Lita (Hal.28)

Sesampainya di Roma, Carrie ditabrak oleh seorang lelaki Indonesia berparas bule, yang sejak dari pesawat sudah mendapatkan perhatian lebih Carrie. Cowok berwajah tampan itu adalah Demas, yang pergi ke Roma untuk mendapatkan jawaban dari seseorang. 

Namun, jawaban yang didapat Demas dari Alexa, tidak sesuai dengan harapannya. Demas kecewa dan sedih. Dia melempar jauh-jauh cincin yang bertuliskan "For me you are my eternity". Tanpa disadari oleh Demas, cincin itu dipungut oleh Carrie yang sedang menikmati sepotong pizza di Spanish Steps.


"Gw simpen aja, ah. Kalo kepepet, bisa dijual buat ganti uang gue yang ilang."
 .... Carrie (Hal. 61)

Carrie melanjutkan berkeliling kota Roma dengan berselfie-selfie ria, hingga dia menyadari kalau ada seseorang yang familier sedang menangis dan memanjat jembatan Ponte Sant'Angelo. Cowok yang sedang galau itu terlihat akan meloncat dari jembatan. Hal itu, membuat Carrie menariknya dan memarahi habis-habisan. 

Tak ingin Demas melakukan hal-hal yang bodoh di kemudian hari, Carrie menawarkan diri untuk menjadi teman tahun baru Demas. Demas menyetujui.


"Kalo elo mau nemenin gue, kita jalan dengan cara gue."
 ... Demas (Hal. 74)

Tak hanya menghabiskan malam pergantian tahun, Demas dan Carrie pun berpetualang ke berbagai tempat indah di Roma. Tempat-tempat yang selama enam bulan yang lalu sudah Demas persiapkan untuk Alexa. Kebersamaan selama empat hari di Roma, membuat Carrie mulai menyukai Demas. Mereka berpisah di bandara untuk kembali ke Jakarta. 

Apakah perasaan Demas merasakan hal yang sama? Apakah mereka berdua akan bertemu kembali di kota keabadian, Roma?


"Udahlah. pegang aja. Supaya elo tahu arah buat nemuin gue."
 .... Carrie (Hal. 144)



Cover

Cover novel ini bergambar ketiga casting tokoh utamanya, yaitu Aurelie Moeremans (Carrie),  Verrel Bramasta (Demas) dan Al Ghazali (Paul) dengan latar belakang salah satu bangunan di Roma. Aku nggak tau itu bangunan apa. Alangkah baiknya bangunan yang menjadi background di cover adalah Colloseum.

Tema

Kisah romance yang dibuat dengan sangat manis. Penulis lebih banyak menitikberatkan pada interaksi antar tokoh di kota Roma. Seperti mencari jawaban tentang keabadian cintan tokoh utamanya dan persahabatan yang terjalin akibat kesendirian di negara orang. Persahabatan yang tentu kurang gereget bila tidak dibumbui oleh urusan hati diantara keduanya.

Latar

Sesuai dengan judulnya yaitu L'eternita di Roma, setting di novel ini sebagian besar adalah kota Roma. Kesemuanya tempatnya merupakan tempat-tempat yang menjadi destinasi di ibu kota Italia tersebut. Selain itu, ada dua kota yang juga mendapatkan porsi yang cukup banyak diexplore di novel ini yaitu Venesia di Italia dan Kuala Lumpur di Malaysia. Sedangkan Jakarta dan Doha, hanya sedikit saja.

Tokoh dan Penokohan

  • Carrie
          Cewek bertubuh kurus, berambut ikal, dan hobi perpetualang ala backpacker ini sangat mandiri. Dia sudah terbiasa tidak bergantung kepada orang lain. Bahkan saat kecopetan dan kalungnya hilang pun Carrie masih menikmati suasana kota Roma dengan berselfie. Aura positifnya menular ke orang sekitarnya termasuk Demas.

"Hidup ini kan harus ceria, selalu semangat, yakin, berusaha yang terbaik dan berdoa terus. Yahooo!" (Hal. 140)
  • Demas
          Cowok tampan blasteran ini sangat percaya bahwa kota Roma dapat membuktikan adanya keabadian cinta. Bahwa keabadian cinta tidak hanya menjadi legenda roman kuno. Namun, persepsinya salah saat Demas tidak mendapatkan satu-satunya impian yang dia inginkan. 

"Gue nggak perlu ini lagi. Kalau nggak bisa menikah dengan Alexa, gue nggak akan menikah dengan siapa pun." (Hal. 60)
  • Alexa
          Gadis cantik yang fasionable ini adalah tujuan utama Demas ke Roma. Alexa pun yang menjadi alesan Demas tidak percaya dengan keabadian cinta, dan mengutuk kota Roma. Tokoh ini sempat bikin aku sebel karena sudah menolak dan menyia-nyiakan Demas yang sangat mencintai dia. Namun, setelah mengenal lebih dekat mahasiswi sekolah fashion di Milan ini, aku jadi iba.

"Demas, alasan kenapa aku minta datang ke Roma, itu karena aku nggak sanggup bilang lewat telepon kalau ..." (Hal. 52)
  • Lita
          Cewek berdarah Ambon dan Batak yang agak mirip artis Bollywood ini adalah sahabat SMA Carrie yang sedang kuliah master ekonomi di Kuala Lumpur. Lita yang menemani Carrie menghabiskan waktu transitnya yang 13 jam dengan berkeliling dan berwisata kuliner.  Cewek ini pula yang menyuruh Carrie berkunjung ke Galleria Borghese, yang mana di tempat itu terdapat patung Apollo dan Dafne yang legendaris.

"Hati lo sekuat baja Car. Kayak ototnya Hercules. Panahnya Cupid patah duluan." (Hal. 25)
  • Paul 
          Cowok ganteng berambut klinis ini adalah orang yang menabrak Carrie di suatu acara pernikahan. Paul juga yang menanyakan pada Carrie ada hubungan apa dirinya dengan Demas dan Alexa. Sosok ini sangat misterius, karena hanya muncul di akhir cerita. 
"Ooh... Ini yang namanya Carrie? Udah gue duga." (Hal. 220)


  • Joanna
          Cewek berponi rata ini adalah teman kos yang tinggal di sebelah kamar Carrie. Joanna sangat dipercaya oleh Carrie untuk menjaga Alfredo selama dia pergi ke Roma. Sayangnya, hanya tisu pesawat yang menjadi buah tangan Carrie untuk Joanna saat pulang dari Roma. Parah banget ya. Hahaa...

Plot dan Sudut Pandang

Novel ini menggunakan alur maju. Sedangkan sudut pandangnya penulis menggunakan POV 1. 

Konflik

Konflik yang terdapat di novel ini adalah urusan hati. Awalnya sebal, kemudian terpaksa menghabiskan waktu bersama, dan akhirnya menumbuhkan rasa di dalam hati. Klise. Sayangnya, konflik ini hanya terfokus diantara dua tokoh utamanya saja, yaitu Carrie dan Demas.

Chemistry

Untuk hal pertemuan hingga keakraban mereka satu sama lain, tidak perlu diragukan. Interaksinya membuatku tersenyum-senyum. Romancenya sangat terasa dari awal dan akhir. Walaupun terbagi menjadi tiga bagian, aku masih merasakannya hingga akhir. Tetapi kalau melihat bagian ending, aku merasa agak menggantung. Apakah karena buku ini ada sekuelnya?

Kesan

Aku sangat menikmati suasana kota Roma dan Venesia yang diceritakan oleh penulis. Sangat detail. Dapet banget. Seakan Kak Silvarani sudah pernah pergi ke kedua kota romantis di Italia itu.  Love it

Kritik dan Saran

Ini buku kelima kak Silvarani yang aku baca, masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah buku-bukunya yang sudah terbit. Aku nggak punya banyak kritik dan saran, karena saya sangat menikmati kisah Carrie dan Demas. Tetapi, cuma satu yang aku sedikit kecewa. Kenapa Carrie nggak mampir ke stadion Olimpico Roma, masrkas klub AS Roma. Hehe...

Overall, aku sangat enjoy dengan kisah perjalanan Carrie & Demas di Roma. Novel ini bisa dinikmati oleh rentang usia berapa pun, apalagi remaja. Begitu pun dengan mereka yang mempunyai mimpi yang sama seperti Carrie, yaitu ingin pergi ke Roma. (Aku...aku... *angkat  tangan tinggi-tinggi*) 

4 bintang untuk Roma... eh LDR :p haha...









1 komentar:

Arsha Muhammad mengatakan...

Widih keren blognya bugulu,,

[Kenalan Yuk!] Wawancara dengan Pia Devina

Halo, Rubrik "Kenalan Yuk!" datang lagi nih. Sosok yang akan aku tanya-tanya adalah Pia Devina, penulis novel Pinocchio H...