Selamat Datang di Notebook Sharie

Kamis, 29 Desember 2016

[Review] Dark Memory - Jack Lance

Judul Buku: Dark Memory
Penulis: Jack Lance
Pengalih Bahasa: Tika Sofyan
Penyunting: Deesis Edith Mesiani
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Terbit: 2016
Tebal: 340 hlm.
ISBN: 978-602-394-368-5

BLURB

Monster itu merentangkan sayapnya. Mengangkat tubuhnya dan terbang. Ia menjadi mangsa makhluk itu; ia diambil oleh kekuatan gelap. Semakin tinggi, semakin tinggi lagi ia berada di langit gelap. Ia mengira monster itu akan membawanya keluar dunia dan masuk ke dalam tempat persembunyiannya, ke dalam sarangnya, di mana tulang-tulangnya akan membusuk di antara sisa-sisa mangsa lainnya.

Rachel Saunders menghadiri pemakaman Jenny Dougal, sahabat baiknya yang meninggal karena kecelakaan tragis. Namun tak lama setelah pemakaman, ia sendiri menghilang secara misterius. Karena khawatir, Jonathan Launder, kekasih Rachel, terbang ke Skotlandia untuk mencarinya.

Tiga hari kemudian,Rachel muncul kembali. Tetapi ia mengalami amnesia jangka pendek dan tak bisa mengingat apa pun selama tiga hari sebelumnya, hingga minggu-minggu terakhir sebelum dirinya menghilang. Namun satu hal yang ia yakini, Jenny belum meninggal. Sahabatnya itu masih hidup. Ia ada di suatu tempat, dan Rachel merasa harus segera menemukan dan menolongnya, sebelum terlambat!

Jonathan dan Rachel berusaha mencari tahu dan merekonstruksi hari-hari saat Rachel menghilang, demi mencari kebenaran mengenai Jenny, dan mencari penyebab Rachel kehilangan ingatannya.

Namun, apa yang Rachel temukan adalah teror yang sungguh menakutkan. Mimpi-mimpi buruk tentang monster berwajah serigala mengerikan menghantui malam-malamnya.

Satu-satunya jalan bagi Rachel untuk bertahan hidup, dan mungkin untuk menyelamatkan Jenny adalah dengan menyingkap tabir gelap masa lalunya...

REVIEW


Sekarang ia tak berdaya. Tidak ada yang bisa dilakukannya. Pastilah mata iblis di kepala serigala itu melihatnya. Kemudian langit berubah gelap dan pikirannya kosong. (hal.8)

Dark Memory adalah buku pertama karya Jack Lance yang aku baca. Ini adalah karyanya yang kedua setelah The Day You Died yang diterjemahkan di Indonesia. Sejak awal, penulis sudah mengajakku ke suasana yang mencekam. Pada bagian prolog ini, diceritakan tentang seorang perempuan yang sedang melarikan diri dari sesuatu yang mengerikan. Aku sampai menebak-nebak sosok seperti apa monster yang dideskripsikan bersayap tetapi berwajah serigala itu. Mungkinkah mirip-mirip mothman?

Sumber: http://hanzabachtiar.blogspot.co.id/

Sayangnya memasuki bagian I Amnesia, aku merasa alur ceritanya mulai melambat dan agak membosankan. Hal ini disebabkan oleh hilangnya ingatan jangka pendek tokoh utamanya, Rachel, yang lolos dari sekapan makhluk yang menyeramkan itu. Sehingga pada bagian ini, penulis menceritakan potongan-potongan ingatan Rahel dari sisi sang pacar, Jonathan. Hingga halaman ke-100 cerita hanya stuck di sana saja. Walaupun penulis beberapa kali mengakalinya dengan menampilkan sosok yang menyeramkan itu di dalam mimpi Rachel.

Untunglah saat memasuki bagian II Serigala, alur cerita mulai kembali menarik. Karna pada bagian ini, Rachel dibantu Jonathan, mulai menyelidiki kejadian saat dirinya menghilang. Mereka mulai mendatangi beberapa orang yang sebelumnya berinteraksi dengan Rachel atau pun Jenny. Kepingan teka-teki yang berantakan itu pun mulai kembali tersusun.

Pada bagian terakhir, Di Dalam Sarang, penulis mulai menaikan tempo ceritanya kembali menjadi mencekam. Karna Rachel kembali menghilang dan berhadapan dengan makhluk mengerikan, yang Rachel sebut Abaddon.

"Rahasianya ada hubungannya dengan Abaddon, nama yang dikenali keduanya, Rachel dan Jenny. Nama itu, nama demon, adalah kunci sesungguhnya dari misteri ini." - Jonathan (hal. 277)

Untuk keseluruhan cerita, novel Dark Memory ini memang mudah diikuti dan juga mudah ditebak siapa pelakunya. Efek thriller di novel ini menurutku agak kurang, yang lebih terasa adalah unsur horornya, terlebih penulis menggabungkan fantasinya dengan unsur supranatural.

Sebenarnya alur yang digunakan pada novel ini adalah alur maju, Penulis banyak menceritakan flashback dengan narasi dan dialog antar tokohnya. Namun, hanya pada saat menceritakan pertemuan awal Jonathan dengan Rachel, penulis menggunakan alur mundur. Selain itu, keseluruhan cerita menggunakan alur maju.

Latar dalam novel ini, di daerah pedesaan dan hutan di Skotlandia, seperti Aberdeen dan Fort William. Sejak menghilang dan ditemukan, Rachel memang selalu berada di Skotlandia. 

"Bukit-bukit dan padang-padang rumput rimbun yang membentang di kedua sisi masih ada di sana; kemarin dan kemarin dulu, sejak zaman Bangsa Kelt, dan jutaan tahun sebelum itu. Pedesaan Skotlandia memeng abadi."(hal. 85)

Aku suka cover novel Dark Memory yang diterjemahkan oleh Penerbit BIP Menurutku covernya lebih mengerikan dibandingkan dengan cover buku aslinya Hellevanger, dan semua edisinya yang lain. Dengan ilustrasi kepala hewan berbulu dengan mata merah menyala, kesan "dark"nya terasa sekali. Dan yang lebih aku suka adalah cover belakangnya. Misteriusnya dapet banget.

Cover Belakang

Penokohan dalam novel ini sangat kuat. Penulis menggambarkan setiap tokohnya dengan sangat detail. Terutama saat mendeskripsikan ketakutan dan kepanikan yang dialami oleh tokoh utamanya, Rachel. Aku merasakan bagaimana frustasinya Rachel yang berusaha mengingat kembali apa yang terjadi saat dirinya menghilang.

"Ini bukan kelelawar, Jon... ini sesuatu yang jahat. Ini nyata dan aku pernah melihatnya. Ada bersamaku!" - Rachel (hal. 141)

Rachel Saunders

Gadis cantik berkulit coklat ini merupakan tokoh utama dalam novel Dark Memory. Ia menghilang saat sedang menghadiri pemakaman sahabatnya, Jenny Dougal, di Skotlandia. Bagi Rachel, Jenny lebih dari sekedar sahabat, ia sudah menganggapnya sebagai saudara perempuan yang tak pernah ia miliki. Ketidakpercayaan atas kematian sahabatnya itu membuat dirinya berusaha menemukan Jenny sebelum terlambat.

"Aku tidak punya waktu, Jon. Aku harus menemukan Jenny. " - Rachel (hal. 70)

Kenangan masa lalunya yang mengerikan membuatnya pindah ke daerah lain dan memulai hidup yang baru. Sayangnya, masa lalunya itu selalu menghantuinya kemana pun Rachel pergi.


"Abaddon adalah alasan mengapa aku tidak bisa lagi jatuh cinta. Siapa pun yang terlaalu dekat denganku sama saja membawa masa laluku lebih dekat lagi padaku." - Rachel (hal. 261)

Jonathan Lauder

Laki-laki berusia tiga puluhan yang merupakan mantan tentara Inggris ini adalah pacar Rachel. Perkenalannya dengan Rachel terjadi saat mereka berdua bekerja di surat kabar London Post. Hubungannya dengan Rachel sebenarnya belum jelas. Rachel sendiri belum mau berkomitmen sejak putus dengan pacarnya terdahulu. Berbagai cara Jon lakukan untuk meluluhkan hati Rachel.

Jonathan menjadi tokoh favoritku di novel ini. Dia suamiable banget, selalu siaga dan melindungi orang yang disayanginya apa pun caranya. Dia selalu berada di sisi Rachel untuk membantunya melewati masa-masa yang menakutkan. Sikap Rachel yang menjaga jarak dengan Jonathan dan mengabaikannya membuat dirinya hampir frustasi. Puk-pukin Jonathan. Dan ini membuatku agak gemes dengan Rachel.

"Apa lagi yang bisa kuperbuat untuk meyakinkanmu bahwa kau segalanya bagiku, Rachel? Bahwa aku mencintaimu dan menginginkan yang terbaik untumu? Apa? Coba katakan padaku!" - Jonathan (hal.103)

Jenny Dougal

Jenny dan Rachel sudah berteman sejak kecil, saat keduanya tinggal di sebuah desa di Skotlandia. Persahabat keduanya tak lekang oleh waktu, hingga perempuan penyuka tantangan ini ditemukan tewas di daerah Fort William. Kematian Jenny yang misterius membuat Rachel percaya bahwa sahabatnya ini masih hidup. Sebelum tewas, Jenny diketahui sedang menyelidiki satu kasus yang sudah lama ditutup.

"Aku mencintaimu, Rachel. Aku mencintaimu melebihi apa pun di dunia ini." - Jenny (hal 129)

Stephen Mackenzie dan Ellen Mackenzie

Laki-laki berusia enam puluhan ini yang pertama kali menemukan Rachel di Whitemont dalam keadaan menyedihkan. Bersama istrinya, Ellen, ia menolong Rachel yang sedang kebingungan akibat menderita amnesia. Awalnya Stephen mencurigai Jonathan yang telah melakukan kekerasan kepada Rachel. Akan tetapi, hal itu disanggah oleh Rachel. Stephen juga yang membantu Jonathan mencari Rachel yang kembali menghilang untuk kedua kalinya.

"Mungkinkah dia yang menyerangmu?" - Stephen (hal. 49)

Elizabeth Craig

Perempuan paruh baya ini sudah dianggap Rachel sebagai bibinya. Sejak beberapa tahun lalu Elizabeth tinggal di Glenville seorang diri karena suaminya, Gordon, telah meninggal. Di pondok bibinya, Rachel seharusnya menginap setelah check out dari The Old Wheel. Namun, Rachel malah menghilang sebelum sempat ke sana.

"Caramu berbicara tentang Jenny begitu hidup dan betapa dia masih berarti untukmu. Membuatku berpikir tentang..." - Elizabeth (hal. 233)

Lester Cumming

Pemuda berperilaku kasar dan pemarah ini adalah mantannya Jenny. Walaupun keduanya sudah berpisah, tapi baik Lester dan Jenny masih suka mengobrol. Sayangnya, Lester menyalahkan Rachel atas kandasnya hubungannya dengan Jenny. Lester sangat membenci Rachel.

"Kita akan menemuinya, dan kemudian aku akan memastikan dia pergi. 
Itu kesepakatan kita." - Lester (hal. 331)

Graeme Horne

Seorang pasien Rumah Sakit Jiwa Aberdeen Crown yang pernah menjadi tersangka dalam kasus Paula Deckers. Namun, ia bebas dari tuduhan tersebut karna tidak ada cukup bukti untuk menyatakannya bersalah. Sikapnya tenang dan terkendali, namun tiba-tiba ia bisa saja menjadi agresif dan merusak.

"Aku tidak memercayainya. Mungkin bukan apa-apa, pengalaman bertahun-tahun mengajariku untuk percaya pada instingku. Dan pokoknya aku tidak percaya pada laki-laki itu." - Jonathan (hal. 278)

Ada kejutan dari penulis yang sempet membuatku, tertengun. Omaygod, aku tidak menyangka. Aku sempat menduga, "kejutan" ini yang menyebabkan Rachel tidak serius dengan Jonathan. Tapi aku salah. Syukurlah. 

Terjemahan novel ini cukup mudah dimengerti. Hanya saja, ada beberapa typo yang aku temukan pada penulisannya. Tidak begitu mengganggu, tapi sempet membuatku mengerutkan dahi. Berikut typo yang aku temukan:
  • Hal. 95, Temannya itu berada di tempat gelap yang tidak dikenalanya. Seharusnya > Temannya itu berada di tempat gelap yang tidak dikenalnya.
  • Hal. 135. "Bukan hanya tubuhmu yang kauinginkan," gurau Jon suatu ketika. "Aku juga menginginkan cintamu." Seharusnya > "Bukan hanya tubuhmu yang kuinginkan," gurau Jon suatu ketika. "Aku juga menginginkan cintamu."
Satu saranku untuk pihak penerbit, alangkah baiknya novel ini diberi kategori novel dewasa, karna ada beberapa adegan dewasanya. Tidak banyak sih, tapi cukup membuat "was-was". Mungkin di negara asalnya atau di negara lain tidak masalah karna sudah terbiasa. Tapi untuk di Indonesia masih agak kurang sesuai dengan norma. Atau apakah pikiranku yang masih "kolot"?

Overall, aku cukup menikmati novel Dark Memory dan menyukainya. Aku merekomendasikan #novelDarkMemory untuk kalian penyuka novel-novel bergenre thriller, horor dan supranatural. 

"Dia abadi. Dia akan kembali di setiap mimpi buruk. Dia tidak bisa mati, karena dia adalah Kematian itu sendiri." - Rachel (hal. 303)











Minggu, 25 Desember 2016

[Pengumuman Pemenang] Blogtour & Giveaway #AnEmberInTheAshes

Selamat siang...


Aku mau mengumumankan pemenang Blogtour & Giveaway An Ember In The Ashes. Sebelumnya aku sangat berterima kasih kepada Penerbit Spring yang sudah memberi kepercayaan dan kesempatan untuk menjadi salah satu host buku kece ini. Semoga suatu hari nanti kita bisa bekerja sama lagi. 

Thank you so much untuk semua peserta yang mengikuti blogtour & giveaway ini. Total ada 27 jawaban yang aku terima hingga tanggal 24 Desember 2016 pukul. 23.55 WIB. Dan ternyata banyak yang jadi #TeamLaila & #TeamElias ya. Wajar sih, mereka berdua adalah tokoh utamanya. Untuk #TeamHelene  toss, kita sama. Hehe...





Tisyvana Linh (@Srificha)

Aku mau jadi #TeamLaia, menurutku sosok Laia merepresentasikan sosok diri setiap wanita yang sebenarnya, penakut. Setiap wanita (dan juga pria) punya rasa takut dan ragu pada kemampuannya sendiri. Kadang masih belum bisa lepas dari orang-orang yang dicintainya, namun jauh didalam hati, di dalam diri yang tidak disadari saat seseorang itu takut tersimpan tekad untuk melindungi, menjaga dan takut kehilangan orang-orang yang dicintai. Seperti itulah aku mengagumi Laia dan ketakutan pada dirinya yang pada akhirnya membuat ia kuat.

Selamat! Kamu mendapatkan satu set bookmark An Ember In The Ashes dari Penerbit Spring. Silahkan kirim nama, alamat dan no tlp ke email nasharie88(at)gmail(dot)com atau DM ke @nAshari3 . Aku tunggu ya paling lambat 2 hari dari pengumuman ini. Bila tidak, akan kucari pemenang yang lain.

Untuk yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Kamu masih bisa ikutan GA finalnya di FP Penerbit Spring DL. 26 Desember 2016.



Rabu, 21 Desember 2016

[Blogtour & Giveaway] An Ember In The Ashes - Sabaa Tahir

Judul Buku: An Ember In The Ashes
Penulis: Sabaa Tahir
Penerjemah: Yudith Listriandri
Penyunting: Mery Riansyah
Desain Sampul: Aufa Aqil Ghani
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun Terbit: November 2016
Tebal: 520 hlm; 20 cm
ISBN: 978-602-74322-8-4

BLURB

Laia seorang budak, Elias seorang prajurit. 
Keduanya bukan orang merdeka

Saat kakak laki-laki Laia ditahan dengan tuduhan pemberontakan, Laia harus mengambil keputusan. Dia rela menjadi mata-mata Komandan Blackcliff, kepala sekolah militer terbaik di Imperium, demi mendapatkan bantuan untuk membebaskan kakaknya. Di sana, dia bertemu dengan prajurit elite bernama Elias.

Elias membenci militer dan ibunya, Sang Komandan yang brutal. Pemuda ini berencana untuk melarikan diri dari Blackcliff, menanggung risiko dicambuk, sampai mati jika ketahuan. Dia hanya ingin bebas.

Elias dan Laia. Keduanya akan segera menyadari bahwa nasib mereka akan saling silang, dan keputusan-keputusan mereka akan menentukan nasib Imperium, dan bangsa mereka.

REVIEW

"Satu hari lagi melakukan ini. Satu hari lagi untuk rasa takut, bersembunyi, dan berbohong. Satu hari lagi sebelum kelulusan. Kemudian aku bebas."
(Hal. 16)

Novel An Ember In The Ashes adalah novel pertama dari empat novel dalam seri An Ember In The Ashes yang direncanakan akan terbit. Novel bergenre dystopia ini menceritakan tentang kekuasaan di Imperium. Di mana ada dua kubu yang bersebrangan, bangsa Martial yang berkuasa dan bangsa Scholar yang ditindas.

Diantara kedua pihak tersebut, munculah sekelompok pejuang bernama Resistance, yang berani melawan bangsa Martial. Kelompok ini menjadi satu-satunya senjata yang dimiliki oleh bangsa Scholar untuk melawan. Mereka pun memegang teguh semboyan Izzat.


"Izzat memiliki banyak arti. Kekuatan, kehormatan, harga diri. Namun, seratus tahun belakangan ini, kata itu bermakna sesuatu yang lebih spesifik: kebebasan."
 (Hal. 50)

Resistancelah yang dimintai bantuan oleh Laia untuk membebaskan kakaknya, Darin. Namun, Resistance pula yang mengirim Laia ke Blackcliff  sebagai Gadis Budak sekaligus mata-mata Sang Komandan.

Di pihak lain, demi mempertahankan kekuasaannya, Kaisar Taius mendirikan Blackcliff, yang menjadi pusat pelatihan prajurit yang mematikan. Tempat yang tujuan awalnya adalah untuk mempersiapkan Kaisar masa depan. Ada empat ujian yang harus dilewati oleh calon Kaisar terpilih, yaitu Ujian Keberanian, Ujian Kecerdikan,  Ujian Kekuatan, dan Ujian Kesetiaan. Di Blackcliff  Elias dan Laia bertemu.

Seperti halnya novel berseri, novel pertama An Ember In The Ashes pun banyak mengenalkan setting, latar maupun tokoh-tokoh yang berperan penting. Namun, jangan berharap cerita di novel ini monoton. Karna sejak awal penulis membawa saya merasakan ketegangan dari kedua tokoh utamanya, Laia dan Elias.

Kisah di novel ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama menceritakan tentang penyerbuan. Bagian kedua menceritakan tentang ujian. Dan bagian ketiga adalah jiwa dan raga. Ketiga bagian ini menyatu dengan sangat alami. Saya seakan melewati babak demi babak dengan ketegangan yang semakin meningkat.

Plot yang digunakan dalam novel ini adalah maju. Kilas balik hanya diceritakan melalui narasi dan dialog antar tokohnya. Kisah ini semakin menarik dengan sudut pandang orang pertama dari dua tokoh utamanya, Laia dan Elias, yang dituturkan secara bergantian.

Saya acungi dua jempol, empat jempol kalau bisa untuk penokohannya. Penulis menggambarkan dengan sangat detail. Karakter tokoh-tokohnya pun sangat kuat. Sehingga tanpa sadar saya merasakan semua emosi yang dialami oleh para tokohnya. Hal ini membuat saya seperti sedang menaiki sebuah rollercoaster dengan railtrack yang sangat panjang. Hati saya diobrak-abrik.

Laia

Berambut gelap, mata berwarna keemasan, tulang pipi tinggi dan bibir penuh. Ia sangat mirip dengan Ayahnya. Seorang gadis yang penakut, namun mempunyai tekat yang kuat. Kebiasaannya adalah menyentuh gelang perak pemberian Ibunya saat Laia membutuhkan kekuatan.

"Jagalah baik-baik untukku, jangkrik kecilku. Seminggu saja. Hanya sampai aku kembali." (Hal.46)

Pertemuannya dengan Elias dan Keenan, membuat dirinya kuat saat menjalankan misi untuk membebaskan kakaknya. Kehadiran keduanya juga membuat hati Laia bergejolak.

"Keenan jauh, sangat jauh, didedikasikan sepenuhnya untuk Resistance. Elias di sini, di hadapanku, hangat, indah, dan hancur." 
(Hal.434)

Elias Veturius

Berasal dari Klan Veturia, dengan tinggi 195 cm, rambut hitam, kulit coklat keemasan, tulang pipi tinggi dan mata abu-abu pucat. Dia sangat berbeda dengan Ibunya yang kejam. Bersama Helene, sahabatnya, Elias terpilih mengikuti ujian yang diberikan oleh Augur. 

"Berfantasi tentang sahabatmu, Elias. Menyedihkan." 
(Hal.57)

Kehadiran Laia, membuat Elias berada dipersimpangan. Dia harus memilih diantara hatinya atau takdirnya.

"Laia adalah tarian liar di api unggun perkemahan Tribe, sementara Helene adalah nyala biru dingin di perapian seorang alkemis."
 (Hal.352)

Ada bagian saat Elias sedang bertengkar dengan Helene yang membuat saya gemas kepada Elias sampai saya ingin menjambaknya dan bilang, "Ah, bodoh sekali kau Elias."

"Mencintaimu adalah hal terburuk yang pernah terjadi padaku-lebih buruk daripada cambukan Komandan, lebih buruk dari Ujian. Ini siksaan, Elias."
 (Hal. 380)

Helene Aquilla

Martial sejati. Satu-satunya gadis yang berada di Blackcliff. Dengan mata biru pucat, rambut  pirang keperakan yang dikepang melingkari kepalanya bagai mahkota, dan tinggi hampir 180cm membuat sosoknya kuat. Helene memikat semua orang di Blackcliff dengan cara yang tidak masuk akal.

"Aku tidak lupa Helene seorang Gadis." 
(Hal.334)

Kepatuhannya membuat Helene tidak pernah melanggar aturan Blackcliff seumur hidupnya. Hal ini sangat disadari oleh dirinya dan Elias. Persahabatannya dengan Elias diuji oleh kehadiran Laia.

"Apa, Kau tidak percaya aku bisa melakukan sesuatu yang baik untuk manusia lain? Aku tidak jahat, Elias, tak peduli apa pun yang kau katakan." 
(Hal. 379)

Keenan

Pejuang Resistance berambut merah terang, berjenggot halus dan mempunyai bintik-bintik di hidung ini menjadi salah satu orang yang menolak misi mata-mata Laia di Blackcliff.

"Tahu tidak? Kukira kau akan mati dalam seminggu. Kau mengejutkanku."
 (Hal. 301)


Satu hal yang sangat disayangkan oleh saya saat membaca novel ini, yaitu ada beberapa adegan kekerasan bahkan terkesan sadis. Hal yang identik dengan masa perbudakan. Saya hanya bisa menghela nafas.

"Komandan menyumpal mulutku, dan belati itu kemudian membakar, merobek, menoreh selarik garis di kulitku." 
(Hal. 211)


Paket dari Penerbit Spring
Overall, saya sangat menikmati kisah di novel An Ember In The Ashes ini. Hal ini dibantu dengan terjemahan yang sangat baik oleh Penerbit Spring. Saya tidak sabar membaca novel keduanya A Torch Against the Night. Semoga novel tersebut segera di terbitkan di Indonesia. Lima bintang untuk novel  An Ember In The Ashes #1


"Kalau kau juga melindungiku. Kita bisa bertahan kalau tetap bersama." 
(Hal.500)










GIVEAWAY TIME!




Hari ketiga Blogtour & Giveaway #AnEmberInTheAshes mampir di blog aku. Sekarang waktuku untuk memberikan pertanyaan yang ketiga, yang harus kalian jawab nanti di FP Penerbit Spring (tgl 24 Desember 2016). Akan ada dua pemenang yang akan dipilih, satu pemenang akan mendapatkan satu eksemplar buku #AnEmberInTheAshes, dan satu pemenang yang lain akan mendapatkan merchandise #AnEmberInTheAshes.

Syaratnya mudah:
  1. Like fanpage Penerbit Spring
  2. Kunjungi keempat blog lainnya yang ada di banner (Gea, TyaGita, dan Nay) untuk melihat pertanyaan-pertanyaan lainnya yang akan kalian jawab nanti. 
  3. Jawab kelima pertanyaan di kolom komentar pada postingan #Giveaway #AnEmberInTheAshes di fanpage Penerbit Spring pada tanggal 24 Desember 2016
Pertanyaan hari ketiga: 

Sebutkan empat ujian yang harus dilewati oleh Elias untuk menjadi seorang Kaisar?


Sambil menunggu GA Final di FP Penerbit Spring, kalian boleh ikut juga GA mininya di blog ini. Akan ada satu pemenang yang mendapatkan satu set bookmark karakter An Ember In The Ashes. 
Caranya mudah:
  • Follow blog ini via email, GFC, atau Google+
  • Share info giveaway ini di twitter atau facebook dengan hestek #AnEmberInTheAshes dan mensyen @nAshari3 & @PenerbitSpring
  • Pertanyaannya adalah bila kamu harus memilih, kamu akan menjadi team siapa? #TeamLaila, #TeamElias, #TeamHelene atau #TeamKeenan? Beri alasannya ya. Tulis di kolom komentar beserta nama dan link share.
          Contoh:

          Nama: 
          Link Share:
          Jawaban: Aku mau jadi #TeamHelene karena Helene aku banget, mencintai dengan caranya.

  • Giveaway di blog ini akan berlangsung sampai tanggal 24 Desember 2016. Dan akan kuumumkan secepatnya di blog dan twitter.
GOOD LUCK











Sabtu, 10 Desember 2016

[Review & Blogtour] Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang - Gina Gabrielle

Judul Buku: Gadis Penenun Mimpi &
Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis: Gina Gabrielle
Penerbit: Inner Child Crowdfund Publisher
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-74865-0-8
Website: 
Email: admin@iccpublisher.com 

Jadi bermimpilah sebentar, 
walau harapan mulai pudar. 
Walau jiwamu itu telaga,
hitam bagai kelam jelaga. 

Satu, dua, tiga, empat. 
Tutup matamu erat-erat. 
Empat, tiga, dua, satu. 
Mari bermimpi bersamaku.

Jadi ikutlah aku, dan dengarkan baik-baik. Perjalanan ini akan sangat berbeda dari perjalananmu yang lain. Jangan bergantung pada matamu, dan jangan mengandalkan telingamu saja, hal-hal seperti itu tak terlalu berguna di negeri yang sebentar lagi akan kita kunjungi.

Persiapkan dirimu.

Konon, di suatu tempat bernama Lembah Es, seorang pemuda dengan ukulele yang selalu dibawanya ingin membekukan Hatinya. Hati yang sebelumnya merasa bebas itu, kini menjadi lusuh dan penuh dengan goresan. Sayatan yang semakin hari semakin menganga lebar. Hanya satu permintaannya, adakah yang dapat menyembuhkan Hatinya?

Di suatu tempat yang lain, di Ujung Pelangi, seorang gadis dengan cadar hitamnya sedang menenun Mimpi. Ada empat bahan untuk menenun mimpi, yaitu Benang Perasaan, Warna Keajaiban, Kegigihan dan Hati yang penuh cinta kasih. Keempatnya disatukan menjadi sebuah mimpi yang menyelimuti siapa saja yang datang kepadanya. 

Di langit, Raja Kasih mengutus seekor burung kecil bernama Kol. Ibri untuk memandu orang yang terpilih melakukan petualangan yang sangat istimewa. Seseorang yang akan menyelamatkan dunia mimpi yang nyaris hancur. 

Siapakah orang yang telah dipilih oleh Raja Kasih? Berhasilkah dia dan Kol Ibri menyelamatkan dunia mimpi?




Membaca buku ini membuatku terbuai oleh kata-kata indah yang diuntai oleh sang penulis. Kak Gina mendongengkan kisah Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang dengan sangat manis. Aku seakan merasa seperti kembali menjadi Alice, yang dibawa berpetualang ke Wonderland. 

Diacuhkan dan tak didengar, 
diremehkan dan tak dipandang. 
Biarlah bimbang melanda dalam ingar-bingar, 
untukmu aku akan membawa tenang. 

Ingatlah, kau tak pernah sendiri. 

Sungguh, kau tak pernah sendiri.
(hal. 152)

Tokoh-tokoh dalam buku ini pun diceritakan dengan sangat detail dan unik. Penamaannya pun disesuaikan dengan karakter si tokoh. Aku tidak terganggu dengan banyaknya tokoh yang ikut serta dalam petualangan ini. Karena semua tokoh-tokoh tersebut, menurutku berkaitan satu dengan yang lainnya. Bahkan mendukung si tokoh utama. Dari sekian banyak tokoh tersebut, yang paling aku suka adalah Kol. Ibri. Seekor burung kecil dengan tuksedo dan dasi kupu-kupu emas. Membayangkannya saja aku jadi gemes. Ehem.

Seperti dongeng pada umumnya, kisah ini juga terdapat banyak hikmah yang dapat dipetik dan diterapkan di kehidupan sehari-hari. Bagaimana seharusnya sikap orang tua menerima anaknya, walaupun tidak sesuai dengan keinginan sang orang tua. Romance dalam buku ini pun dibuat dengan penuh makna.

Overall, aku sangat merekomendasikan buku Gadis Penenun Mimpi ini. Jangan pernah ragu karna umur, untuk membaca dongeng ini. Tidak ada batasan umur untuk bermimpi. 

Marilah bermimpi bersamaku.


Yakinlah, Hati yang mulai goyah. 
Yakinlah, jiwa yang mulai putus asa. 
Sang kekasih akan datang. 
Cinta sejati layak ditunggu.
(hal. 117)





GIVEAWAY TIME! 






Dalam rangka menyambut rilisnya buku Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang di toko buku, ada satu eksemplar buku yang akan dibagikan di blog ini dan @JerukNipisAnget 
Syaratnya gampang:
  • Follow blog ini via email atau GFC (klik yg nertuliskan "Google Friend Connect" di sidebar kanan)
  • Follow twitter penulis dan penerbitnya @msginagabrielle dan @ICCPublisher
  • Share info giveaway ini di twitter dengan mention @nAshari3 dan @msginagabrielle dengan hashtag #GadisPenenunMimpi
  • Berhubung di novel ini banyak sajak indah, aku ingin menantang kalian membuat sebuah pantun yang ditujukan untuk Kak Gina, tapi harus menggunakan dua dari lima kata yang berhubungan dengan buku ini (Sudah aku tandai dengan warna yang berbeda di review). Tuliskan di kolom komentar, beserta nama dan akun twitter kamu.
          Contoh: 

          Gadis penenun itu ada di Ujung Pelangi
          Bertemu pemuda yang bermain ukulele
          Siapa yang tidak jatuh hati
          Melihat kecantikan Kak Gina Gabrielle
                      
  • Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 16 Desember 2016. Pengumuman pemenang akan aku umumkan di blog dan twitter secepatnya.
  • Jangan lupa ikut juga GA #GadisPenenunMimpi di blognya Aya
Selamat membuat pantun.




Rizkytria Octasiana (@Octannow_ )

Selamat ya!

Minggu, 30 Oktober 2016

[Review] Matahari - Tere Liye

Judul: Matahari
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Kedua
Terbitan: Agustus 2016
Tebal: 400 Halaman; 20 cm
ISBN: 978-602-03-3211-6

BLURB

Namanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya.

Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir.

Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.

Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.

REVIEW


Setelah pulang dari kompetisi hidup mati di klan Matahari, Raib, Seli dan Ali kembali ke aktivitas biasanya di sekolah. Perbedaan yang sangat mencolok adalah perubahan  Ali yang menjadi hebat dalam bermain basket. Sehingga dalam sekejap menjadi sosok yang populer. Namun hal itu membuat Raib mencurigainya. Bahkan ia dan Seli  menyelidiki Ali sampai ke rumahnya. 

"Kamu pasti menggunakan alat rahasia agar bisa menembak bola ke keranjang dengan tepat." (Hal. 10)

Namun mereka berdua malah menemukan Ali yang sedang berlatih keras dan membuat sebuah kapsul terbang untuk mencari jalan menuju klan Bintang. Sejak mendapatkan berbagai buku dari klan Matahari, Ali sangat antusias menemukan klan yang sangat misterius itu. 

"Kita harus ke klan Bintang, Ra." (Hal. 68)

Namun ajakan Ali tersebut tidak disambut baik oleh Raib, karena ia telah berjanji kepada Av untuk tidak membuka portal dengan menggunakan buku kehidupan. Hal itu tidak membuat Ali patah semangat. Di sisi lain, Raib sedang mencari waktu yang baik untuk menanyakan pertanyaan tentang asal usulnya kepada kedua orang tuanya. 

"Masalah ini memang berat sekali disampaikan, tapi sekali dilakukan, sisanya menjadi ringan, Ra. Percayalah." (Hal. 90)

Apakah Raib mendapatkan jawabannya? Berhasilkah Ali menemukan jalan menuju klan Bintang? 


Roadshow Meet & Greet bersama Tere Liye, Gramedia Matraman Jakarta, 23 Juli 2016

Cover

Saya suka covernya. Judul novelnya berada di tengah lingkaran yang melambangkan matahari. Ada beberapa ilustrasi yang menjadi bagian dari isi novel ini, diantaranya adalah gambar kapsul terbang, kelelawar dan ular. Dengan launchingnya cover matahari ini, membuat dua novel sebelumnya mengganti cover yang templatenya sama dengan novel matahari. Warna merah maron juga membuat cover novel matahari ini semakin elegan.

Tema

Tema dalam novel ini masih sama seperti dua buku sebelumnya yaitu fantasi, dengan dunia paralelnya. Namun kali ini penulis banyak menceritakan tentang teknologi-teknologi canggih. Hal ini berkaitan dengan blurb di novel ini yang membahas tentang Ali, sahabat tokoh utama yang sangat jenius dan selalu membuat eksperimen. Selain itu, karena disesuaikan juga dengan petualangan Raib, Seli dan Ali ke klan Bintang. Seperti dijelaskan di bukunya yang pertama, BUMI, bahwa klan Bintang merupakan dunia yang paling tua dan memiliki pengetahuan yang paling maju dibandingkan dengan ketiga klan yang lain.  

Alur

Alur novel matahari bisa dikatakan menggunakan alur campuran. Sebab beberapa kali melakukan flashback. Seperti di episode dua yang flashback saat mereka kembali dari klan matahari dan alasan Ali menamai kapsul terbangnya "ILY". Flashback ini membuat koneksi dengan dua buku sebelumnya. 

Latar

Latar tempat yang banyak digunakan di novel ini adalah di bawah lapisan bumi yaitu klan Bintang. Latar tempat yang berada di klan Bintang adalah kota Zaramaraz, lembah hijau dan rumah Faar serta restoran Lezazel. Selain itu masih ada latar tempat lainnya yaitu lapangan basket sekolah, rumah ILO di klan Bulan, rumah Seli, rumah Ali, rumah Raib, dan lorong-lorong di bawah lapisan tanah. 

Tokoh dan Penokohan

1. Raib, tokoh utama dalam novel ini. Di novel matahari, kekuatan Raib semakin besar, tidak hanya dapat menghilang atau menyerap cahaya disekitarnya saja, tetapi Raib pun bisa berteleportasi dan mempunyai sentuhan yang bisa mengobati dan menyugesti orang lain. Di novel ini pun Raib mendapatkan jawaban atas asal usul dirinya yang dibesarkan oleh Papa & Mama dari klan Bumi.

"Bagi Ra, Mama adalah mama Ra selama-lamanya..." (Hal.104)

2. Ali, salah satu sahabat Raib yang sangat menyebalkan. Di novel ini, Ali tiba-tiba menjadi sangat hebat bermain basket. Hal ini membuat Raib mencurigainya. Saya suka sekali tokoh Ali di novel matahari ini karena penulis membuat Ali membuktikan bahwa dia memang jenius, dia menciptakan kapsul terbang seperti yang ada di klan Bulan dan menemukan jalan menuju klan Bintang.

"Lorong-lorong kuno, Ra! Jalan menuju Klan Bintang. Aku telah menemukannya!" (Hal. 85)

3. Seli, sahabat terdekat Raib. Sama seperti Raib, kekuatan Seli semakin meningkat. Dia bukan hanya bisa mengeluarkan petir yang sangat besar dari tangannya, Seli juga mempunyai kekuatan kinetik, menggerakan benda-benda besar, hampir seperti gulungan tornado.

4. Faarazaraaf, biasa dipanggil dengan sebutan Faar. Perempuan tua berambut putih dan membawa tongkat panjang bertatahkan sebutir batu bercahaya ini mempunyai sebagian darah dari klan Bulan. Dari cerita Faar, ketiga sahabat itu mengetahui asal usul klan Bintang. 

"Saat aku bersiap melupakan semua masa lalu itu, bersiap menatap buku, hari ini aku bertemu kalian." (Hal. 184)

5. Laarataraal, biasa dikenal dengan sebutan Marsekal Laar. Teman lama Faar ini merupakan pemimpin dari pasukan klan Bintang. Dia terpaksa mengikuti perintah Dewan Kota untuk menangkap Raib, Seli dan Ali. Awalnya saya sebal dengan tokoh yang satu ini, tapi ternyata saya salah sangka. 

6. Kaareteraak, biasa dipanggil dengan Kaar ini adalah koki sekaligus pemilik restoran Lezazel. Lelaki paruh baya dengan mata elang ini ternyata adalah keturunan dari klan Matahari. Kaar yang mempunyai nama khusus "Hantu" bagi para anggota organisasi bawah tanah.

7. Meeraxareem, biasa dipanggil Meer. Dia adalah kawan lama dari Faar. Lelaki berpakaian pemburu ini dahulunya adalah seorang penemu dan juga yang membangun Markas Dewan Kota.

8. Sekretaris Dewan, sosok yang ambisius ini merupakan tokoh antagonis dalam novel ini. Walaupun tidak mempunyai kekuatan, Sekretaris Dewan menggunakan berbagai tekonologi canggih yang dimiliki oleh klan Bintang untuk menangkap Raib, Seli dan Ali.

Tokoh-tokoh lainnya yang muncul di novel ini adalah Mama dan Papa Raib, Mama & Papa Seli,  Av, Miss Selena, Ilo, Vey, Ou, dan Panglima Timur klan Bulan Tog.

Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan penulis dalam kisah ini adalah sudut pandang orang pertama "Aku" sebagai Raib yang merupakan tokoh pelaku utama.

Keunikan

Seperti di dua novel sebelumnya, di novel Matahari penulis menciptakan juga beberapa keunikan yang terdapat di klan Bintang diantaranya :

  1.  Ular dan kelelawar raksasa 
  2. Seprai yang bisa membersihkan dan merapikan sendiri
  3. Kasur busa yang bisa menyesuaikan dengan bentuk tubuh orang yang tidur di atasnya
  4. Lemari pakaian yang bisa meletakan susunan pakaian sesuai kebiasaan pemakaianya.
  5. Sofa yang bisa bicara dan melaporkan kondisi orang yang berbaring di sofa tersebut.
  6. Pakaian yang mirip dengan kulit dan bisa berubah bentuk sesuai apa yang sedang dipikirkan pemakainya.
  7. Bubur nasi yang rasanya bisa disesuaikan dengan keinginan si pemakan.
  8. Matahari dan hujan yang bisa distel sesuai keinginan penduduknya.
  9. Robot Z, robot tempur yang bisa berbicara dan menyusun sendiri strategi tempur.
  10. Sel karantina kota Zaramaraz, berupa kubus yang di sisi-sisinya berupa kaca yang dapat mengeluarkan cahaya. Walaupun dindingnya berupa kaca, namun orang yang berada di dalam sel tersebut tidak bisa melihat sel yang berada di sebelahnya. Tetapi bagian bawahnya bisa melihat lautan magma.

Amanat

Cukup banyak amanat yang ada di dalam novel ini yaitu masalah seberat apa pun akan mudah bila dihadapi bersama, keikhlasan menerima masa lalu walau menyakitkan, dan rasa rela berkorban kepada sahabat.

Saran dan Kritik

Dengan segala kelebihan yang dimiliki novel ini, ada dua kekurangan yang saya rasakan saat membacanya, yaitu pertama alur yang sangat lambat di episode-episode awal. Mungkin karena penulis flashback ke buku sebelumnya, dan usaha Ali menemukan jalan ke klan Bintang. Jadi, petualangan di klan Bintang terasa sangat sebentar. Kedua, ending yang sangat dipaksakan. Mungkin penulis ingin "menyimpan" semua hal "istimewa" di novel selanjutnya, sehingga pada novel ini endingnya seperti terburu-buru.

Overall, saya sangat menikmati petualangan Raib, Seli dan Ali di novel ini. Walaupun novel ini merupakan novel fantasi, tapi semua hal-hal dan teknologi-teknologi yang ada di novel Matahari seperti kenyataan. 

Saya sangat merekomendasikan novel Matahari ini untuk pecinta genre Fantasi dan Tere Liye lover :D

Review novel ini juga bisa di lihat di Goodreads









Senin, 24 Oktober 2016

[Review] LDR : L'eternita di Roma - Cassandra Massardi & Silvarani


Judul: LDR (L'eternita di Roma)
Penulis: Cassandra Massardi & Silvarani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul: Ben Mahendra
Photo by: Frans Hambali / Maxima Pictures
Cetakan: Pertama
Terbitan: 2015
Tebal: 256 Halaman ; 20 cm
ISBN: 978-602-03-1599-7

BLURB

Dengan backpack belel, kalung berbandul kompas, dsn tongsis, Carrie sangat berani dan percaya diri untuk bertualang seorang diri di kota penuh cinta, Roma. Mulai dari Colosseum, Spanish Steps, Ponte Sant'Angelo, dan tempat-tempat terkenal lainnya, semua ia kunjungi.

Semua tempat itu penuh cinta. Semua memancarkan energi cinta bahagia untuk turis yang datang.

Namun, siapa sangka, di sana Carrie malah bertemu dengan seseorang yang justru tengah menagih janji kota Roma. 

Janji apa?
Janji L'eternita di Roma...
Apakah janji itu benar-benar ada?
Atau hanya mitos yang melegenda?

Tentunya di bawah naungan langit Roma, Carrie akan menemukan jawabannya ...

REVIEW



"Cinta abadi, janji kota Roma"

 Awal tahun, Carrie memenangkan kuis berupa potongan 50% untuk tiket pulang-pergi dari Jakarta ke salah satu kota di Eropa. Carrie memilih untuk pergi ke Roma, kota impiannya sejak SMA. Mendekati deadline konfirmasi hadiah, Carrie sibuk mencari tiket murah ke Roma. Akhirnya, dia mendapatkan tiket kelas ekonomi, dengan perjalanan total 32 jam. Untunglah saat dirinya diharuskan transit selama 13 jam di Kuala Lumpur, Carrie menghabiskan waktunya dengan reunian bersama salah satu sahabat SMAnya.


"Petronas Twin Tower aja berdua, masa Carrie sendirian terus? Hahaha"
 ... Lita (Hal.28)

Sesampainya di Roma, Carrie ditabrak oleh seorang lelaki Indonesia berparas bule, yang sejak dari pesawat sudah mendapatkan perhatian lebih Carrie. Cowok berwajah tampan itu adalah Demas, yang pergi ke Roma untuk mendapatkan jawaban dari seseorang. 

Namun, jawaban yang didapat Demas dari Alexa, tidak sesuai dengan harapannya. Demas kecewa dan sedih. Dia melempar jauh-jauh cincin yang bertuliskan "For me you are my eternity". Tanpa disadari oleh Demas, cincin itu dipungut oleh Carrie yang sedang menikmati sepotong pizza di Spanish Steps.


"Gw simpen aja, ah. Kalo kepepet, bisa dijual buat ganti uang gue yang ilang."
 .... Carrie (Hal. 61)

Carrie melanjutkan berkeliling kota Roma dengan berselfie-selfie ria, hingga dia menyadari kalau ada seseorang yang familier sedang menangis dan memanjat jembatan Ponte Sant'Angelo. Cowok yang sedang galau itu terlihat akan meloncat dari jembatan. Hal itu, membuat Carrie menariknya dan memarahi habis-habisan. 

Tak ingin Demas melakukan hal-hal yang bodoh di kemudian hari, Carrie menawarkan diri untuk menjadi teman tahun baru Demas. Demas menyetujui.


"Kalo elo mau nemenin gue, kita jalan dengan cara gue."
 ... Demas (Hal. 74)

Tak hanya menghabiskan malam pergantian tahun, Demas dan Carrie pun berpetualang ke berbagai tempat indah di Roma. Tempat-tempat yang selama enam bulan yang lalu sudah Demas persiapkan untuk Alexa. Kebersamaan selama empat hari di Roma, membuat Carrie mulai menyukai Demas. Mereka berpisah di bandara untuk kembali ke Jakarta. 

Apakah perasaan Demas merasakan hal yang sama? Apakah mereka berdua akan bertemu kembali di kota keabadian, Roma?


"Udahlah. pegang aja. Supaya elo tahu arah buat nemuin gue."
 .... Carrie (Hal. 144)



Cover

Cover novel ini bergambar ketiga casting tokoh utamanya, yaitu Aurelie Moeremans (Carrie),  Verrel Bramasta (Demas) dan Al Ghazali (Paul) dengan latar belakang salah satu bangunan di Roma. Aku nggak tau itu bangunan apa. Alangkah baiknya bangunan yang menjadi background di cover adalah Colloseum.

Tema

Kisah romance yang dibuat dengan sangat manis. Penulis lebih banyak menitikberatkan pada interaksi antar tokoh di kota Roma. Seperti mencari jawaban tentang keabadian cintan tokoh utamanya dan persahabatan yang terjalin akibat kesendirian di negara orang. Persahabatan yang tentu kurang gereget bila tidak dibumbui oleh urusan hati diantara keduanya.

Latar

Sesuai dengan judulnya yaitu L'eternita di Roma, setting di novel ini sebagian besar adalah kota Roma. Kesemuanya tempatnya merupakan tempat-tempat yang menjadi destinasi di ibu kota Italia tersebut. Selain itu, ada dua kota yang juga mendapatkan porsi yang cukup banyak diexplore di novel ini yaitu Venesia di Italia dan Kuala Lumpur di Malaysia. Sedangkan Jakarta dan Doha, hanya sedikit saja.

Tokoh dan Penokohan

  • Carrie
          Cewek bertubuh kurus, berambut ikal, dan hobi perpetualang ala backpacker ini sangat mandiri. Dia sudah terbiasa tidak bergantung kepada orang lain. Bahkan saat kecopetan dan kalungnya hilang pun Carrie masih menikmati suasana kota Roma dengan berselfie. Aura positifnya menular ke orang sekitarnya termasuk Demas.

"Hidup ini kan harus ceria, selalu semangat, yakin, berusaha yang terbaik dan berdoa terus. Yahooo!" (Hal. 140)
  • Demas
          Cowok tampan blasteran ini sangat percaya bahwa kota Roma dapat membuktikan adanya keabadian cinta. Bahwa keabadian cinta tidak hanya menjadi legenda roman kuno. Namun, persepsinya salah saat Demas tidak mendapatkan satu-satunya impian yang dia inginkan. 

"Gue nggak perlu ini lagi. Kalau nggak bisa menikah dengan Alexa, gue nggak akan menikah dengan siapa pun." (Hal. 60)
  • Alexa
          Gadis cantik yang fasionable ini adalah tujuan utama Demas ke Roma. Alexa pun yang menjadi alesan Demas tidak percaya dengan keabadian cinta, dan mengutuk kota Roma. Tokoh ini sempat bikin aku sebel karena sudah menolak dan menyia-nyiakan Demas yang sangat mencintai dia. Namun, setelah mengenal lebih dekat mahasiswi sekolah fashion di Milan ini, aku jadi iba.

"Demas, alasan kenapa aku minta datang ke Roma, itu karena aku nggak sanggup bilang lewat telepon kalau ..." (Hal. 52)
  • Lita
          Cewek berdarah Ambon dan Batak yang agak mirip artis Bollywood ini adalah sahabat SMA Carrie yang sedang kuliah master ekonomi di Kuala Lumpur. Lita yang menemani Carrie menghabiskan waktu transitnya yang 13 jam dengan berkeliling dan berwisata kuliner.  Cewek ini pula yang menyuruh Carrie berkunjung ke Galleria Borghese, yang mana di tempat itu terdapat patung Apollo dan Dafne yang legendaris.

"Hati lo sekuat baja Car. Kayak ototnya Hercules. Panahnya Cupid patah duluan." (Hal. 25)
  • Paul 
          Cowok ganteng berambut klinis ini adalah orang yang menabrak Carrie di suatu acara pernikahan. Paul juga yang menanyakan pada Carrie ada hubungan apa dirinya dengan Demas dan Alexa. Sosok ini sangat misterius, karena hanya muncul di akhir cerita. 
"Ooh... Ini yang namanya Carrie? Udah gue duga." (Hal. 220)


  • Joanna
          Cewek berponi rata ini adalah teman kos yang tinggal di sebelah kamar Carrie. Joanna sangat dipercaya oleh Carrie untuk menjaga Alfredo selama dia pergi ke Roma. Sayangnya, hanya tisu pesawat yang menjadi buah tangan Carrie untuk Joanna saat pulang dari Roma. Parah banget ya. Hahaa...

Plot dan Sudut Pandang

Novel ini menggunakan alur maju. Sedangkan sudut pandangnya penulis menggunakan POV 1. 

Konflik

Konflik yang terdapat di novel ini adalah urusan hati. Awalnya sebal, kemudian terpaksa menghabiskan waktu bersama, dan akhirnya menumbuhkan rasa di dalam hati. Klise. Sayangnya, konflik ini hanya terfokus diantara dua tokoh utamanya saja, yaitu Carrie dan Demas.

Chemistry

Untuk hal pertemuan hingga keakraban mereka satu sama lain, tidak perlu diragukan. Interaksinya membuatku tersenyum-senyum. Romancenya sangat terasa dari awal dan akhir. Walaupun terbagi menjadi tiga bagian, aku masih merasakannya hingga akhir. Tetapi kalau melihat bagian ending, aku merasa agak menggantung. Apakah karena buku ini ada sekuelnya?

Kesan

Aku sangat menikmati suasana kota Roma dan Venesia yang diceritakan oleh penulis. Sangat detail. Dapet banget. Seakan Kak Silvarani sudah pernah pergi ke kedua kota romantis di Italia itu.  Love it

Kritik dan Saran

Ini buku kelima kak Silvarani yang aku baca, masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah buku-bukunya yang sudah terbit. Aku nggak punya banyak kritik dan saran, karena saya sangat menikmati kisah Carrie dan Demas. Tetapi, cuma satu yang aku sedikit kecewa. Kenapa Carrie nggak mampir ke stadion Olimpico Roma, masrkas klub AS Roma. Hehe...

Overall, aku sangat enjoy dengan kisah perjalanan Carrie & Demas di Roma. Novel ini bisa dinikmati oleh rentang usia berapa pun, apalagi remaja. Begitu pun dengan mereka yang mempunyai mimpi yang sama seperti Carrie, yaitu ingin pergi ke Roma. (Aku...aku... *angkat  tangan tinggi-tinggi*) 

4 bintang untuk Roma... eh LDR :p haha...









Wrap Up: IRRC 2017

Halo, Aku mau wrap up nih bacaanku di IRRC 2017 sampai hari ini. Belum semua review yang aku buat di blog, banyakan yang sempat aku re...